Showing posts with label Galau. Show all posts
Showing posts with label Galau. Show all posts

Monday, June 10, 2013

THE BIG DREAM IS COMING..!!!


Sorry. Saya nggak bisa santai nulis judulnya.. *lol*

Baru beberapa waktu yang lalu saya ngomongin hal ini, dan ternyata hari ini saya sudah mendapatkan jawabannya..

YES!! NOTE IT!! MY BIG DREAM IS COMING TRUE!! 
One of many at least.. :)

Jadi, hari ini, sehabis interview satu orang di kantor, saya kembali ke meja dan entah kenapa rasanya pengen banget ngecek News Feed di FB. Padahal biasanya saya males banget ngecek News Feed. Dan ternyata, setelah saya buka.. JENGJENGJEEEEENGG!!
Konser yang saya tunggu-tunggu kedatangannya diumumkan. Dan reaksi saya waktu itu adalah shock. Nggak berasa badan saya udah gemeteran saking seneng dan nggak percayanya. Bahkan beberapa jam setelah itu perasaan saya masih nggak tenang.

So, langkah selanjutnya saat itu adalah membawa hysterical gara-gara hal ini ke fandom tumblr dan saya malah semakin histeris. Bersama dengan fans lainnya. Great. Sebelum semuanya berakhir saya nggak akan bisa tenang.. Seriously.. -___-

But the point is, saya jadi lebih percaya sama firasat! Feeling! Apapun sebutannya itu!
See? Saya sudah menunggu konser ini dari tahun kemaren. Bahkan sebenarnya berharap mereka udah datang sejak dulu. Tapi ternyata masih belum bisa. Popularitas mereka belum terlalu naik (seperti sekarang) dan mereka masih memilih negara-negara yang terhitung common untuk didatengin sama band Jepang; Korea, Taiwan, dan Singapore. Pupuslah harapan saya headbang massal tahun lalu..

Dan akhirnya awal tahun 2013, saya memastikan kepada diri sendiri bahwa mereka pasti bakalan ke sini, apapun yang terjadi. Lalu kemudian, single dan album mulai keluar dimana diantaranya padat jadwal recording. Dan setelah itu festival. Belum lagi sekarang masih ada national tour. Dan akhir-akhir ini ada pengumuman European Tour. Oh God. Saya sempat khawatir keinginan saya harus dipending untuk tahun depan, tapi tetap percaya mereka ke sini secepatnya. Dan ternyata… O YEAH~!!! Betapa bahagianya saya Amuse mengumumkan Asia Tour dan Indonesia masuk di dalamnya.. :3

Sebenarnya saya masih belum santai. Perjuangan masih cukup panjang. Yang paling menakutkan adalah ticket war! Mungkin seharusnya nggak terlalu khawatir seperti itu sih. Tapi masalahnya, fandom band ini terlalu loyal dan bahkan fans dari luar Indonesia pun niat banget mau dateng ke konser yang di sini. Mau nggak mau saya harus bener-bener siap mental untuk rebutan. Belum lagi, hal ini diperparah dengan fakta bahwa tiket European Tour yang dijual beberapa waktu lalu langsung ludes dalam kisaran waktu 2 menit (dan akhirnya pihak promotor nambah tanggal lagi setelah di-"abuse" sama fans yang nggak kebagian tiket). WHAT THE..??!! Sah sah saja kan saya jadi parno begini? -_-

Well then. Yang jelas, salah satu mimpi saya mulai terlihat. Meskipun belum sepenuhnya tergenggam, saya jadi lebih percaya dengan keyakinan. Mungkin gambar yang saya bayangkan di kepala saya setiap malam itu akan berbuah manis. I hope so.. I really hope so.. 
And now.. Prepare for the battle!!! *pasang ikat kepala* *aktifkan radar*

Monday, May 27, 2013

Festival. Tribute. And of course.. Dreams.

  1. Sudah sejak beberapa bulan lalu, di grup sempat ramai bahwa tanggal 25-26 Mei 2013 akan ada festival Jepang Ennichisai dan rencananya, bakalan ada performance dari beberapa band yang akan membawakan lagu-lagu dari band favorit saya. Oke. Saya tertarik sih, tapi sebatas itu aja. Nggak ada rencana lebih jauh apakah saya nanti mau nonton, atau saya lewatkan begitu saja.

  2. Sekitar dua bulan yang lalu, sempat heboh kabar dari salah seorang vokalis band alternative di Indonesia yang saat itu lagi ke Jepang dan nonton band favorit saya manggung (bahkan ketemu personilnya langsung). Orang ini bilang kalau mereka bakalan ke sini dua bulan lagi! Hell! Tentu saja orang tersebut bikin fandom Indonesia geger. Belum lagi semua langsung pada nggak santai dan menebak-nebak kapan mereka bakalan datang. But then, there weren’t any official news, dan pada akhirnya, isunya berlalu (meskipun kadang masih ramai dibicarakan).

  3. Sebulan yang lalu sepertinya, salah seorang admin grup yang memang sangat getol meminta kami semua datang ke Ennichisai untuk support acara tribute-nya, dapat kabar yang cukup bikin shock. Katanya, pihak Ennichisai sudah bicara dengan direktur dari label band favorit saya di Jepang itu dan akan mengirimkan footage acara tribute-nya nanti. Yang bikin nggak santai adalah, kalau mereka lihat dan merasa bahwa antusiasme penonton di sini tinggi, mereka bakal merencanakan untuk konser ke sini, soon.

    Reaksi saya atas berita-berita di atas:
  1. Hmmm.. saya biasa aja dengerin yang ini. I mean, sudah banyak sih festival-festival yang ada, dan band yang mengcover band favorit saya itu sudah banyak. Jadi saya nggak merasa ini special-special amat.
  1. Galau.Sumpah saya galau gara-gara si vokalis (tidak bertanggung jawab) itu seenaknya menyebar berita yang tidak jelas juntrungannya. Terlebih tidak diikuti dengan informasi yang lebih jelas. Pada akhirnya saya nggak bisa tidur dan bingung. Tapi lama-lama biasa aja sih, terutama setelah otak saya lebih encer dan bisa menganalisis faktor-faktor kemungkinan yang bisa dikaitkan.
  1. Panik.Yang ini jujur yang paling membuat panik. Karena dengan pengumuman itu, mau nggak mau saya harus datang dan nonton. Saya harus berpartisipasi. Malu dong ya rasanya selama ini cuma ngarep mereka datang tapi nggak ada usaha maksimal. Maka dari sinilah, saya bertekad untuk ikutan.

Nah, masalahnya, teman yang saya asumsikan bisa diajak janjian malah nggak bisa datang karena suatu hal. Otomatis saya harus improvisasi. Mencoba mengajak beberapa teman lainnya, saya masih gagal. Pada nolak/nggak bisa semua.
Oke. Mungkin bingung kenapa saya harus ada temennya? Satu, karena saya nggak tau tempatnya. Dua, acaranya malem dan saya nggak mau jadi anak ilang sendirian. Tiga, saya masih belum siap mental menghadapi ramainya suasana di sana sendirian. 

Dan akhirnya jelas sudah. Saya tidak ada temannya. Tapi di hari H, tepatnya hari Minggu kemarin, saya akhirnya berniat ke diri sendiri mau ke sana, entah gimana caranya. Sempat berpikir untuk naik ojek, karena jelas si abang bisa lebih tahu tempatnya. Naik angkot opsi kesekian karena saya nggak yakin juga turunnya dimana. Bisa tanya sih, tapi jiwa petualang saya masih malu-malu buat keluar dari persembunyiannya. Dan naik taksi? Hmm.. ini opsi yang paling mahal dan sebisa mungkin ditekan kemunculannya.

Karena saya bingung menentukan transportasi, akhirnya saya tanya ke salah satu teman kantor saya yang berniat ke sana juga hari Sabtunya (which is sudah lewat). Setelah whatsapp-an, teman saya malah menawarkan bareng karena ternyata hari sebelumnya dia nggak jadi ke sana. Seneng dong ya? Saya sambut dengan riang dan akhirnya kami rencanakan perjalanan hari itu. Dari sore.
Celakanya, saat saya sudah siap berangkat dan tinggal berdiri aja gitu, hujan deras tiba-tiba mengguyur daerah kosan saya. Hujan yang kalau saya prediksi bisa mengakibatkan banjir di jalan sebelah kalau terus-terusan turun sepanjang  hari. Agak putus asa, saya akhirnya panik. Jadi apa enggak?! Mana teman saya nggak bisa dihibungi. Setelah menunggu reda dan minta kepastian (tentunya dengan susah payah dan berkali-kali ada keinginan mbanting HP saking keselnya), akhirnya kami berangkat juga, janjian di satu tempat.

Sampai sana, oh my God.. Ramainya melebihi job fair. Kami hampir nggak bisa gerak. Rencananya saya sama temen saya ini mau misah. Dia ada janji sama temennya yang lain, dan saya jelas mau nongkrongin panggung sambil nunggu acaranya mulai. Dan setelah telpon-telponan dengan si admin beberapa kali (karena benar-benar kami seperti anak ilang dan tidak tau arah), sampailah juga di depan panggung setelah bersusah payah menyeruak kerumunan. Suasana sudah ramai. Dan segera saat acara mau mulai, saya ditinggal teman saya sendirian.

Dan di sinilah bagian yang tidak terduga. Saya bisa enjoyeven saya nggak kenal sama sekali sama samping kanan, kiri, depan, dan belakang saya. Orang-orang itu asing semua. Tapi saat semua band-nya perform, kami punya kesamaan, sama-sama antusias. Nggak kebayang deh gimana lost control-nya saya waktu itu. Mungkin orang yang kenal saya nggak akan nyangka saya bisa jumpingheadbang, sampai nyanyi sekenceng mungkin yang akhirnya membuat tenggorokan saya sakit dan suara saya habis. But hey, I had fun. Dan meskipun akhirnya saya harus rela pulang naik taksi karena kaki saya rasanya sudah nggak karuan, plus saya hari itu cuma makan satu kali (sebelum nonton itu), tak apalah.. Saya lebih pengen berharap bahwa apa yang saya lakukan nggak sia-sia. Saya cuma pengen satu: keinginan saya yang sedari dulu saya bangun dalam mimpi itu bisa jadi kenyataan.

I know it seems silly. Mungkin beberapa menganggap hal itu tidak penting. But they’re my energy. Salah satu hal yang bisa membuat saya waras ditengah ketidakwarasan. Dan meskipun untuk orang lain perencanaan yang saya lakukan cukup remeh temeh, saya merasa “alangan” yang saya hadapi sebelumnya menjadi sebuah bukti yang bisa lebih memantapkan hati bahwa keinginan saya bisa tergenggam sebentar lagi. 

Soon dear, we’ll meet each other soon.. :)

PS. Saya hampir lose control saat berpapasan dengan salah satu cosplayer yang memerankan Jack Frost, karakter animasi satu-satunya yang bisa membuat saya jatuh cinta (#eh). Entah berapa lama saya memandangi masnya dalam diam saat dia lewat. Dua kali bahkan. Tapi saya terlalu tengsin mau minta foto.. -___-"

Sunday, September 9, 2012

Inspirations. We Just Need to Know Where to Look..


Beberapa hari ini saya merasa down. Loading kerjaan yang terlalu banyak membuat stres saya menumpuk dan akhirnya saya sampai pada satu titik dimana saya rasanya cuma bisa menangis, menangis, dan menangis. Sepanjang malam. Kecapekan setelah interview banyak orang di satu hari, kepala saya mendadak sakit luar biasa. Belum lagi capeknya dari luar kota masih tersisa. Kerjaan yang diforsir berminggu-minggu sampai terasa nggak ada liburnya juga sepertinya numplek jadi satu. Saya nggak tau sih itu murni psikosomatis atau memang dasarnya kepala saya lagi rawan sakit kalau sudah stres begitu. Yang jelas, setelah mendengar kabar bahwa besoknya ternyata saya harus mengulang kerja berat yang sama seperti hari itu (all over again), emosi saya meledak. 
Rasanya sangat sangat sangat merasa bahwa dunia ini tidak adil. Di antara beberapa orang yang bisa ditunjuk, kenapa mesti saya? Pikiran positif yang biasa merayap dalam benak saya tahu-tahu hilang. Sepanjang perjalanan pulang saya bahkan sempat mewek karena nggak bisa nahan sakit kepala dan rasa sesek yang nggak bisa terungkapkan dengan baik.

Dan akhirnya, setelah bergalau semalaman (literally galau bagaimana saya harus bersikap), satu sosok yang beberapa bulan belakangan gencar menjadi isnpirasi saya sekelebatan terngiang dalam benak saya. What if he's in my position?? What will he do??
Saya mulai berasumsi. Mengaitkan satu pemikiran ke pemikiran lain yang sebisa mungkin saya pikirkan malam itu. Di tengah kegalauan akut akhirnya saya bisa menemukan celah positif yang sebelumnya hilang. Di tengah kebimbangan bersikap, saya bisa mencoba menguatkan diri saya sendiri untuk bersikap berani dan mengambil resiko yang tadinya urung saya lakukan. 
Oke. Satu cowok dari OOR ini berhasil membuat saya berpikir bahwa dia tidak akan mungkin menyerah menghadapi situasi yang sama. Dan saya juga bisa membayangkan, semarah dan sekesal apapun dia, ketika saya bisa memahami karakternya sebagai seorang individu, dia adalah sosok yang tangguh dan tidak akan pernah berhenti berusaha, sesulit apapun itu. Tipikal orang yang ngaya
Dan itu yang menjadi motivasi saya. Berpikir juga bahwa ketika cowok itu tahu saya bisa mengalahkan rasa takut dan keengganan saya dalam melakukan sesuatu, ia akan merasa bangga. And I'm sure of it.
Saya ingat satu sesi ketika 2 personil dari band ini mengikuti sebuah siaran di sebuah radio dan memberikan motivasi kepada seorang remaja yang sedang bimbang karena masalah kesehatan. Dengan tulusnya orang ini memberikan semangatnya. Memintanya untuk bertahan dan menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. Dengan suaranya yang sangat menenangkan, saya yang tidak bisa mengerti detil kalimatnya pun merasa terharu. Dan dengan alasan ini pula, saya bertekad bahwa saya harus bisa bertahan.

There. Ketika sebuah band tidak hanya menjadi penghilang kepenatan dengan semua lagu-lagu mereka. Tapi bagaimana masing-masing personil dan perjuangan yang mereka lakukan bisa menjadi inspirasi. I didn't do it for them. I did it for my self. Saya hanya merasa malu tidak bisa melakukan hal yang sama ketika mereka pun bisa melewati hal-hal yang bahkan jauh lebih parah dari yang saya alami. Dan itulah yang menjadi titik kebangkitan saya dari rasa down

So I say, thanks to this wonderful band. Orang-orang biasa ini begitu mengerti bagaimana menjadikan sesuatu yang simple menjadi luar biasa. Sesuatu yang terlihat ringan menjadi begitu bermakna. Mereka semakin membuat saya memahami bahwa hidup yang kita jalani sepenuhnya adalah kontrol dari kita. Kita yang memilih jalan, dan kita yang merasakan akibatnya. Saya memilih jalan ini, dan saya harus sadar dengan resikonya.
I just need to be stronger. That's all it's all about.. :')

"Life is just so much better from your love.."
(Notes'n'Words)


source: 

Tuesday, August 21, 2012

Between Notes and Words

Meskipun saya pernah bertekad nggak akan nulis sesuatu yang galau selama lagi di Jogja, tapi ternyata keluarlah satu hal yang bisa bikin saya galau.. Meskipun yang ini galaunya positif. Apalagi kalau bukan  terkait dengan postingan sebelumnya (yang sebenarnya juga bisa dibilang sumber galau)?? :p

Oke. Dan saya akhirnya dapet single The Beginning!!! Bukan.. Bukan yang bentuknya CD. Tapi file unduhan.. Nggak papa kan ya, sambil nunggu CD aslinya nyampe ke tangan saya, saya unduh dulu satu album itu dari internet? :3

sumber: oneokrock.com

Jadi, ceritanya tanggal rilis resminya adalah tanggal 22 Agustus, which is besok..
Tapi ternyata, setelah saya buka-buka tumblr dan cari apdetan baru (sebenernya yang dicari adalah translate-an interview dari majalah), ternyata malah sudah ada yang mosting salah satu lirik lagu yang ada di single-nya, dan lagu itu sama sekali belum pernah ter-published!! Sumpah saya langsung kalap! Apalagi dari komentarnya, ternyata sang uploader sudah ndengerin lagu itu. And I'm telling you, mbaca lirik lagunya aja udah bikin saya berkaca-kaca saking bahagianya, dan saking bangganya 'cowok itu' bisa bikin lirik sebagus itu.. Simply beautiful.. :')
Dan akhirnya, setelah berjuang keras dengan koneksi internet modem yang rasanya pengen saya banting saking lemotnya, saya berhasil dapat link donlotnya dan donlot satu single yang isinya 3 lagu itu. Dan setelah didengerin (saya langsung menuju lagu yang liriknya bikin saya mbrambangi itu), baru nada-nada pertama, air mata saya sudah menetes saking kesengsemnya saya sama lagu ini..
Entah kenapa mendengar suara gitar akustiknya, dan melodinya yang simple, suara cowok satu itu bisa bikin saya merinding.. Sepanjang lagu saya nangis, tapi senyum.. Baru kali ini deh beneran saya dengerin lagu sampe nangis kayak gitu. Pertama kali ndengerin pula! Entah memang lagunya terlalu bagus, atau saya sudah jatuh cinta setengah mati sama cowok yang satu itu sampai rasanya bahagiaaaaaa banget denger suaranya pas nyanyi lagu baru. Tapitapitapi.. dengerin The Beginning pun rasanya nggak seperti ini.. Padahal The Beginning juga bagus banget! >.<
O iya, ngomong-ngomong, biar ceritanya nggak nanggung, judul lagu yang bisa bikin saya doki-doki dan merinding ini adalah Notes'n'Words.. :)

Notes'n'Words Lyrics
I wanna dance like no one’s watching me
I wanna love like it’s the only thing I know
I wanna laugh from the bottom of my heart
I wanna sing like every single note and word it’s all for you

Is this enough?

I wanna tell you and this is the only way I know
And hope one day you’ll learn the words and say
That you finally see, what I see

Another song for you about your love
‘cause you love the me that’s full of faults
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from your love

I wanna dance the night away with you
I wanna love because you taught me to
I wanna laugh all your tears away
I wanna sing ‘cause every single note and word it’s just for you

Hope it’s enough?

I wanna tell you and this is the only way I know
And hope one day you’ll learn the words and say
That you finally see, how I feel

Another song for you about your love
‘cause you love the me that’s full of faults
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from you love

Not a day goes by that I don’t think
About you and the love you’ve given me
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from your love
Life is just so much better from your love

credit: natgasm.tumblr.com

Dan meskipun single-nya aja belom nyampe ke tangan saya, saya udah nggak sabar mbayangin gimana nanti album ke enam-nya.. Bakalan sekeren apa album itu?? X)
Dan saya semakin menyadari, mereka sudah berkembang dalam bermusik. Jaman-jamannya album mereka masih geje, hingga sekarang, rasanya lamaaaaaaa banget! Dan terlalu banyak drama yang mereka lewati sampai bisa mencapai tahapan sekarang. Tapi drama-drama (yang bahkan bisa bikin saya nangis pas baca ceritanya) itu yang membuat mereka jadi seperti sekarang. Totally proud of you, guys! :*
Kalau melihat dari sisi egoisme, rasanya saya masih sangat sangat sangat enggan membagi mereka dengan orang lain, membagi kesukaan saya yang dulu berasa sangat eksklusif banget karena nggak banyak orang yang tau, menjadi sesuatu yang sekarang lebih dikenal orang, bahkan banyak dibicarakan. Fanbase di Indo sendiri sudah lumayan banyak anggotanya.. Tapi kalo inget perjuangan mereka biar jadi band yang dikenal dan diterima orang banyak, sisi egois itu masih bisa mengalah sedikit. Asal nggak jadi mainstream ajah.. :')

Anw, I love the new single!! Dan saya yakin beberapa hari ke depan, even beberapa minggu ke depan, lagu-lagu ini bakalan jadi playlist utama..
Well, then.. Let's hear them out! *puter Notes'n'Words*

Monday, July 23, 2012

Wherever You Are, I Promise You.. :)




 I'm telling you
I softly whisper
Tonight, tonight
You are my angel

Saya bisa langsung jadi manusia selang air mendengar lagu itu dikumandangkan. Suara Taka yang menghanyutkan, makna lagu yang mendalam, dan band yang bisa membuat perasaan saya kacau balau.. Ya, akhir-akhir ini rasanya jadi hari-hari 'buruk' setelah kapan itu semalaman suntuk saya me-replay lagu ini berulang-ulang sampe kuping saya panas.. Dan semakin saya me-replay, ternyata saya semakin ingin menangis..

Aishiteru yo
(I love you)
Futari wa hitotsu ni
(We're going to become one)
Tonight, Tonight
I just say..

I love this band! I love them so bad.. Mereka seolah tahu apa yang saya rasakan. Saya selalu bisa menemukan lagu mereka yang bisa merepresentasikan perasaan saya. Dan saya selalu merasa permainan mereka begitu membuat saya ingin memeluk mereka satu-satu dan mengucapkan terima kasih. Thank you for being there.. Thanks for making those beautiful songs..

Wherever you are, I always make you smile..
Wherever you are, I'm always by your side..
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
(Whatever you say, you're always on my mind)
I promise you "forever" right now

Di saat saya bahagia, mereka bisa membuat saya semakin tersenyum dengan deklarasi pengejaran mimpi dan optimisme yang mereka teriakkan. Di saat saya sedih, mereka seperti mengakomodasi saya mengungkapkan semua kesedihan itu dalam satu bait nada yang menghanyutkan. Yang bahkan bisa menjadi backsound seperti di film-film ketika semua kegalauan di otak saya bersahut-sahutan ingin unjuk gigi. Dan di saat saya frustasi, saya bisa menemukan bait yang bisa membantu saya melepaskan semua kemarahan yang saya rasakan. Tapi pada akhirnya saya selalu bisa tersenyum. Membayangkan nantinya semua emosi itu akan terasa lebih nyata suatu hari. Dan mereka selalu ada. Di hati, di telinga, di rasa, dan di pikiran saya. Bahkan di mimpi.

I don't need a reason
I just want you, baby
Alright, alright
Day after day

Tak terhitung lagi betapa besarnya keinginan saya membuat mereka datang, keinginan saya untuk melihat mereka berada di hadapan saya dengan semua kepribadian yang mereka miliki apa adanya. Dan tak terhitung rasanya berapa banyak rasa sesak di hati yang bahkan tidak bisa diekspresikan hanya karena keinginan mengaktualisasikan harapan yang satu ini..
I hope someday I'll be there to meet you all.. Yes, that's a promise.. :')

Kono saki nagai koto zutto
(We still have a long way in front of us)
Douka konno boku to zutto
(No matter what happens, always)
Shinu made, stay with me
(Until death, stay with me)
We carry on..

Meskipun rasa suka saya terhadap mereka bisa diartikan dengan "silly", saya tidak mau peduli. Apalah kata orang yang merasa saya sudah nge-hang berlebihan. Apalah kata orang yang merasa saya sudah irasional, pada kenyataannya justru saya bisa survive karena mereka. Realita yang terkadang membuat saya mundur perlahan-lahan terlihat lebih mengundang ketika dalam pikiran saya ada mereka. Dan mereka juga yang membuat saya berjalan lebih maju. Mau menetapkan resolusi. Bersedia menetapkan mimpi. Dan berusaha menggapainya meskipun rasanya sulit sekali.. Dan semoga nantinya mimpi-mimpi dalam hidup itu bisa saya jalani. Dan semoga sampai kapan pun, mereka akan tetap memberikan inspirasi.

Bokura ga deatta hi wa futari ni totte ichiban me no kinen no subeki hida ne
(For us, the day we should celebrate the most is the one we first met)
Soshite kyou to hi wa futari ni totte niban me no kinen no subeki hi da ne
(So, the second day we should celebrate the most is the one we call "today")

Saya bersyukur bisa mengenal mereka. Saya bersyukur bisa mendengarkan pesan yang mereka berikan. Dan saya beruntung bisa belajar banyak hal dari cerita-cerita mereka yang meskipun bodoh, selalu saja terselip sebuah perjuangan untuk meraihnya. Silly guys! You make me feel like a fool watching all those ridiculous acts. But the greatest of it all is that I know how to be tough, how to chase something you really want, and how to live your life to the fullest.

Kokoro kara aiseru hito
(Someone I love from my heart)
Kokoro kara itoshii hito
(Someone I can love, from the bottom of my heart)
Kono boku no ai no mannaka ni wa
(In the center of this love)
Itsumo kimi ga iru kara
(Are you, my heart..)

Dan saya mengakui; saya jatuh cinta. Jatuh cinta setengah mati. Pada keserdehanaanya. Pada sikap bodohnya. Pada kejeniusannya. Pada filosofi-filosofinya. Serta semua kerja keras yang ditunjukkannya..

*) Wherever You Are (by ONE OK ROCK)




Dreams aren't just for dreaming, they're for fulfilling. So, a dream that you won't make happen isn’t a dream at all.
(ONE OK ROCK)

Any kind of music, no matter how dark, can help save someone; this is something I believe in.
(Takahiro Morita)


Friday, June 22, 2012

ALERT: Cello Invasion!!


Setelah berminggu-minggu digalaukan oleh DVD Yokohama Arena beserta dokumentasinya (gara-gara konten yang terlalu bikin mupeng) *baca postingan sebelumnya*, sudah saatnya saya mencari pelampiasan *tsaaaahh~* yang baru.. :p

Ok. Here we go.

Beberapa waktu lalu, seorang teman (menggalau bersama) merekomendasikan duo bernama 2CELLOS kepada saya. Well, dari namanya, sudah jelas kalau duo ini adalah duo pemain cello. Oke. Karena saya tertarik, saya akhirnya memutuskan untuk cari YouTube Channel mereka dan lihat video-videonya. Dan ternyata.. saya jatuh cinta pada pandangan pertama..!!! :O

Sebenarnya, kalau jeli, bagi yang sudah menonton Glee season 3, ada satu episode yang judulnya Michael (semua lagu yang dibawakan adalah lagu Michael Jackson). Nah, di situ, 2CELLOS ini sempet jadi "guest star" (meskipun ya cuma maen cello doang) untuk mengiringi karakter Santana dan Sebastian menyanyikan Smooth Criminal. Hanya ada 2 cello dan 2 penyanyi. Definitely cool.. Dan saya jadi ingat, dulu pas nonton episode ini, saya terus-terusan memuji si pemain cello (even me-replay lagunya berkali-kali) karena mereka mainnya keren sekali, dan memuji arranger-nya juga karena memang sumpah aransemennya perfect buat dimainin hanya oleh 2 cello. Belakangan, pas saya liat channel YouTube mereka, saya nyadar kalo itu memang 2CELLOS (setingan tempat duduknya pun sama persis) dan aransemen yang dipakai adalah aransemen original mereka. Btw, 2CELLOS terkenal juga karena Smooth Criminal-nya.. :)
Jadi, setelah saya melihat-lihat video mereka di YouTube, saya berasa menemukan banyak harta karun. Video klipnya memang nggak terlalu banyak sih.. Tapi lumayan banyak video live mereka yang juga kereeeeeeeenn banget. Oh, dan satu hal yang saya sadari, setiap main cello, bow mereka pasti bakalan rusak parah. Ah~ mas-mas ini memang hobinya merusak bow dengan cara mainnya yang seperti itu. XD
Oia, saya udah bilang belum sih kalo 2CELLOS concern-nya mainin lagu-lagu rock? Nggak semuanya ngerock banget sih.. Masih ada beberapa lagu yang balladnya berasaaa banget. Seperti Human Nature-nya Michael Jackson yang mostly dimainkan dengan memetik cello, atau Viva La Vida-nya Coldplay yang masih berasa sedikit ballad dan dimainkan dengan penuh emosi. Dua personil (yang cakep-cakep dan mengingatkan saya pada duo kakak-adik Winchester di Supernatural) ini basicnya adalah cellist classic yang pada akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang unik dan beda. Mungkin mereka udah bosen jadi juara kompetisi terus makanya memutuskan keluar dari safe zone dan bereksperimen dengan lagu-lagu rock. :)
Anw, daripada saya bingung-bingung jelasinnya dengan detil, untuk tahu lebih jelasnya tentang mereka baca di sini aja deh ya.. :p


Cowok-cowok 2CELLOS. Satu hal yang saya suka dari mereka:
Koleksi Cello mereka keren-keren..!! >.<


Sebenernya saya nggak asing sama instrumentalist (esp. strings) yang meng-cover lagu-lagu rock. Saya udah lama suka Apocalyptica, yang pada dasarnya adalah 4 orang pemain cello yang sukanya mainin lagu rock. Bahkan saya suka banget lagu mereka yang Nothing Else Matters (originally performed by Metallica). Bikin merinding.. Dan si Apocalyptica ini lama-lama juga jadi lebih solid dengan menambah drum ke squad mereka setelah berganti-ganti personel (sekarang berubah jadi 3 cello dan 1 drum). Suara drum-nya menurut saya bikin musik mereka jadi lebih mantep dan kedengeran ngerock. Sekarang pun, di album terbaru, mereka banyak menggaet penyanyi rock yang oke untuk jadi feat. di lagu-lagu mereka yang sudah original semua.

Bapak-bapak Apocalyptica. Terlihat agak sangar eh?? :p

Selain Apocalyptica, ada juga Vitamin String Quartet (yang sering banget gonta-ganti nama sampe saya bingung) yang basically juga suka banget meng-cover lagu-lagu rock. Album tribute-nya juga udah banyak banget! Bedanya mungkin, kalau di VSQ ini, alat musiknya nggak cuma cello, tapi ada violin dan viola juga, layaknya string quartet yang lumrah lah..

Dan pertanyaannya: Apa bedanya mereka dengan 2CELLOS????
Well, meskipun pada dasarnya ada kemiripan yang sangat, saya merasa saya harus bilang 'beda'. Yah, memang kan di antara 2CELLOS sama Apocalyptica ada kemiripan yang lebih. I mean, permainan mereka sama-sama keren dan menghanyutkan, alat musiknya juga cello semua (lupakan satu drum yang nyempil), dan lagunya rock. Tapi entah kenapa feel-nya beda gitu kalo ndengerin 2CELLOS lagi main.. Lebih "brutal" mungkin?? Bisa jadi karena pengaruh jumlah personil (2 lawan 3). See, 2 cellist yang memainkan lagu rock dengan aransemen rumit emang berasa lebih brutal dibandingkan 3 cellist yang sekarang sudah memainkan lagu sendiri meskipun sama-sama rock *sotoy? ah, biarlah~*.. Mellow-nya Apocalyptica sepertinya juga lebih berasa meskipun lagunya tetep ngerock. Lumayan beda dengan 2CELLOS yang sometimes terlihat jumpalitan pas mainin lagu. Kita bahkan juga bisa liat 2CELLOS headbanging waktu mainin Welcome to the Jungle-nya Guns N' Roses, atau waktu mereka mainin Highway to Hell-nya ACDC dengan tambahan satu drummer buat menggegerkan panggung dan bikin penontonnya heboh. Sweet!! :D


Gaung-gaungnya 2CELLOS memang bikin saya semakin galau dengan kecakepan mas Luka yang mengingatkan saya sama Jensen Ackles permainan mereka yang keren itu. Saking galaunya, saya sama satu orang temen saya sempat rebutan personil #eh?. Maklum, fangirling-nya masih kebawa.. XDDD
Dan ngeliat mereka main itu, berasa indaaaaaah~ banget *lebay-nya kumat*! Ekspresinya Luka sama Stjepan yang sangat menghayati bikin saya meleleh. huhuhu
Pas mereka ngomong pun, aksen Kroasia-nya juga seksi banget sampai saya kadang harus mengerutkan dahi buat tahu sebenernya mereka ini ngomong apa.. XDDDDD But, whatever, I love them!

Dan demikianlah invasi instrumen ini ke dalam hidup saya.. Belakangan, di tengah demam band rock Jepang yang selalu bikin saya galau lama-lama itu, saya dapat tambahan kegalauan musik baru yang bisa jadi doping. Yeah~ Thanks, dearest Pingo atas rekomendasinya..  Meskipun technically, I knew them before you do. Dan terima kasih sudah mengalah ketika kita rebutan personil.. :333

Monday, June 4, 2012

Curhatan Random #1*


Astagaaa..!! Sudah berapa lama ya saya nggak nulis di sini?? Fiuuh~
Setelah sekian minggu lamanya disibukkan dengan kerjaan dan donlotan (ehm), saya jadi pengen nulis lagi. Dan jujur, meskipun kalo secara emosional hal-hal yang pengen saya tuliskan itu banyak banget, saya malah bingung mau cerita apaan.. Mmhh..

Dimulai dengan PR menggunung dan harus menghabiskan waktu weekend(s) [karena nggak cuma sekali weekend aja] saya untuk ngerjain PR *T.T*, saya jadi agak nggak minat untuk menulis. Bahkan due date essay yang sudah mendekat tetap membuat saya sulit mengalihkan fokus untuk mulai menulis. Eneg saya sama tulisan. Beneran deh. Bawaannya kalau pulang kerja cuma pengen buka laptop buat foya-foya (baca: nonton series dan video-video konser klip terbaru). I know, kurang will kayaknya.. Perlu dimodif nih prokrastinasinya.. *sigh*

Anw, beberapa minggu lalu, karena kehabisan series yang biasa saya update (habisnya, masa udah pada finale semua...!!!), saya mulai cari-cari series apa yang kira-kira bagus dan bisa saya donlot. Ketemulah di majalah Cinemags series berjudul Pretty Little Liars yang ternyata juga udah selesai season 2-nya. Setelah mencari-cari reviewnya, dan juga jumlah penontonnya per show, saya merasa series ini cukup worth it buat didonlot. Dan akhirnya, selama beberapa minggu, saya berasa kejar setoran. Nggak pengen berhenti nonton. Season 2-nya juga udah selesai ditonton. Sekarang saya bingung lagi mau nonton apaan sambil nunggu The Glee Project 2.. *muka nelangsa*

Jenuh. Jenuh. Jenuh.
Rasanya pengen keluar dari rutinitas sebulaaaaaann aja! Bisa nggak ya kerjanya libur sebulan gitu? Kan lumayan buat me-refresh pikiran dari beban pikiran yang numpuk dan tambah bikin galau.. *ngarep.com
Oke. Kembali ke realita.
Saya akhirnya dapat tantangan untuk donlot kali ini. See, DVD/BluRay Yokohama Arena Special Tour-nya ONE OK ROCK sudah keluar dan saya harus bisa dapet documentary-nya!!! (Sudah terbukti bahwa isi documentary sangat worth it buat DILIAT!!) Nah, masalahnya.. yang ngaplot ini BluRay terlalu baik dan bersedia memberikan aplotan kualitas super HD (1920x1080p) yang kalau diputer di laptop saya, kayaknya nyala pun enggak saking gedhenya. Guess what?? Documentary yang durasinya 1 jam lebih itu memakan space 13 GB. Belom konsernya mencapai 27 GB!! Kok rasanya tiba-tiba si Jobie (laptop saya) pengen tak kunyah ya?? T_______T
Dari situ, saya mulai berpikir, gimana caranya donlot ini file dulu (dengan cari JDownloader biar praktis), baru mikirin storage-nya dimana (dan artinya juga harus bersih-bersih HD yang space-nya cuma tinggal 30an GB), dan kemudian saya harus mikir gimana ngonvert file-nya ke .mkv dan lebih bagus lagi kalo resolusinya bisa dikecilin. Eh. Mbayanginnya aja saya udah pusing duluan. Tega nian ini yang ngaplot ngasih video 40 GIGA??!! *nangis darah*

Dan kesimpulannya:
Tulisan ini sangat random dan nggak jelas ke arah mana, meskipun bisa dikatakan semua yang saya tuliskan adalah curahan hati seorang karyawan yang dilematis gara-gara haus informasi akan band idolanya. Dan tambahan lagi, partner yang sefrekuensi dan bisa diajak berimajinasi malah susah dihubungi, meninggalkannya dalam kompleksitas yang lebih-lebih. Heaaaaa~

Sudahlah. Saya harus kerja lagi.
See ya.. *salam pinguin*


Note:
*) Siapa tahu lain kali ada curhatan eror yang kedua kalinya.. :p

Wednesday, March 14, 2012

Otak Saya Nggak Sampe Kebakaran, kok..






Analisis Jabatan. Dua kata yang pasti sangat terdengar familiar untuk mahasiswa psikologi, terutama mahasiswa psikologi yang fokusnya di PIO (Psikologi Industri dan Organisasi). Dan itulah yang saya lakukan beberapa minggu ini. Padahal saya dulu nggak fokus ke PIO.

Oke. Garis besarnya, nyemplung di konsultan adalah, mau nggak mau harus belajar PIO, terutama mengingat saya ini masuknya ke konsultan yang lebih fokus untuk rekrut dan asesmen karyawan perusahaan yang levelnya managerial ke atas. Mau nggak mau perilaku seorang manager yang notabene belum pernah saya jalani harus saya resapi sepenuh hati (seolah-olah jadi manager) demi mendapatkan gambaran bagaimana seorang manager yang baik itu. Dan di bulan pertama saya masuk waktu itu saya udah dapet "proyek" untuk membuat profil MBTI (saya aja pas itu belum pernah dites MBTI -____-), dengan sumber bacaan yang terbatas waktu itu, dan saya harus berkreasi dan menulis kata-kata yang bagus sampai profilnya lengkap dan bener. Even direvisi berkali-kali sama Pak Bos dan harus ngrombak lagi. Belum lagi habis itu saya disuruh presentasi dan studi kasus menggunakan beberapa profil kandidat dari klien. Meh!
Hasilnya, saya jadi lebih paham bagaimana karakteristik ideal seorang pemimpin (let say manager) yang baik. Apa yang diperlukan untuk jadi manager, bagaimana aspek pengambilan keputusan, banyak lah. Intinya, dari wejangan-wejangan Pak Bos yang sudah sangat berpengalaman masalah ini, saya yang sangat bau kencur bisa mudheng. 

Dan sekarang, salah satu tantangan yang harus saya hadapi adalah analisis jabatan.
Untuk yang satu ini, prosesnya memang membuat rambut saya seolah-olah pengen rontok semua. Dengan target hasil akhir berupa alat tes, kami harus nyari data dulu mengenai kegiatan-kegiatan si pemegang jabatan yang mau kita analisis ini. Sumber pencarian datanya pun macem-macem; responden yang sangat variatif, dengan hasil yang mungkin agak abstrak, dan yang jelas makan waktu lama. Proyek ini juga yang membuat saya kemarin mondar-mandir ke luar kota. Cari data!


Tantangan untuk melakukan analisis jabatan adalah, bagaimana kita menganalisis semua hal yang dikatakan oleh responden melalui interview (which is sangat-sangat banyak dan harus ditulis satu-satu), dan habis itu kita daftar, kita klasifikasikan, dan akhirnya kita analisis menjadi sebuah kalimat yang singkat-padat-jelas dan ngedhongin orang yang sama sekali nggak tahu, tapi tetap merangkum semua yang mereka maksud. I'm telling you, ngerjain itu rasanya kayak dibikin nangis berkali-kali sama Doraemon *nggak nyambung, saking mumetnya*.. :(
Intinya adalah, praktek di kehidupan nyata sangat jauh berbeda dengan apa yang pernah diajarkan di bangku kuliah. A lot more complicated, and a lot more stressful. Mungkin salah satu faktor yang ikut berkontribusi adalah tuntutan dari klien yang mau nggak mau harus siap dilaksanakan, padahal bisa jadi pola pikir kedua belah pihak ini beda dan maksudnya beda. Belum lagi masalah komunikasi di tengah-tengahnya. (curcol mode: on)

Selesai analisis jabatan dan bikin job description, kerjaan memang  belum selesai. Masih harus bikin model kompetensi dan alat ukurnya (I'm not doing that though). Setelah alat tesnya dibikin, akan ada try out dan analisis validitas dan reliabilitas (tuh kan berasa skripsi??). Baru deh kalau hasilnya valid dan reliabel, alat tes diserahkan ke klien yang bersangkutan. What a step!

Daaaaannn... Di tengah-tengah kegalauan bikin jobdesc, saya jadi geje (sebenernya sebelum ini pun udah banyak yang bilang saya geje). Tidak apa-apa lah, demi sesuap nasi.
Oh, by the way, sebelum masuk kerja pun saya dapat informasi bahwa di sini adalah tempat untuk belajar dan menimba ilmu (weissss). Jadi yaaaaa, kelelahan akibat otak yang terlalu panas sepertinya sudah biasa. Oh no, saya harus mulai biasa..

Oh, wow.. SEMANGAT!!! ^^/

Monday, March 5, 2012

"Hunger" for More!


The Hunger Games.

Preview filmnya saya baca pertama kali di Cinemags edisi Desember 2011. Waktu itu, saya cukup penasaran karena meskipun previewnya cuma dikit banget, sepertinya filmnya menarik. Tipe-tipe action tapi pasarnya adalah remaja. Dan dari situ, minat saya yang lebih jauh belum tampak.


Saya suka lambangnyaaaa..!!! >.<

Baru akhir-akhir ini pas saya dapat lagunya Taylor Swift ft. The Civil Wars yang judulnya Safe & Sound, dan di situ dicantumkan ini soundtrack film The Hunger Games, saya mulai tambah ngeh. Well, tambah penasaran tepatnya. Lirik lagunya bener-bener bikin merinding. So sweet banget kalo kata saya sih.. :p. Dan karena saya orangnya visual, apa yang saya dengerin langsung saya bayangin. Berasa kembali ke masa euforia Twilight meskipun beda versi dan ini cuma dari satu lagu!
Akhirnya saya putuskan untuk cari videonya. Tambah merinding, tambah penasaran, dan penggambaran sendunya juga gimanaaaa gitu. Dari situlah akhirnya keinginan untuk hunting buku Suzanne Collins akhirnya tak terbendung lagi. Yep, film ini memang adaptasi novel.

See, setelah susah payah cari sana-sini, akhirnya saya dapat tiga-tiganya. The Hunger Games Trilogy sudah di tangan. Dan pertanyaannya adalah, kapan mbacanya?? T.T
Oke. Saya memang sedang berada di tengah kegalauan karena dibanjiri oleh kerjaan yang menuntut rontoknya rambut saya satu-satu karena harus berpikir, dan juga tentunya, menyita banyak waktu. Pun dari pagi sampai malem saya di kantor, pulang juga biasanya nonton series atau film. Tapi akhirnya pelan-pelan (meskipun jalannya bisa dibilang merambat), saya coba membaca satu buku. Saking penasarannya sih..

Dan ternyataaaaaaa... (jeng! jeng! jeng!)
I LOVE THE BOOK!! 


Buku yang membuat saya enggan ngapa-ngapain. :)

Sedikit review; buku ini bersetting di masa depan di sebuah wilayah bernama Panem yang dulunya adalah kawasan Amerika Utara. Nah di Panem ini, wilayahnya terbagi menjadi 12 distrik. Setiap tahun, ceritanya untuk mengingatkan semua orang bahwa dulunya pernah terjadi perang yang mengakibatkan hilangnya banyak nyawa, diadakan sebuah games yang intinya adalah pertarungan hidup dan mati. Jadi, sepasang remaja cowok dan cewek dari masing-masing distrik dengan rentang usia 12 sampai berapa tahun gitu saya lupa (18 tahun kalau nggak salah), akan dipilih untuk berpartisipasi di games ini. Nah, nantinya, ke-24 remaja ini ditempatkan di satu arena untuk bisa bertahan hidup. Games dihentikan kalau sudah ada 1 pemenang, which means, 23 peserta yang lain mati dan hanya satu orang yang bertahan hidup.
Tokoh utama yang bernama Katniss, mengajukan diri untuk jadi tribute (sebutan untuk peserta The Hunger Games) gara-gara nama adiknya yang masih berumur 12 tahun yang terpilih. Katniss mewakili distrik 12 bersama dengan satu cowok yang namanya Peeta. Dan pokoknya, dari situ cerita berkembang, mulai dari persahabatan, permainan strategi untuk bertahan hidup, sampai cinta segitiga.

Idenya lumayan familiar sih sebenarnya. Semacam Battle Royale (film Jepang tahun 2000) tapi dengan kemasan yang beda. Cinta segitiganya juga cukup bisa ditebak mungkin. Tapi alur cerita buku ini bikin ceritanya jadi spesial kalau menurut saya. Dengan latar belakang action yang menurut saya kental banget (even agak sedikit brutal), gaya penceritaannya nggak membuat semua jadi suram. Konfliknya juga seru. Juga karakter tokohnya mencuri hati. > <
Bahkan, saya yang di awal cerita lumayan simpatik sama Gale (ini cowok lho, sahabatnya Katniss), lambat laun bisa dibikin jatuh cinta sama sosok Peeta yang diam-diam ternyata menghanyutkan. Dan akhirnya sama sekali saya nggak terlalu peduli sama Gale. Mwahahahaha..!!

Sumpah ini salah satu buku yang bisa membuat saya terpesona. Sumpah ini buku bisa bikin saya merasa beraaaaaat banget harus menutup laptop dan tidur karena sudah jam 12 malam dan besoknya harus bangun pagi. Dan sumpah ini buku bisa bikin saya ketawa-ketiwi, ngikik2 sendiri di kamar yang mungkin kalau temen kos saya denger bakalan mikir ini anak kenapa, dan ternyata ini buku juga bisa membuat saya menitikkan air mata karena terharu sama ceritanya.
Totally recommended! (terutama buat yang suka sci-fi dan kisah percintaan remaja) Hehehe..

Dan akhirnya, tiga buku selesai dibaca. Mencoba mencuri-curi waktu di tengah mengerjakan PR dan berhasil memalaskan diri di weekend (baca: nggak kemana-mana, cuma mantengin laptop seharian), rasa penasaran akhirnya terpuaskan juga. Bener-bener deh, entah emang lagi galau atau kenapa, kalau mbayangin Peeta (yang merepresentasikan cowok idaman saya *ngarep* :p) bawaannya pengen nangiiiiiis terus. Kebawa banget sedihnya.. Berasa kayak manusia selang air beneran deh..  T.T

Ngomong-ngomong, promosi filmnya gencar juga. Cara promosinya juga termasuk kreatif. Jadi, di official website filmnya, kita bisa tahu semua informasi tentang distrik-distrik di Panem. Kita juga bisa membuat semacam ID Card sebagai warga Panem, lho.. Jadi ceritanya seolah-olah kita ini imigran dari kota yang kita diami sekarang dan masuk ke Panem. Log in-nya lewat Facebook atau Twitter, dan nanti semacam tebak-tebak berhadiah, coba lihat kita dapat distrik berapa. Even pekerjaan kita juga udah ditentukan, mengingat di setiap distrik spesialisasi Sumber Daya-nya beda. Kalau mau coba boleh ke sini.

Tebak, saya nyoba dan dapat distrik berapa.. :p


Right. Saya dapetnya distrik 8.
Dan tau-tau saya berubah job jadi factory worker. Doh! (-o-)"

Dan sekarang tinggal berharap semoga film ini bisa segera datang ke bioskop Indonesia.. (-o-)
Secepatnya, please.. *keinginan nonton tingkat tinggi*

Wednesday, December 14, 2011

HOMESICK, yeah HOMESICK..






Normal kayaknya kalau beberapa lama setelah migrasi (jiahhh.. bahasanya..) homesick bisa menyerang dan akhirnya galau juga..
Yah, memang sepertinya virus homesick lagi datang ke saya. Rasa-rasanya pengen banget ngabisin waktu di rumah even apa yang saya lakukan useless, atau bahasa kerennya, malas-malasan seharian. Meskipun kerjaan di kantor dan suasana di kosan fine-fine aja, homogenitas suasana yang sehari-hari saya rasakan mau nggak mau bikin homesick juga.. Dan saya kesepian.. huhuhu
Kerjaan saya juga sebenernya masih nggak banyak sih, which is, justru kadang membuat saya di kantor jadi males nggarap dan bingung mau ngapain. Ealah..

Anw, beberapa hari yang lalu, setelah nonton Glee episode terbaru (waktu itu), salah satu lagu dan scene endingnya membuat saya merinding, dan bikin saya semakin galau. Di sini, temen saya beda dengan temen-temen yang di Jogja. Di sini, jujur saya sangat kehilangan sosok-sosok yang bisa diajak gila segila-gilanya, yang kalau diartikan bebas, gila di sini adalah kegilaan yang frekuensinya sejalur dengan saya. Kangen banget pokoknya ngocol kesana-kemari, ngomongin hal-hal geje dan ngupdate donlotan terbaru. Ya ampun, saya nulis ini jadi tambah galau..

Ngomong-ngomong, keinginan pulang ke rumah pas liburan Natal besok ternyata masih ngambang. Jadi ceritanya, berniat untuk membuat e-KTP dan sekalian liburan Natal (mumpung diijinin), saya kepingin banget pulang ke Jogja. Tapi, ternyata.. keputusan ini tidak diimbangi dengan pemikiran maju yang seharusnya memprediksi arus mudik dari Jakarta ke Jogja yang bisa dibilang, gila! Alhasil, tiket kereta abis semua! Dan saya nggak tau nasib saya ke depan bakal gimana nek akhirnya yang ekonomi habis juga. Homesick saya bakalan makin menjadi-jadi nih kayaknya. Dan lagi, nggak tau kapan bakal ada waktu yang pas buat pulang (lagi) selain besok. Uweeeeee~ gimana ini????? T.T
Padahal kan pengen sekatenan bareng sama temen-temen.. *sniff*
Kangen Bellowers's... Kangen orang rumah... Kangen DVD-DVD film... Kangen buku-buku..  *nangis kekejer*

*di tengah kegalauan akut di tempat kerja*

Friday, November 4, 2011

>> COUNTING DOWN THE DAYS <<


*excited* *worried*

Tuesday, May 24, 2011

It's (Not) A Hide-and-Seek

Semua orang memiliki tempat persembunyian. Entah dalam bentuk yang nyata maupun abstrak.

Saya ingat ketika kecil, setiap sudut rumah adalah area permainan. Di bawah meja dapur yang cukup luas, kami (saya dan teman-teman) biasa membuat kemah (atau pura-puranya rumah) yang dibuat dari kain jarik dan dijepit dengan jepitan jemuran di sana-sini. Di bawahnya kami taruh kasur, bantal, selimut, dan menjadikan area tersebut sebagai 'rumah' untuk menyempurnakan pemainan role play keluarga (bapak-ibu-anak) yang akan kami lakukan. Seharian kami bisa berada di dalam tenda. Melakukan hal-hal yang seru (saat itu); masak-masakan, nggosip (peringatan semuanya, kebiasaan nggosip adalah pembelajaran sejak dini), tidur-tiduran, dan baca komik. Kurang penerangan? Tinggal pakai senter atau lampu portabel. Jika sekarang saya melakukan hal yang sama, hmmm.. saya sendiri akan merasa agak kurang waras.
Alasan utama kami membangun tenda itu, selain untuk bermain, adalah untuk bersembunyi. Ya, tempat tertutup yang cukup gelap itu adalah persembunyian bagi kami dari orang-orang dewasa. Yang boleh masuk hanya anak-anak, teman sepermainan (dan cewek!). Saya ingat, ibu saya bahkan nggak boleh mbuka pintu tenda sekalipun.

Saya ingat ketika saya sedang bosan sendirian, bingung mau ngapain, saya akan mengambil satu buku yang bisa dijadikan bacaan dan bersembunyi di area segitiga pojok ruang tamu, dibalik sofa berwarna cokelat tua. Ruang yang sempit memang. Tapi untuk ukuran saya waktu itu (SD), lumayan juga buat duduk bersandar tembok dengan kaki ditekuk atau meringkuk. Bahkan tempat ini adalah tempat persembunyian ketika saya marahan dengan kakak atau orang tua saya. Beberapa hari yang lalu, saya coba 'masuk' pojokan itu lagi, dan ouch! Sudah nggak muat. Saya cuma bisa berdiri di sana, Bahkan untuk duduk pun nggak bisa. (laugh)

Setiap orang tentunya punya tempat persembunyian. Dari kecil, kita punya tempat dimana kita bisa melakukan apapun tanpa orang lain tahu. Tempat rahasia. Tempat kita menangis, menyembunyikan sesuatu, dan tempat kita mencari perlindungan entah dari apapun itu. Saya hampir tidak ingat bahwa dulu saya suka bersembunyi di tempat yang sempit dan gelap. Semakin kecil tempat itu, semakin aman, Syaratnya cuma satu: tempat itu harus familiar. Bahkan bersembunyi di kolong tempat tidur bisa dibilang adalah kegiatan rutin saya.

"Semua permasalahan harus dihadapi", entah sejak kapan saya mempelajari kalimat itu. Pada dasarnya, lambat laun, saya mulai berhenti bersembunyi secara harafiah dan mencoba menyelesaikan apapun yang saya alami dengan berpikir. Setidaknya ketika tiba saatnya untuk bersembunyi, saya melakukannya dengan 'persona'. Apa mungkin tempat persembunyian saya beralih? Yang dulunya bisa ditemukan di sudut-sudut rumah, sekarang hanya bisa ditemukan di sudut kepala saya dimana nggak ada seorangpun yang tahu tanpa saya ingin dia tahu. Hmm.. interesting.

Pada dasarnya, menjadi dewasa adalah berubah. Enaknya menjadi anak kecil adalah ke-simple-an hidup yang kita jalani (setidaknya buat saya). Makan, main, tidur, sekolah, main lagi. Hal yang menjemukkan mungkin hanya mengerjakan PR, belajar buat ulangan, atau marahan dengan teman. Hidup terasa ringan meskipun saat itu masalah kecil = neraka. But then, life's a playground. Semakin dewasa, permasalahan akan terus datang sesuai dengan tugas perkembangan yang kita jalani. Masalah yang dulu lebih sering dihadapi dengan cara dihindari (dan bersembunyi) sekarang harus dihadapi dengan tindakan. No action, no glory. Lucu ketika pada titik tertentu, saya merasa ingin jadi anak kecil lagi, rindu dengan ke-simple-an hidup. Padahal dulu, setengah mati saya ingin cepat tumbuh dan jadi orang dewasa.

Whatever it is, I'm in a new stage. Just say 'Hi', for God sake..
*dalam ke-galau-an yang tak berujung dan keinginan akut untuk 'bersembunyi'*