Showing posts with label Dreams. Show all posts
Showing posts with label Dreams. Show all posts

Saturday, September 12, 2015

(I Want To) Make A Memory

Keputusan untuk menonton Bon Jovi tanggal 11 September ini langsung terbesit di kepala setelah saya liat iklannya di internet. Bayangan Jon Bon Jovi bikin saya jadi semangat dan niat nonton. Dan akhirnya, setelah berhasil mempengaruhi teman saya untuk nonton, kami rencanakan pembelian tiketnya pada hari-H penjualannya dimulai.
Agak susah sih waktu itu nyarinya. Karena ternyata dari opsi penjual tiket resminya, tidak ada nama supplier tiket yang sudah biasa saya pakai jasanya. Akhirnya, setelah kami berdua bahu-membahu dan saling memberikan informasi, dapatlah info yang lebih lengkap termasuk harga akhir tiket setelah pajak. And who knows it would be much more expensive than I thought? -_- Pajak tiket yang biasanya cuma 10% naik jadi 15%. Tapi sudahlah.. demi Om Jon dkk.
Sebenarnya selain pengen liat frontman-nya ini, saya juga pengen banget liat Richie Sambora. Dari dulu dua orang ini merupakan definisi pribadi saya untuk bromance di panggung. Nggak tau kenapa, mereka keliatan klop banget kalau sudah beraksi. Bahkan ada kesan inseparable. Lha kok, setelah saya sudah dapat tiket, saya malah baru tahu kalau Om Richie sudah mundur dari band ini. Pupus deh harapan saya lihat bromance mereka di panggung. Hiks..

Anyway, mumpung masih agak fresh di kepala, saya akan coba jabarkan apa yang terjadi selama konser. Mungkin biar lebih beralur, saya ceritakan dari awal saya berangkat.

Jadi, saya berangkat dari kosan sekitar jam 3. Niatnya. Tapi apa daya harus mundur karena berkali-kali saya coba order Go-jek, eh.. nggak dapet-dapet sinyalnya. Padahal saya sampai keluar rumah dan ngangkat-ngangkat hape di pinggir jalan kayak orang nggak jelas, berharap koneksi ada. Setelah setengah jam berlalu tanpa hasil, akhirnya saya memutuskan naik taksi. Pertimbangannya adalah karena pintu/gate masuk yang saya tuju belum pernah saya masuki sebelumnya. Kan kalau naksi dan driver-nya nggak tau ada GPS yang bisa membantu. Oh, fyi, karena konser ini penontonnya banyak pake banget-banget, jadi ada pembagian pintu masuk untuk pemegang tiket. Kebetulan saya waktu itu beli tiketnya di posisi Lower Tribune Left (LTL), jadi saya masuknya lewat Pintu Utara, yang deket sama TVRI. Pas nyari taksi pun sebenernya susah banget. Dan ketika dapat, meskipun armadanya bukan yang biasa saya naikin dan bukan favorit saya, saya relakan saja karena sudah sangat mepet. Untungnya masnya orangnya sangat ramah. Dan ketika saya bilang saya mau ke GBK, dia langsung nodong dan nanya apa saya mau nonton Bon Jovi. Wkwk
Anyway, saya nggak tau kenapa tapi sejauh ini, banyak banget orang yang kalau saya ajak ngobrol atau sebaliknya, mereka ada tendensi untuk curhat, termasuk driver yang nganterin saya ini. Setelah saya ditanya-tanyain sama dia dan dia tau kalau saya lulusan psikologi, saya langsung dicurhatin tentang masalah dengan mantan kekasihnya. Sempet mbatin kenapa ujug-ujug jadi curcol begitu, dan saya sempat niat bilang ke masnya, karena saya udah buka sesi konseling gratis ke dia, harusnya taksinya digratisin. Tapi apa daya.. nggak tega. *sighs*
Dan benar saja, jalanan udah mulai macet, terutama yang ke arah Senayan. Untungnya masnya jago cari jalan, termasuk lebih banyak nyari yang arah arus sebaliknya supaya nggak terlalu macet. Jadilah jam 4-an saya sudah di lokasi. Dan sebelum turun, sempat-sempatnya si supir taksi ini bilang supaya salamnya disampaikan ke Bon Jovi dan kalau boleh minta rekamannya aja. Halah..
Pas turun dari taksi dan mau nyebrang pun susah karena mobil-mobil sudah pada antri masuk dan jalanan padat sekali. Dan sampai lokasi, sudah banyak orang yang mau nonton dan bahkan dimana-mana banyak sekali yang jualan merch berbau Bon Jovi (KW pastinya), mulai dari kaos dengan tulisan macem-macem (termasuk ada yang bergambar sablonan foto personilnya), syal, masker, sampai kipas yang ada logo Bon Jovi di satu sisi dan di sisi lainnya ada gambarnya om Jon waktu masih muda. Cakep banget beneran! *salah fokus* Kadang kalau liat pengen beli sih, cuma untungnya kemarin saya masih bisa berpikir rasional dan menahan keinginan impulsif itu, terutama karena saya bukan fans fanatik yang harus punya merchandise dan segala macamnya. Kalaupun mau beli, rasanya lebih baik membeli yang asli (tapi akhirnya nggak jadi juga sih.. :p).

Karena saya masih harus menunggu teman saya sampai, saya pilih satu spot di pojokan sebelum gerbang masuk area stadion utama dan menunggu di situ. Bisa dibilang itu semacam tempat nongkrong dan banyak juga orang jualan. Tapi minusnya adalah.. dimana-mana orang pada  ngerokok (jeleknya show yang disponsori rokok juga nih), jadi mau madep kanan, kiri, depan, apa belakang, selalu aja ada asap rokok yang melayang ke muka saya. Dan orang-orang ini bukan orang-orang sensitif yang saya batuk-batuk dikit mereka langsung ngerasa. Saking parahnya, malah ada yang menghembuskan asap rokoknya ke muka saya. Woalah, pak.. Kalau mau mati ya silahkan, tapi nggak usah ajak-ajak, please.. -..-
Dan dari informasi teman saya jalanan sangat macet, terutama yang ke arah Senayan (stuck banget!), sampai-sampai jam 5 lebih dia belum sampai juga. Bahkan katanya tukang ojek yang nganterin dia pun sampai kehabisan bensin saking macetnya. Ckck. Saya sendiri udah kayak cacing kena garam yang semakin sore semakin gelisah karena sudah banyak orang yang masuk gerbang menuju stadion dan ngantri ke dalam. I mean, saya pengen banget dapat spot yang bagus, tapi mau nggak mau harus nunggu karena nggak asik juga kalau nanti saya harus menghabiskan waktu sendirian selama konser. Cengok banget kayaknya, jadi ya dibela-belain nunggu, biar ada temennya.
Setelah teman saya sampai, kami langsung menuju gate untuk masuk area stadion. Bisa dibilang penjagaan ketat. Bahkan sebelum masuk, kami benar-benar diperiksa bawa makanan sama minuman apa enggak. Karena di tas saya ada dua buah roti dan sebotol air mineral, kami akhirnya memutuskan untuk makan dulu (sambil ngisi perut ceritanya) dan menghabiskan minum sebelum masuk. Setelah lolos, tiket kami di-scan barcode-nya, untuk ngecek apakah sudah ada yang menggunakan kode itu. Baru saya tau pas sampai rumah kalau ternyata banyak banget kasus tiket palsu dan barcode yang tidak terdeteksi keasliannya. Bahkan kerugiannya bisa sampai 450 juta dan pake acara njebolin gerbang juga gara-gara mereka nggak boleh masuk. Hmm.. Ada-ada aja ya..

Di dalam pun, line antriannya banyak. Kami harus memastikan berkali-kali kalau kami antri di tempat yang benar. Untungnya antrian untuk LTL tidak sepanjang antrian Festival. Jadi kami langsung lari nyari spot duduk yang oke. Pas masuk area tribun, kami agak shock karena kami ternyata dapatnya yang bener-bener di area kiri (padahalnya ngarepnya yang masih agak di tengah). Apalagi di bagian depan tribun yang ini, pandangan kami tertutup teralis besi yang cukup annoying. Kami sempat melirik ke arah tribun sebelah kanan kami yang sudah hampir penuh, dan karena penasaran kami tanya apa itu masih area LTL atau sudah VIP. Dan jawabannya ternyata LTL. Akhirnya kami minta masnya yang kami tanya supaya nge-tag-in tempat buat kami dan kami langsung lari keluar dari area yang itu dan masuk area sebelah demi mendapatkan spot oke. Worth it banget tapi. Viewnya lebih mendingan daripada yang sebelumnya.

Konser dimulai jam 7 malam. Penyanyi pembukanya adalah Sam Tsui. Saya sebenernya belum pernah denger nama Sam Tsui sebelum ini. Tapi kata temen saya, dia ini basically adalah YouTuber yang banyak meng-cover lagu-lagu populer dan sudah punya album sendiri juga. Saya sih berharap sebenarnya dia banyak nyanyiin lagu cover-an aja biar saya bisa sing-along. Tapi apa daya, si Sam ternyata banyak menyanyikan lagunya sendiri. Jadi saya akhirnya cuma bisa goyang-goyang sambil ngikutin beat. Suaranya sih oke juga, dan penampilannya bikin saya inget sama Adam Lambert. Tapi karena saya bukan penggemar genre music yang dia nyanyikan ya jadinya buat saya masih biasa aja. Setelah sekitar 45 menit, sesi Sam Tsui selesai. Setelah itu, tiba-tiba terdengar suara Judika menyanyikan lagu Indonesia Raya. Semua penonton langsung berdiri dan ikut menyanyi dengan khidmat.
Setelah lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan, crew-crewnya Bon Jovi langsung pada keluar dan ngangkut-ngangkutin barang (Mulai dari gitar, drums, sound system, segala macem lah. Sampai soundcheck juga) diiringi backsound lagu rock jaman dulu yang saya juga nggak tau itu yang nyanyi siapa. Tapi mas di belakang saya ikut nyanyi-nyanyi sih, jadi mungkin saya yang nggak gaul. Cukup lama kami nungguin, sampai berasa ngantuk karena nggak mulai-mulai. Dan akhirnya, hampir setengah 9, lighting di panggung berubah warna menjadi biru dan sorak penonton pecah. Ya, konsernya dimulai.

Tidak ada instrumental pembuka sebelum dimulai. Tau-tau suara Om Jon terdengar dan mukanya terpampang di layar. Saya dan teman saya langsung jejeritan dan tak henti-hentinya kami nyebut karena memang sumpah, dia cakep sekali! O.O *memang kami salah fokus kadang-kadang tapi ya mau gimana lagi* Sound system-nya mantep banget! Suaranya sangat menggelegar dan atmosfer-nya masya Allah banget. Pokoknya perfect deh ah.
Lagu pembukanya adalah That’s What the Water Made Me. Lalu langsung diikuti Who Says You Can’t Go Home sama Lost Highway sebelum akhirnya Om Jon nyapa penonton pakai bahasa Indonesia. Btw, rambutnya si om terlihat sudah semakin memutih. Ya iya sih, umurnya aja udah 53 tahun. Tapi nggak papa Om, saya tetap cinta padamu.. *kenapa jadi labil begini? -_- *
Anyway, saya harus jujur kalau saya nggak 100% hafal semua lagu yang dinyanyikan di konser ini. Dari total 20 lagu, mostly saya tau, tapi ya kadang tau liriknya kadang enggak. Tapi masih bisa enjoy sih. Dan bisa dibilang saya salah satu orang yang paling heboh di barisan saya. Orang-orang di sebelah, belakang, dan depan saya persis sangat anteng. Sepanjang show mereka duduk (meskipun kalo teriak tetap dilakukan). Dan di beberapa lagu, biasanya setelah dengar intro dan sadar kalau lagu yang dimainin adalah lagu favorit saya, saya bakal langsung berdiri dan tepuk tangan, ngangkat tangan, atau jingkrak-jingkrak sepuasnya. Pokoknya heboh banget. Nggak tau deh penonton belakang saya keganggu apa enggak. Semoga enggak sih ya.. Ini kan konser. Having fun is a must! :p
Oh iya, di awal konser, saya sempet ditakut-takutin sama temen saya. Intinya, dia bilang kalau kemungkinan salah satu lagu yang saya sukai (Because We Can) nggak akan dimainin karena kurang populer dibandingin yang lain. Apalagi itu termasuk lagu baru. Saya sih sempat nggak rela dan berharap bisa dengerin lagu itu live. Tapi lama-lama agak pupus harapannya, terutama karena beberapa lagu yang populer pun nggak dimainkan. Tapi pas di lagu entah ke berapa (saya lupa) mereka memainkan intronya, dan seketika saya langsung jejeritan kayak orang gila karena seneng banget lagunya dimainin. Sebelah saya sampai kaget kayaknya. Dan sudah bisa ditebak, saya yang paling semangat nyanyinya.. =D

Full Setlist
1. That's What the Water Made Me
2. Who Says You Can't Go Home
3. Lost Highway
4. Raise Your Hands
5. You Give Love a Bad Name
6. Born to Be My Baby
7. We Don't Run
8. It's My Life
9. Because We Can
10. Someday I'll Be Saturday Night
11. What About Now
12. We Got It Goin' On
13. In These Arms
14. Wanted Dead or Alive
15. I'll Sleep When I'm Dead
16. Keep the Faith
17. Bad Medicine

Encore:
18. Runaway
19. Have a Nice Day
20. Livin' on a Prayer


Suara Om Jon powerful banget. Dari awal sampai akhir nggak terdengar berubah. Mungkin karena sudah biasa manggung dengan durasi lama berpuluh-puluh tahun lamanya, makanya jadi perfect gitu performance-nya. Saya juga suka liat aksinya di panggung yang tau-tau melakukan goyangan khas dia banget. Bikin ngakak tapi juga sangat menghibur. Di beberapa lagu, bahkan terlihat sekali koneksi antara band dengan penonton. Di lagu Wanted Dead or Alive, dari awal penonton disuruh nyanyi sampai verse pertama selesai, dan dia diem aja gitu, sambil mukanya keliatan tersentuh dan bahagia banget. Di lagu Raise Your Hands, kami semua juga diminta ngangkat tangan (sambil sedikit di lambai-lambaikan, khas banget gayanya Bon Jovi). Bahkan di beberapa lagu, refrain bagian terakhir sengaja dilama-lamain sampai penontonnya pun nyanyinya ngos-ngosan karena sambil teriak histeris. Dan yang cukup seru, mereka sempat menyanyikan lagu baru dari album yang dirilis tahun ini, judulnya We Don’t Run. Bisa dibilang lagu ini pertama kali dimainkan live di Jakarta. Jadi berasa sangat spesial juga. Dari album yang paling baru, saya sama temen saya emang paling seneng lagu yang ini, karena terdengar sangat powerful dan cocok buat menggerakkan massa.

Yang bikin penonton geger jelas single-single yang paling digemari di sini. Pertama kali stadion pecah adalah waktu mereka nyanyiin You Give Love A Bad Name. Itu pertama kalinya saya langsung loncat berdiri dan jingkrak-jingkrak. Selanjutnya, jelas It’s My Life. Pas lagu ini, stadion rasanya bergetar karena koor-nya loud banget. Dan ending-nya, sukaaaaaaaa banget! Mereka nyanyiin Bad Medicine yang juga saya tunggu-tunggu dari awal. Sebenernya udah ada feeling mereka bakal menutup konser dengan lagu yang menggelegar, dan sempat menduga Bad Medicine yang bakal dinyanyiin karena It’s My Life udah dinyanyiin. Dan ternyata benar.. :3 *berasa cenayang* Yang jelas, lagu Bad Medicine jadi lama banget karena di belakangnya mereka tambahin refrain berkali-kali sampe gempor deh nyanyinya. wkwk
Selesai lagu ke-17, panggung gelap dan semua yang nonton langsung serempak teriak “we want more!” ß kalau konser kayaknya nggak mungkin nggak ada ini. Dan akhirnya, nggak berapa lama kemudian, Om Jon nongol lagi di layar, dan sudah berganti baju. Yang tadinya vest atau semacam sleeveless leather jacket warna hitam berubah menjadi kaos biru dan jaket kulit hitam. Saya sama temen saya langsung salah fokus lagi dan berkali-kali nyebut nama Gusti Allah saking cakepnya Om Jon ini. Bahkan saya sampe ngunyel-unyel teman saya karena gemes banget dan si subjek yang sebenarnya tidak berada dalam jangkauan. Saya harus bilang kalau cakepnya Om Jon ini tidak bisa dijustifikasi lewat foto. Sumpah aslinya beneran cakep banget. Bahkan dari layar pun keliatan cakep banget. Apalagi kalau liat langsung coba?
Anyway, mereka langsung mainin Runaway, dan yang tidak terduga, setelah itu mereka melanjutkan dengan Have A Nice Day. Di sini saya juga all out. Jingkrak-jingkrak dan teriak-teriak sejadi-jadinya. Habis itu, kami nebak lagu apa lagi yang mau dimainin. Saya sempat bilang ke teman saya kalau mereka belum mainin Livin’ on A Prayer, jadi harusnya itu. Tapi eh tapi.. Om Jon tau-tau nongol sambil bawa gitar akustik dan mainin nada slow. Saya bingung ini lagu apa. Always? Tapi ternyata oh ternyata.. ini Livin’ on A Prayer versi akustik. Praktis semua yang nonton ikut nyanyi hanya diiringi dengan gitar akustik sampai saya rasanya merinding. Dan semakin lama versinya semakin keras sampai akhirnya keluar versi aslinya. Saya jejingkrakan lagi. Dan di ujung lagu ini, suara yang nonton mencapai desibel maksimal yang bisa dibayangkan. Apalagi kan nada lagu ini makin lama makin tinggi. Kelar nyanyi rasanya nafas habis, suara udah serak, tapi happy-nya maksimal juga. Habis itu udah. Selesai. Mereka salaman satu sama lain dan dadah-dadah. Nggak mungkin ditambahin lagi kalau udah begini.

credit: Bon Jovi's twitter account

credit: Bon Jovi's twitter account

Sumpah saya puas! Sukaaaaaaaa banget! Rasanya ini konser terkeren yang pernah saya tonton. Saya cuma menyesali dua hal; saya pengen lebih dekat dengan Om Jon (di tribun kejauhan Om, but I’m still not complaining), dan saya juga pengen mereka mbawain lagu Thank You for Loving Me sama All About Lovin’ You. Yah.. Maybe next time.
Oh. Dan meskipun dari tadi saya banyak histeris karena Jon Bon Jovi, secara keseluruhan Bon Jovi ini kalau diibaratkan makanan sangat maknyus. Meskipun nggak ada Om Richie, gitaris penggantinya (kalau nggak salah namanya Phil X) juga mainnya keren banget. Banyak riff-riff gitar yang bikin penonton langsung pada jejeritan saking kerennya. Drumming-nya pun mantep pake banget-banget sampai teman saya sempet heran apa drummer-nya nggak pegel mainnya. Keyboard? Jangan ditanya. Om David mainnya mantep. Pokoknya secara keseluruhan mereka keren sekali. Dan setelah tadi malam, saya bilang ke diri sendiri kalau besok-besok ada kesempatan nonton mereka lagi, saya pasti datang.

Okay. That’s it! Meskipun konser ini bukan konser paling gila yang pernah saya alami (physically and mentally), tapi dari semua sisi (konsep dan eksekusinya) ini yang paling amazing. Dan sampai sekarang pun saya masih nggak bisa move on. Playlist saya masih dipenuhi lagu-lagu Bon Jovi. Doa saya cuma satu; semoga mereka masih akan terus berkarya sampai berpuluh-puluh tahun lagi dan saya bisa nostalgia lagi dengan mereka.. :D


Thursday, November 28, 2013

MEET UP!!!


Setelah lama nggak nulis, dan galau nunggu konser (yang bakalan jadi konser pertama saya sepanjang hidup -tsaaah-), akhirnya semua itu terlewati juga. Tepat hari minggu kemarin, adalah hari bersejarah saya.. :D

Anw, semua hal tentang konser (dari awal sampai akhir) sudah saya tuliskan di tumblr (read it here). Jadi saya males ngulang apa yang udah saya tulis di sini. Pada intinya, konser OOR kemarin keren banget! Saya yang bela-belain dateng dari jam setengah tujuh pagi demi antrian paling depan ini merasa sangat amazed. I love those guys and all I want right now is to see them more! Okay, start saving. Next year, I have to aim higher! *fingers crossed*

Dan yang lebih banyak mau saya ceritain di sini adalah pengalaman saya selama 3 hari bersama sahabat saya dan 2 teman baru. :D

Yes, after being pretty active on tumblr, saya kenal 2 orang ini, Ash dan Beth. Dua-duanya orang Filipina dan dua-duanya juga suka sama OOR. Yang pertama kenal sebenernya sahabat saya yang kemarin nonton bareng saya. Tapi lama-lama, saya cukup banyak ngobrol sama mereka berdua dan akhirnya mereka memutuskan mau datang ke Indonesia demi liat konser OOR (dan ketemu kami). Sebenernya mereka nggak cuma dateng ke konser yang di Jakarta. Mereka mulai nonton sejak show di KL, Singapore, dan terakhir Indonesia. Bahkan satu dari mereka ada yg sebelum KL nyambangin Bangkok dulu. Ya, demi satu band yang menyatukan interest kami dan akhirnya bikin kami jadi temenan. lol (sumpah ini cheesy banget XD)
Sebenernya saya sih pengen bisa kayak gitu juga, tapi mengingat pendapatan masih mepet dan saya masih punya banyak kepinginan, saya sampingkan dulu itu (bahkan curhat sama ibu saya juga akhirnya disuruh sabar dulu). Siapa tau taun depan saya bisa nekat ke Jepang malahan.. *grinJadi ya akhirnya saya nunggu show yang di sini aja lah. Dan terbukti kan saya nggak menyesal? :)

Anw, hari Sabtu kedua teman saya itu udah landing di Jakarta dari jam 9 pagi. Tapi karena mereka dari beberapa hari sebelumnya sudah muter-muter di beberapa negara, wajar kalo mereka kecapekan dan memilih untuk istirahat. Sedangkan saya sama sahabat saya malah memilih menghabiskan Sabtu itu untuk jalan-jalan; nonton Catching Fire (yang ngomong-ngomong keren btw, mungkin saya tulis aja kali ya kesannya nanti), nukerin tiket ke rajakarcis buat hari Minggunya (dan ternyata di sana kita malah harus antri panjang banget karena lagi ada penjualan tiket cowboy junior -entah penulisannya bener apa enggak-). Dan setelah itu kami juga memutuskan cari kertas kado dan hadiah buat empat cowok aneh yang rencananya mau kami kasih pas konser. Dan ternyata, sorenya, kedua temen yang sebelumnya tepar di hotel itu malah ngajak dinner. Dengan berat hati kami tolak, karena pertimbangannya harus nyelesein something handmade buat besoknya dan kalo kami mau ngantri dari pagi, otomatis harus tidur lebih cepet dong ya? Tapi ternyata, sampe kosan, mbungkus-mbungkus dan bikin sesuatu itu membutuhkan waktu yang lama dan pada akhirnya saya cuma tidur 3 jam, dan sahabat saya itu ga tidur sama sekali. Errrrr~

Akhirnya minggu pagi sekitar jam 6 kami berangkat ke
venue. Karena nggak terlalu macet, sekitar jam setengah 7-an kami udah nyampe. Dan turun dari taksi, kami langsung menghampiri dua orang yang terduduk sambil terkantuk-kantuk di tengah pager-pager yang belum diberdirikan. Dua orang yang selama ini cuma diliat dari foto doang. Dan setelah liat kami berdua, mereka langsung menghampiri kami dan berpelukan.. XD (teletubbies banget sumpah)

Dan dari situ, kami ngantri sama-sama. Berpanas-panasan ria sama-sama, bahkan pas diusir dari antrian (karena ngantrinya bukan di tempat yang benar). Hujan-hujanan, hampir di-cut berapa kali sama orang sampai-sampai si Beth mukanya udah kayak mau nyakar orang yang nyolek dia, dan akhirnya pas masuk dan lari ke venue jam 6 sorenya pun kami beneran sama-sama, sampe dijagain tempat segala.. :')

Di konser kami lompat-lompatan bareng,
headbang bareng, dan bahkan karena mereka udah cukup banyak ikut konser begini, kami dikasih beberapa advise untuk meminimalisir desekan dari belakang (mengingat kami ada di barisan pertama dan tendency didesek itu sangat absolut). Dan bahkan waktu sahabat saya mau nglempar sesuatu ke panggung, kedua teman saya ini ikut mbantuin. Apalagi mereka pengalaman nglemparin boneka gachapin ke Toru pas di KL (XD). Pas barangnya udah dilempar ke atas panggung dan dibuka bareng-bareng sama si drummer dan vokalisnya, kami jejeritan kayak orang gila. Semakin lama semakin keras sampe mungkin orang-orang sebelah dan belakang saya bingung kami ini kenapa. lol


Dan hari itu diakhiri dengan kepuasan tingkat dewa nonton
band yang selama 4 taun ini saya tungguin kedatangannya. Kelar konser kami foto-foto dan akhirnya saya menuju ke booth merch (dan parahnya barang-barangnya udah habis semua) sedangkan mereka berdua balik ke hotel. Nggak dapet merch, akhirnya pulang. Jalan dulu sampai ke jalan utama yang jaraknya lumayan jauh dari venue, dan untungnya langsung dapet taksi. Sudah bisa diperkirakan malam itu kami tepar. Tapi seneng.. :3


Besoknya, bangunnya jelas kesiangan dan berasa nggak pengen bangun dari tempat tidur. Tapi kami ada janji sama kedua temen saya yang dari Filipina itu buat jalan-jalan dan makan. Akhirnya, setelah berdiskusi dan mesej-mesejan via FB, kami sepakat ketemuan di fX Sudirman. Katanya mau janjian di
Coffe Bean. Okelah. Nyampe sana ternyata mereka belom ada, jadi kami berdua jalan-jalan dulu ke atas. Tapi setelah desperate dan nggak pengen beli apa-apa, kami ke coffee bean lagi dan niat mau nunggu di sana. Ternyata, kami harus pesen biar bisa duduk. Dan karena kami belum makan dari pagi, selain pesen minum kami pesen quiche juga (yang ternyata harganya na'udzubillah, tapi enak sih).


Agak lama, dua orang itu muncul. Setelah ngobrol cukup lama dan ketawa-ketawa ngakak ngomongin konser malam sebelumnya, kami transfer data sebentar dan akhirnya mencari tempat makan yang mau disambangin. Mereka sih pengennya nyoba makan nasi goreng (karena Taka sempet bilang dia suka nasi goreng malam sebelumnya). Tapi pas dicari, kami cuma nemu
Ngalam (restoran khas Malang) di sana, jadilah kami makan di situ. Tapi ngeliat mereka excited liatin menu dan nanya-nanya makanannya gimana itu rasanya nyenengin banget deh. Ada yang pesen rames, bawal goreng, trus mereka juga pesen es cendol, nyobain sate cumi saya. Dan bahkan mereka sempet beli kripik tempe setelah tanya ke saya itu apa. Selama di restoran kami terus aja ngakak-ngakak berempat sampe diliatin sama tamu-tamu lain. Sayangnya, pelayan di restoran tidak menunjukkan tanda-tanda bisa bahasa Inggris dan setiap kali temen saya ngomong ke mereka, mereka malah ngeliat ke arah saya. Oh, come on~ fX itu kan tempat banyak para bule kumpul. Please deh.. *rolling eyes*


Setelah menghabiskan waktu cukup lama untuk makan siang (karena yang makan ikan makannya lama banget karena disambi ngobrol banyak hal dan harus misahin duri-duri halusnya sampe bener-bener bersih XD), kami melanjutkan perjalanan ke Monas. Yep, kedua temen saya ini pengen banget ke Monas. Sebenernya jarak ke Monas lebih deket sih dari hotel 
mereka di Jalan Juanda. Cuma karena pengennya ditemenin, ya akhirnya kami ikutan juga, sambil njelasin dikit-dikit tentang Jakarta lah (meskipun saya sebenarnya sangat nggak expert). 
Nyampe di Monas,
beuuuugh~ pedagang-pedagang riweuh masukin gerobak, motor, dan lain-lainnya ke area Monas pake pintu buat pejalan kaki. Jadinya cukup chaos dan saya sempat merasa aneh. Apalagi beberapa orang mulai suit-suitin temen saya. Dan ternyata jalan dari pintu gerbang sampai monasnya jauh. Kaki saya yang hari sebelumnya harus bekerja keras buat konser terpaksa mengalah lagi demi jalan ke Monas. Wkwkwk. Dan sayangnya, meskipun kami pengen banget naik ke atas supaya bisa lihat pemandangan Jakarta, ternyata sudah tutup. Waktu kami ke sana, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Dan habis tanya abang-abang yang jualan di sana, baru tahu kalau jam operasionalnya adalah jam 9 – jam 3 sore. Too bad.. :(

Ya akhirnya malah foto-foto di depan monasnya aja. Tapi kami jadi ngerasain gimana rasanya pas anak-anak OOR ke Paris dan pas di depan Louvre, ternyata tutup.. XD Senasib berarti ya.. :p

Dari Monas, temen saya ngajakin ke Istiqlal. Keliatan deket sih ya dari sana, apalagi
dome masjidnya keliatan banget. Tapi setelah menyambangi ke arah jalan raya, kami baru sadar kalau jaraknya jauh, mana harus nyebrang jalan gedhe lagi.. Akhirnya saking bingungnya dan adanya cuma bajaj, saya tanya ke abang bajaj, bisa apa enggak naik bajaj berempat gitu. Katanya bisa. Setelah diskusi sebentar, maka diputuskanlah kami naik bajaj.. XD
Sumpah naik
bajaj itu, udah duduknya pangku-pangkuan, kami malah jejeritan sendiri di jalan. Sahabat saya hampir trauma karena takut setengah mati, sedangkan kedua temen saya yang lain malah ngakak-ngakak dan ngambil foto kita berempat di dalam bajaj. Seru sih tapi.. XD


Sampai di Istiqlal, mereka pingin masuk. Nah, karena saya agak khawatir temen saya boleh masuk apa nggak ke area masjid (mengingat dia non-muslim dan kebetulan pakaiannya juga kurang sopan), saya nanya ke petugas kemananannya. Katanya sih boleh-boleh aja, karena nanti ada yang mandu dan temen saya bisa dikasih semacam penutup yang bisa dipake pas keliling-keliling. Akhirnya kami masuk. Lumayan juga ternyata naik tangga di Istiqlal dan jalan di antara koridornya, terutama karena kaki saya udah nggak karuan rasanya. Dan yang paling seru adalah, waktu kami ke ruang penyimpanan alas kaki, kami ketemu sama dua orang
staff dari konser malam sebelumnya. Satu orang sound checker (gitar), dan satu orang lagi Film Director yang sepanjang konser ngeshoot live-nya dan berkali-kali wira-wiri di depan saya sampe saya apal banget sama mukanya.. XD

Tapi sayang, nggak sempet nyapa dan nggak sempet bilang terima kasih. Saya jadi mikir, jangan-jangan ni bapak nyari landscape Indo karena nanti beneran mau dibikin DVD tour-nya.. Wuh! :3

Anw, setelah puas jalan-jalan ke Istiqlal dan poto-poto, dan juga banyak cerita-cerita, akhirnya saya dan sahabat saya pulang ke kosan, sedangkan mereka mau balik ke hotel, ngambil barang-barang, dan langsung otw ke airport meskipun pesawatnya baru berangkat sekitar tengah malam. Dan pas pulang, duh.. macetnya bener-bener deh. Saya jadi inget waktu Beth dan Ash bilang salah satu hal yang mereka benci dari Jakarta adalah macetnya. Saya juga akhirnya jadi semacam curcol kalau salah satu hal yang bikin saya males keluar-keluar kalau di sini adalah kemacetannya. Untungnya hal-hal lain seperti orang-orangnya, makanannya, mereka suka sekali. Jadi mereka janji bakal datang lagi dan semoga next year kami berempat bisa ngumpul lagi. Yeaaah~ (with Elsie too, I hope.. :D)

Oh iya, pas makan di fX, Ash mulai bagi-bagi oleh-oleh. Ada coklat Apollo, majalah buat sahabat saya karena dia suka
translate artikel di tumblr dan memang dia suka majalah itu dari lama, dan kendama buat saya (yang ukurannya gedhe, bukan yang kecil yang sempat dibawa Ash ke venue biar nggak bosen). Kenapa kendama? Pas saya tanya alasannya, katanya karena Ash tau saya suka Taka yang notabene jago main kendama and she thought that I should too. LOL 
Sumpah deh ini alasan paling
cheesy tapi so sweet.. Thank you, Ash! :D Dia juga ngasih saya gelang bikinan salah satu OORer di tumblr yang dia beli dan ada tulisannya “TAKA”. Awwww~ :’)


Ngomong-ngomong, kenapa oleh-oleh buat kami ujung-ujungnya dari Jepang semua? Hahaha




Beneran deh. Semoga taun depan saya bisa nonton band ini lagi, entah di mana. Dan semoga saya bisa ketemu lagi sama teman-teman saya yang awesome ini. Japan, maybe? That would be really cool and a dream come true~ *whistling*

(PS. Saya pengen masang foto-foto kami di konser dan pas jalan-jalan sih, tapi karena bukan punya saya, jadi nggak usah aja kali ya.. :p)

Wednesday, July 31, 2013

Ticketing Stuff


Setelah pengumuman penjualan tiket konser band yang saya tunggu-tunggu akhirnya dikeluarkan juga, rasanya hati ini nggak tenang. Yang pertama, pemindahan venue. Yang tadinya indoor jadi outdoor. Jujur saya sih kecewa berat. Mengingat November dan konser outdoor di Indonesia itu kalau digabungkan auranya agak membahayakan (baca: hujan). Dan lagi band ini berasa lebih gimanaaaaa gitu kalau konsernya indoor. But well, mau gimana lagi? Sudah ada pengumumannya, dan sudah fixed. Mau nggak mau tetep harus diterima meskipun kuciwanya setengah mati.

Yang ke dua, harga tiket. Sejujurnya, saya berharap harga tiketnya jauh lebih mahal dari yang dituliskan sama promotor. Bahkan saya ngarep banget bisa ada zones juga seperti konser yang di KL (dimana di sana zone-nya dibagi menjadi 4). See? Ternyata di sini hanya ada dua jenis tiket dengan selisih harga yang kurang signifikan dan asumsi pertama saya waktu itu, zone-nya setidaknya ada dua lah. Ternyata.. saya salah besar. Hanya ada satu kelas, kelas festival. Dan dua harga yang saya bilang selisihnya kurang signifikan tadi ternyata adalah beda harga antara yang pre-sale dan reguler. Seketika itu juga saya lemes. Kelas festival semua berarti saya harus berjuang supaya bisa nonton di depan sendiri. Terutama dengan sistem pertiketan konser di Indonesia yang nggak ada nomernya, pembagian section masuknya, dan harus ditukarkan di hari-H dengan aturan first come first served. Artinya, saya harus atur strategi biar bisa dapat posisi di paling depan. Baiklah. Kita tinggalkan dulu yang itu karena konsernya juga masih lama.

Dan terakhir, yang paling krusial adalah, berburu tiketnya.
Entah benar atau tidak, tapi saya merasa banyak yang mengeluhkan kinerja dari promotor konser ini. Yah, memang sih, mereka mem-promote tur yang sama di tiga negara berbeda, dan juga masih banyak event (lebih besar) yang mereka selenggarakan. Tapi terkesan sangat suck kalau beberapa hari menjelang penjualan tiket pun tidak ada informasi jelas. Apalagi dari pihak labelnya sudah mengumumkan penjualan tiket akan dilakukan serentak. Dan info yang di Indonesia, meskipun tiketnya sudah ketahuan bakal dibeli dimana, tetap saja informasinya juga belum jelas. Ketar-ketirlah kami, terutama dengan pengalaman fans lainnya yang pernah tidak kebagian tiket. Well, akhirnya saya, teman saya di Jogja, dan dua orang Philippines yang mau nonton bareng di sini juga langsung atur strategi. Tujuannya adalah, kami pengen dapat tiket secepatnya. Biar nggak deg-degan lagi dan semua urusan kelar. Dan Senin kemarin, fiuuhh.. akhirnya semuanya kelar juga. Well.. not really..

Awalnya pengumumannya bilang penjualan tiket dilakukan serentak jam 9 pagi. Ini berita official-nya. Dan ada juga informasi yang didapat sebelumnya kalau penjualan kemarin hanya berlaku online. Jadi kita belum bisa beli secara offline di outlet/kantor yang ditunjuk. Saya sih happy-happy aja karena saya memang tujuannya cari tiket yang online. Apalagi dengan berkurangnya saingan, well.. seneng kan ya? Eh, ternyata, H-1 ada pengumuman kalau pembelian secara online baru bisa dilakukan jam 10 pagi, sedangkan pembelian offline (di kantornya langsung) bisa dilakukan sejak jam 9 pagi. Otomatis saya senewen. Apalagi di grup sudah mulai ribut. Saya semakin stress. Nggak tau apa yang memicu saya stress pokoknya saya pengen dapat cepet-cepet aja.
Setelah kami berempat online dan menunggu sampai sekitar jam setengah 10 kurang, saya sempat mengamati riweuh-nya teman-teman saya yang dari Philippines itu buat cari tiket yang di KL. Antara mupeng karena mereka dapat red zone (which is depan sendiri dan dekat sekali T__T), dan tidak lama setelah mereka dapat, red zone-nya sold out. -__-“ Oke. Saya mulai shock.

Beberapa kali refresh akun saya di situs online penjualan tiketnya, itu event belum available-available juga buat dipesan. Akhirnya sekitar jam setengah 10 lebih sedikit, saya refresh dan taraaaa..!! di sanalah event yang saya cari. Dengan panik saya langsung klik dan ikuti prosedur yang sebelumnya sudah saya pelajari. Sambil berkomunikasi dengan teman-teman saya tentunya, pada dapet apa nggak. Bahkan yang di Jogja juga mback-up-in dengan order juga, in case saya gagal dapat. Bodohnya, karena panik, waktu masuk page opsi pembayaran, saya nggak lihat metode yang bisa saya pilih, dan dengan sangat bego-nya langsung saya back (karena panik jangan-jangan saya lupa mencet apaaa gitu). Akibatnya, saya harus ngulang dari awal lagi dan baru ke dua kalinya saya sadar kalau saya cuma harus scrolling halamannya ke bawah. *tepok jidat* Dan setelah itu, well.. bayar dan akhirnya saya bisa dapet tiket presale-nya. Begitu juga dengan kedua teman yang berjuang di negara lain itu (meskipun mereka semacam lebih riweuh).. :D
Nah, yang mengejutkan, cuma beberapa menit setelah itu, ada pengumuman kalau tiket presale sudah tidak available, habis. Wow. Ternyata cepat juga habisnya. Dan bahkan ada yang laporan kalau sejak counternya di buka jam 9 sampai tiket presale-nya habis itu, yang dilayani di sana baru 11 orang. Cuma mereka yang kebagian. Gee. I didn't expect that.. XD

Dan jadilah hari itu saya malah semacam memantau perkembangan penjualan tiketnya. Well, I can't help it. Lagipula anak-anak grup banyak yang protes dan ribut juga, entah gimana cara bayarnya, harganya berapa, dll (and honestly, that’s kind of annoying). Dan bahkan sekitar siang itu (belum sore pokoknya), ada kabar bahwa dari 3000 kuota yang disediakan, 2000-an udah terjual. Mehh.. Seriously?? :O Saya antara bangga tapi juga jadi nervous besok pas nonton gimana. LOL

Well, yang jelas, kata salah satu yang memantau di kantor penjualan tiket resminya, petugasnya sampai kewalahan ngurusin semua pembeli yang ternyata memang hari itu membludak sekali. Bahkan sempat ada insiden pajak yang harus dibayarkan untuk tiketnya lupa dimasukkan ke harga tiketnya sekalian. Jadilah besok saya pas nonton harus bawa duit pajak buat dibayarkan. XD Dan pihak promotornya pun ikut jualan tiketnya langsung jadinya, tapi cuma di Bandung.

Saya nggak tahu sejauh mana kepopuleran band ini di sini. yang jelas sih jauh, jauuuhh lebih banyak dari awal pertama kali saya suka (ya iyalah~). Waktu itu, dengar namanya pun mungkin orang sudah berasa "ziiiiiinng~, apaan tuh?”. Sekarang? Banyak sekali yang menunggu mereka datang. Bangga, jelas. Tapi harapan saya, semoga yang suka dengan mereka benar-benar suka dan nggak cuma ngikutin arus saja. As I said over and over again, I hate mainstream. And this band's too precious to be one of them. Dan saya berharap semoga tahun depan saya bisa lihat dimanaaa gitu. Mengingat tahun ini saya "belum direstui" untuk bisa nonton di KL atau S'pore. Tapi, dengan terwujudnya beberapa harapan saya di tahun ini, saya semakin yakin kalau tahun depan saya bahkan bisa mengusahakan ke sana.. :3
Well, kepedean sih. tapi biarlah. Amiin~ Dan beruntung sekali beberapa orang di fandom benar-benar bisa menyemangati saya untuk itu. Yeah~ Mungkin kami malah bisa reunian di sana suatu hari (eh, tapi kan belum pernah ketemu langsung ya? apa bisa disebut reunian? XD).

Oh, well..

LET'S WAIT FOR NOVEMBER!! I'M COMING, BABY~!!!! *excited*

Monday, June 10, 2013

THE BIG DREAM IS COMING..!!!


Sorry. Saya nggak bisa santai nulis judulnya.. *lol*

Baru beberapa waktu yang lalu saya ngomongin hal ini, dan ternyata hari ini saya sudah mendapatkan jawabannya..

YES!! NOTE IT!! MY BIG DREAM IS COMING TRUE!! 
One of many at least.. :)

Jadi, hari ini, sehabis interview satu orang di kantor, saya kembali ke meja dan entah kenapa rasanya pengen banget ngecek News Feed di FB. Padahal biasanya saya males banget ngecek News Feed. Dan ternyata, setelah saya buka.. JENGJENGJEEEEENGG!!
Konser yang saya tunggu-tunggu kedatangannya diumumkan. Dan reaksi saya waktu itu adalah shock. Nggak berasa badan saya udah gemeteran saking seneng dan nggak percayanya. Bahkan beberapa jam setelah itu perasaan saya masih nggak tenang.

So, langkah selanjutnya saat itu adalah membawa hysterical gara-gara hal ini ke fandom tumblr dan saya malah semakin histeris. Bersama dengan fans lainnya. Great. Sebelum semuanya berakhir saya nggak akan bisa tenang.. Seriously.. -___-

But the point is, saya jadi lebih percaya sama firasat! Feeling! Apapun sebutannya itu!
See? Saya sudah menunggu konser ini dari tahun kemaren. Bahkan sebenarnya berharap mereka udah datang sejak dulu. Tapi ternyata masih belum bisa. Popularitas mereka belum terlalu naik (seperti sekarang) dan mereka masih memilih negara-negara yang terhitung common untuk didatengin sama band Jepang; Korea, Taiwan, dan Singapore. Pupuslah harapan saya headbang massal tahun lalu..

Dan akhirnya awal tahun 2013, saya memastikan kepada diri sendiri bahwa mereka pasti bakalan ke sini, apapun yang terjadi. Lalu kemudian, single dan album mulai keluar dimana diantaranya padat jadwal recording. Dan setelah itu festival. Belum lagi sekarang masih ada national tour. Dan akhir-akhir ini ada pengumuman European Tour. Oh God. Saya sempat khawatir keinginan saya harus dipending untuk tahun depan, tapi tetap percaya mereka ke sini secepatnya. Dan ternyata… O YEAH~!!! Betapa bahagianya saya Amuse mengumumkan Asia Tour dan Indonesia masuk di dalamnya.. :3

Sebenarnya saya masih belum santai. Perjuangan masih cukup panjang. Yang paling menakutkan adalah ticket war! Mungkin seharusnya nggak terlalu khawatir seperti itu sih. Tapi masalahnya, fandom band ini terlalu loyal dan bahkan fans dari luar Indonesia pun niat banget mau dateng ke konser yang di sini. Mau nggak mau saya harus bener-bener siap mental untuk rebutan. Belum lagi, hal ini diperparah dengan fakta bahwa tiket European Tour yang dijual beberapa waktu lalu langsung ludes dalam kisaran waktu 2 menit (dan akhirnya pihak promotor nambah tanggal lagi setelah di-"abuse" sama fans yang nggak kebagian tiket). WHAT THE..??!! Sah sah saja kan saya jadi parno begini? -_-

Well then. Yang jelas, salah satu mimpi saya mulai terlihat. Meskipun belum sepenuhnya tergenggam, saya jadi lebih percaya dengan keyakinan. Mungkin gambar yang saya bayangkan di kepala saya setiap malam itu akan berbuah manis. I hope so.. I really hope so.. 
And now.. Prepare for the battle!!! *pasang ikat kepala* *aktifkan radar*

Friday, February 17, 2012

Next Stop: Surabaya!! :)


Ternyata perjalanan saya Februari ini nggak berhenti di Medan. Pada akhirnya, saya juga diutus untuk berangkat ke Surabaya.. :)

Well, setidaknya persiapan ke Surabaya sedikit lebih matang dibandingkan ketika di Medan. Tiket dan hotel sudah dipesan. Tinggal ngurus rental. Pun sepertinya jadwal interview dengan klien juga lebih matang. Dan akhirnya, berangkatlah saya ke Surabaya dengan tandeman yang sama ketika di Medan.

Jarak airport dengan Surabaya Plaza Hotel yang merupakan tempat kami menginap lumayan jauh. Dan ternyata saat kami sampai di airport, di Jalan A.Yani. Surabaya katanya ada truk terguling dan mengakibatkan kemacetan sampai 3 jam lamanya. Akhirnya, bujuk rayu salah satu perusahaan taksi di dalam bandara yang menginformasikan hal itu serta memasang tarif yang lumayan tinggi kami terima dengan pertimbangan; kami yang sama-sama belum pernah menginjakkan kaki ke Surabaya ini males banget kalau harus berurusan dengan calo geje yang keamanannya juga belum jelas.
Beneran tua di jalan deh! Bapaknya muter-muter jauh banget sampai akhirnya pas kami nyampe udah ngantuuuuukkk banget rasanya.
Apa mau di kata, harus keluar dulu cari makan malam sambil observe target di mall. Dan ternyata.. kami dapet bebek goreng + nasi murah yang harganya cuma 5.500. Agak heran sama harganya, bebek kok murah banget. Ternyata porsi bebeknya keciiiillll banget! Saking kecilnya kami merasa kayak dikasih porsi makan anak kecil. Nah, berhubung masih lapar, diputuskan untuk cari Rujak Cingur. Dapet semacam food court yang mirip tempat pertama, tapi kesannya lebih bersih dan nyaman. Lhah! Tapi... Pesen rujak cingur kok nggak ada cingurnya? Rasanya aneh pula.. *geleng-geleng kepala*

Satu hal yang saya noticed, cuaca di Surabaya itu nggak bisa terprediksi, disamping hawanya yang panas. Tiba-tiba bisa hujan, tiba-tiba bisa panas. Hhhhhh...

Pulang dari jalan-jalan, rasanya udah capeeeeeeekk banget! PR yang tadinya dibawa dan rencananya bakal digarap di hotel jadinya nggak tersentuh sama sekali. Pun rasanya pas bangun tidur beneran nggak pengen beranjak dari kasur. Maunya tiduran. Males kerja. Dan rasanya bad mood banget deh pokoknya. No excitement at all..
Tapi ya bagaimanapun tetep harus kerja. Se-nggak-mood apapun rasanya, tetep ada kerjaan yang harus dilakukan. Berdoa aja deh akhirnya supaya kerjaannya cepet kelar biar bisa jalan-jalan dan wisata kuliner.
Btw, kami mulai interview jam 10 pagi, tapi dijemput sama supir rentalnya jam 8 pagi. Sebegitu jauh kah jarak tempatnya dari Hotel? Ternyata terjawab, kami kecepetan! Dan akhirnya karena waktu masih 1 jam sebelum kerjaan dimulai, kami diajak Pak Supir jalan-jalan ke Masjid Agung Al-Akbar Surabaya. Kami juga sempet naik lift ke menaranya lhoh! Dan melihat betapa bagusnya pemandangan kota Surabaya dari atas sana.. :D
Ada untungnya juga kepagian..

Dan harapan terkabul!
Kerjaan sudah selesai jam 3, dan kami memutuskan untuk cari bebek Kayu Tangan. Katanya terkenal banget di Surabaya. Setelah dicoba.. Hmmm... xa
Enak abisss!!! *nulis ini malah jadi pengen lagi.. (ngiler)*
Sayangnya, cita-cita mampir ke tempat es krim yang-enak-banget-yang-saya-lupa-namanya nggak kesampaian karena kata Pak Supir rental mobil yang mengantar kami, waktunya sudah mepet dan sebaiknya langsung ke Airport. Jadwal take-offnya jam 19.45 sih, cuma karena Surabaya sering macet juga ya akhirnya nggak mau ambil resiko. Ternyata... kami kecepeten dan harus nunggu lama sampai pesawatnya berangkat. Ternyata lagi.. pesawatnya delay dan membuat kami harus nunggu lebih lebih lama lagi (plus terkantuk-kantuk dan lemes).
Nyampe kosan jam setengah 11, meskipun lebih mending daripada waktu dari Medan kemaren, tetep aja waduh. Masih harus beres-beres, tertidur pulas, dan akhirnya kesiangan gara2 tidurnya terlalu pulas sampe nggak denger alarm. (efek samping: berangkat ngantor jam 9 pagi dan harus balik lagi ke kos gara-gara oleh-olehnya ketinggalan. Bener-bener olahraga pagi yang sehat.. wkwkwkwk)

And here I am, ngetik pengalaman kemaren sambil masih terkantuk-kantuk dan malas mengerjakan kerjaan yang sumpah saking banyaknya sampai bingung yang mana dulu yang harus dikerjain. Shoot..
Well, setidaknya pengalaman ke Surabaya seru.. Nambah life experience dan tentunya, membuka wawasan saya serta menyadarkan bahwa di dunia ini masih banyak tempat yang belum terjelajahi..
:)

PS: Saya nyantol di Periplus bandara Sekarno-Hatta dan akhirnya keluar membawa sebuah buku, "Bartimaeus: The Ring of Solomon". You know, sampai sekarang halaman yang terbaca masih 18. Good book, bad timing.. *semakin sigh*


Ayo kita tidur saja.. *yawn*


Masjid Agung Surabaya.. :D


Hasil njepret di dalam mobil.. :p


Pemandangan kota Surabaya dari Menara Masjid ya gini nih.. 
XD


Lagi.. Dari atas sana.. :D


Again and again.. :D


Tumben-tumbenan narsis ini.. haha


Narsis lagi.. :pp


Mengingatkan saya sama Maskam UGM.
Jadi kangen Jogja.. :(


Malah berasa kayak di Pantai nggak sih? O.o


Keisengan di dalam mobil.


.. Saya juga nggak tau kok ini gedung apaan .. (??)


Dan akhirnyaaaa...
Bebek Kayu Tangan..!!! xa


Ini nih buku yang saya beli di Airport..
Lumayan, buat investasi.. :ppp


*END*

Monday, February 13, 2012

It's Medaaaaaaaaannn~ *A Short-trip Story* :)


Di postingan sebelumnya, saya udah curhat masalah kerjaan yang sangat amat seabreg sekali. Dan akhirnya, pekerjaan juga-lah yang mengharuskan saya dinas ke Medan. Yeah~
Lumayan deh bisa jalan-jalan gratis.. :p

Ini pertama kalinya saya keluar dari pulau Jawa. Dan ini pertama kalinya saya pergi naik pesawat? Katro, eh?? Biarlah.. Yang penting cita-cita saya dari kecil buat bisa naik pesawat kesampaian juga. :p
Sebenarnya sih sambil sekalian pengen ngetes dan mencari tahu, apakah saya ini takut terbang? Atau mabuk udara? Ok, kita tunggu jawabannya.. :D

So.. dengan persiapan dadakan (baca: satu hari sebelumnya), klien yang meminta tim kami ke Medan baru ngasih jadwal dua hari sebelumnya. Kami yang satu tim dua orang ini sempet kelabakan. Soalnya, koordinator yang ngurusin proyek langsung bilang, "Siap ke Medan, ya?"
Dhoeeennnkkk...!! Antara excited sama stress. Excited karena saya bakalan dapat pengalaman baru, dan stress karena saya bingung apa yang harus dilakukan. Udah gitu temen saya yang biasanya ngurusin pesenan tiket pesawat, hotel, dll. lagi tugas di luar. Jadilah, kami berdua yang harus 'belajar ngurus' itu. Oia, FYI, klien yang ini bukan termasuk klien yang udah nyedian tempat nginep, tiket pesawat, dll. Even sukanya ngasih jadwal interview dadakan dan bikin semua kalang kabut.

Dengan bantuan sang bos dan teman satu tim saya yang lebih berpengalaman ke luar kota, kami pesen tiket pesawat, hotel, dan rental mobil buat sehari di Medan. Ribet juga ternyata. Dan akhirnya, dengan berbekal baju seadanya (karena cuma sehari), kami siap berangkat hari Kamis kemarin. Pesawat take off jam setengah tiga. Dan untuk menghindari macet, kami udah berangkat dari kantor  jam 11. Alhasil, nunggunyaaaaa... Kayak anak ilang. *sigh*
Anw, saya sambil belajar gimana ngurus ini itu di bandara. Nuker tiket yang transaksinya online lah, check in dimana, bla3. Sampai ke mana harus nunggu pesawatnya. Pokoknya perintah bos adalah: Pelajari itu! Biar next time kamu ke luar kota sendiri udah bisa. Glek! *nelen ludah*

Pertama kali naik pesawat saya excited tapi deg-degan. Bayangan saya dulu sih, sempet ragu bakal suka naik pesawat. Soalnya terkadang naik lift aja saya rasanya udah mual. Pesawat = lift raksasa kalau buat saya waktu itu. Eh, ternyata... Saya ketagihan! XDDDD
Take off sama landing-nya sih emang rada bikin deg-degan. Apalagi kuping ini rasanya buntet mulu. Tapi amboiii.. pemandangan yang disajikan begitu hebat sampai saya speechless. Rasanya beneran kayak liat peta. Asyik aja. Dan 'subhanallah' selalu meluncur dari mulut saya.
Anw, di pesawat juga ternyata enak-enak aja, terutama pas ketinggian udah stabil. Rasanya kek naik kereta aja ternyata. Dan sepanjang perjalanan saya habiskan untuk nonton film.

Sampai di Medan, kami sempet bingung karena harus dapet taksi menuju hotel. Nah, karena biasanya  mobil jemputan udah disediakan, temen saya ini bingung nyari taksi yang bukan calo gimana. Secara kan banyak banget yang sukanya deal-deal-an dengan nembak tarif dan bukan taxi beneran. Setelah bingung-bingung dan mencoba menghindari bapak2 serem, kami ditawarin sama bapak2 satunya yang katanya sih termasuk supir taksi yang sah di situ (pake name tag). Meskipun masih nembak tarif,  dan karena bapaknya medhok dan keliatan jawa (seenggaknya nggak seserem yang pertama), kami naik juga.
Hotelnya sih lumayan ya buat bintang tiga. Tapi pelayanannya agak bikin emosi. Kami yang pesen twin bed dapetnya king size. Udah gitu buka jendela nggak dapet pemandangan oke, tapi malah dapet pemandangan resepsionis. Dari luar pun nggak keliatan kalo hotel. Merasa agak salah pilih hotel, setidaknya kamarnya cukup nyaman.
Habis check-in, sesuai perintah bos, kami observasi. Ke mall deh akhirnya, Plaza Medan Fair, haha. Sambil nyari makan sambil kerja ya gini jadinya. Dan ujung-ujungnya, kenapa saya jadi belanja sabun muka dan shampo??? (-_______-)a
Setelah dapet makan dan capek jalan-kami balik ke hotel. Saya sama temen saya ditawarin naik bentor. Katanya kalau ke Medan harus naik bentor. Eh, naiklah akhirnya. Abangnya nyeremin nyetirnya, mana salah nganter. Harusnya ke anaknya hotel, malah ke induknya. Ealah... Minta tarif tambahan pula..
Sampai di kamar pengennya sih langsung tepar habis mandi. Tapi jadinya malah nemenin temen saya nglembur garap kerjaan yang belum kelar. Dan setelah jam 12 kami udah mapan di kasur, lampu udah mati semua, apa yang terjadi? Kami malah bikin mie sambil nonton tipi. Hyaaaa~

Dan hari berikutnya, setelah check-out, kami habiskan dengan KERJA! Mana sempet ada insiden nggak tau alamat perusahaannya. Perasaan juga supir mobilnya orang Medan, tapi nggak tau jalan. Nanya ke orang juga pada nggak tau. Astaga. Aneh bener..
Kerja (yang sangat melelahkan dan termasuk ngejar-ngejar responden di tempat perbelanjaan) selesai jam 4. Nyari oleh-oleh, nyari makan, dan langsung ke airport. Nunggu pesawat dengan bosan, dan di pesawat saya sukses nggak bisa tidur. Ngomong-ngomong, liat kota Jakarta di malam hari dari ketinggian itu seperti liat peta cahaya, ya.. Sayang nggak bisa difoto. Huhuhu

Overall, perjalanan ke Medan menyenangkan, penuh dengan pengalaman baru buat saya. Tapi ya itu, yang namanya dinas ya efek sampingnya nggak bisa bebas jalan-jalan. Capek udah jelas. Saya pulang juga langsung tepar (baru nyampe kosan jam 12 malem lebih). Tapi seenggaknya, pelan-pelan keinginan saya sudah mulai tergenggam.. :)

Bosannya menunggu pesawat..


Gambar pertama yang saya ambil di Medan. 


King Size Bed yang di luar dugaan.


Makan malam pertama: Nasi Goreng Seafood.. :a


Kerja.. Ayo, kerja..


Makan sore terakhir. @Waroenk Nenek


How cool it is to find something like this! :)


Sundanese style.. Ehm.


Yak. Sop daging sapi siap disantap..


Menunggu pesawat part 2..


Bersama dengan kawan yang sama-sama geje.. XD


Bosannya.. :(


Dan oleh-oleh sederhana.. ;)


**END**

Tuesday, May 24, 2011

I Couldn't Find Happiness in the Closet, Where is It??

Beberapa kali saya menonton film The Pursuit of Happyness. Beberapa kali juga saya menangis melihat perjuangan seorang ayah yang rela melakukan apapun untuk kebahagiaan putra satu-satunya.

Seperti itukah perjuangan yang sesungguhnya? Selama ini berani-beraninya saya bertanya-tanya, apakah yang saya lalui selama ini sudah cukup berat?
Tak bisa dipungkiri kalau saya sering mengeluh dalam melakukan sesuatu. Tak bisa saya tolak kalau selama ini saya sering merasa lelah dengan apa yang saya lakukan. Tapi saya tidak menyadari bahwa terkadang apa yang saya lakukan sama sekali tidak sesulit yang saya keluhkan. Saya hanya kurang bisa membuka mata dan melihat sekitar saya. Saya hanya kurang  bisa melihat perjuangan orang lain yang lebih besar dari saya.

Pernah saya merasa bahwa Tuhan tidak adil. Pernah saya merasa bahwa sudah seharusnya saya mendapatkan apa yang saya inginkan selama ini. Dan sekarang, pantaskah saya bilang seperti itu?

Saya punya banyak mimpi. Saya punya cita-cita. Dan saya yakin suatu hari saya bisa mencapai semua yang saya cita-citakan itu. Saya tak ubahnya sosok ayah dalam "Pursuit of Happyness" yang mencoba mencari kebahagiaan dalam hidup. Bedanya, saya mencari kebahagiaan lebih untuk diri sendiri saat ini. Tapi dia mencari kebahagiaan untuk anaknya, baru dirinya sendiri.

Mungkinkah saya membuka mata di suatu pagi dan menyadari bahwa apa yang saya inginkan tercapai? Bisa jadi. Tapi sampai sejauh ini, belum banyak yang bisa saya rasakan. Pertanyaan lain kemudian muncul. Apakah saya kurang bersyukur?
Manusia tak ubahnya sosok yang addict akan hadiah. Ketika Tuhan memberikan satu, ia akan meminta satu lagi. ketika satu lagi itu sudah tercapai, ia masih berani meminta lagi. Salahkah? Saya tidak bisa menyalahkan karena saya masih sering seperti itu. Saya tidak bisa juga membenarkan karena benar dan salah juga relatif. Lantas?

Saya nggak tahu jawabannya. Yang saya tahu, saya hanya berusaha untuk tidak menjadi orang yang terlalu egois. Saya berusaha untuk menjadi orang yang lebih menghargai apa yang saya punya, dan terutama, lebih melihat apa yang diraih seseorang sebagai buah dari apa yang ia usahakan.
Jadi, saya masih belum mewujudkan beberapa mimpi saya. Hanya satu kemungkinan. Karena saya tidak berusaha sekeras seharusnya. Atau karena saya belum berjuang semaksimal yang saya bisa. Atau yang lebih klise lagi, karena takdir memang belum mengijinkan demikian.

Apa yang mereka bilang itu? Penyesalan selalu datang terlambat?
Ya, ada bagian dari diri saya yang menyesal karena saya tidak menyadari hal ini sedari dulu. Tapi bagian diri saya yang lain meyakinkan saya bahwa tidak ada kata terlambat. Sounds too cliche? Mungkin. Tapi itu yang benar-benar saya rasakan selama ini. Bagaimanapun, cliche adalah bagian dari kehidupan.

Jadi, saat ini saya ingin menyemati diri saya, "You go, Girl!!!"