Showing posts with label Weird Experience. Show all posts
Showing posts with label Weird Experience. Show all posts

Tuesday, March 26, 2013

Little Things...


There are two things happened today.. Well, several things actually. Maybe many. But the memorable one is only these two.. :p

Dimulai dari niatan ke Kantor Pos untuk maketin barang yang sudah direncanakan dari berbulan-bulan yang lalu. Niat banget dong tentunya, sampai hari Minggu kemarin saya ijin sama bos kalau pagi ini sebelum berangkat mau kantor pos dulu. Dan walaupun mengantongi ijin, ternyata saya malah disuruh bareng temen kantor yang diminta maketin barang ke luar negeri juga. Oke. Mental gratisan saya mulai menimbang-nimbang. Dan akhirnya setelah koordinasi, saya mau barengan. Ngirit ongkos juga sih..hoho

Meskipun sempat dagdigdug karena udah jam 10 lebih nggak berangkat-berangkat juga (saya agak parno kalau belum pasti sama kondisi), akhirnya dijabanin juga itu kantor pos Pasar Minggu (yang gedhe dan lebih deket dari kantor). Sampai sana, udah pede dong ya mau maketin. Langsung deh menghampiri mas-mas petugasnya. Pas ditanya mau ngirim ke mana dan pake service apa, saya jawab (saya maketin pake EMS btw). Dan setelah dikasih formulir buat diisi, masnya nanya apa alamat yang dituju ada nomor telpon-nya. Enggak ada. Dan dari situlah ternyata dramanya dimulai.

Yang namanya proses, memang nggak pernah dimuluskan (kalau buat saya)..
See, saya nggak yakin ini regulasinya dimulai kapan. Tapi setahu saya, beberapa rekan yang pernah mengirimkan hal serupa dengan service yang sama nggak pernah dimintai nomor telpon yang dituju. Saya mencoba berargumen sama masnya sampai-sampai bapak petugas (yang lebih senior) mendatangi saya dan mencoba 'meluruskan' niatan saya yang sudah pingin belok (baca: nekat ngirim tanpa nomor telpon) ke jalan lurus (baca: kalau nekat ngirim tanpa no. telp, sebelum keluar kantor pusat bakal langsung dikembaliin). Bahkan saya sempat merasa "making scene" di sana karena argumen kami yang cukup menggebu-gebu dan diperhatikan banyak orang. Tapi ya mau gimana lagi? Orang saya nggak ada data no. telp sama sekali. Dan saya dalam posisi nggak bisa kepo. Pemikiran "nggak jadi ngirim" rasanya terlalu berat, mengingat perjuangan prosesnya. Dan saya nggak mungkin nyerah gitu aja. Meskipun dalam hati rasanya udah mau nangis. Nyoba ngelobi tetep nggak bisa. Bapaknya berpegang teguh pada pendiriannya. Akhirnya dengan desperate, saya telpon salah satu teman yang kemungkinan bisa ngepo info yang lebih detil.

Sumpah. Nunggu infonya benar-benar bikin perasaan saya nggak karuan. Temen sekantor saya (yang akhirnya nggak jadi ngirim hari itu karena dia juga nggak dapat info no. telpon) sampai saya suruh pulang duluan karena saya keukeuh mau nunggu dapet infonya. Saya nggak akan nyia-nyiain kesempatan maketin yang lumayan susah didapat, apalagi hari-hari ke depan bakalan hectic banget. Saya bahkan sempat nanya sama bapak petugas (yang baik itu) kapan jam istirahatnya. Ternyata nggak ada istirahat, dan bapaknya mempersilahkan kalau saya mau ngendon di sana sampai jam setengah 7 malam (jam bapaknya pulang). Please deh, Pak.. Nggak selama itu juga sih.. -_-
Setelah menunggu berapa lama (sambil sms temen saya tadi yang isinya tulisan depresif semua), saya dapat juga apa yang saya cari. Dengan perasaan bahagia (*tsaaahh~*) saya langsung mengumumkan ke si bapak petugas kalau saya dapat nomor telponnya. Meskipun sebenernya saya juga nggak ngerti itu no. telp siapa. Biarlah~ yang penting paket saya bisa dikirim dan sampai ke alamat tujuan. Masalah telpon-telponan sih urusan pos-nya aja.. :p #eh

Anw, saya pengen ngacungin jempol buat bapak petugas yang saya sebut-sebut tadi. I mean, bapaknya sungguh sangat ramah, baik, dan helpful. Meskipun saya bisa dibilang cukup ngotot dan berusaha nyari celah biar dibolehin, dia bisa melayani dengan sabar, ngasih penjelasan, bahkan mencoba meng-influence saya dengan kejadian/cerita yang dia alami sebelumnya terkait pengiriman blablabla. Beda banget sebenernya attitude bapak ini dengan mas-mas yang pertama kali melayani saya. Si mas lebih jutek. Ngomong satu kalimat, terkesan final. Bahkan nggak ngeliatin saya lagi. Ketus pula jawabannya kalau ditanya. Nah, bapaknya sungguh berbeda. Selain ramah, dia juga bisa baca situasi. Misalnya, waktu saya keliatan bingung dan celingukan nyari orang yang bisa ditanyain (maklum, suasana kantor pos rame banget), sebelum saya manggil petugas, bapaknya sudah nanya ke saya apa ada yang mau ditanyain. There. Dengan reflek saya langsung bilang, "wah, bapak pinter". I know, polos banget ya.. =_= Habis saya seneng sih ada yang perhatian gitu, sadar kalau saya ini banyak nanya (sebagai orang yang cukup kritis dan nggak mau salah, wajar dong ya~).. Dan pas saya laporan sudah dapat nomor yang dimaksud, bapaknya langsung menyelamati saya dan meng-guide secara langsung cara mengisi data (yang lebih detil) karena saya agak bingung ngisinya gimana. Bahkan kami sempat tawar-menawar value barang kiriman yang harus diisi.. XD
Setelah semua beres, baru deh bapaknya meninggalkan urusan ini ke mas yang bertugas nginput data..

See. Little things. But that actually made me happy..
Saya nggak butuh hal-hal spektakuler untuk membuat saya impressed terhadap seseorang. Dan saya akui, bapak ini punya jiwa customer service yang mumpuni.. Kalau saya ng-interview bapaknya jadi CS, saya mungkin akan kasih rekomendasi "High".. *ups*
So, siapapun petugas lainnya yang merasa masih jutek, you need a lot to learn, man.. :/ Pelanggan itu bukan untuk didekte, tapi diberi pengertian dengan cara sebaik-baiknya. Bahkan saya yang ngeyel pun akhirnya bisa puas dan nurut kan meskipun pake pusing-pusing segala?
<- oke. ini kok jadi kemana-mana.. -_-

And that's it. Paket saya sudah dikirim. Dan satu tugas yang saya emban beberapa bulan ini tuntas sudah. Semoga kerja kerasnya berbuah manis.. Dan sekarang rasanya sepi. Sebelumnya, setiap pulang dari kantor selalu ada urge untuk ngerjain "proyek". Bahkan sampai nggak sempat nulis dan ngerjain yang lain. Sekarang, balik dari kantor, sepi. Nggak ada "deadline" lagi.. Rasanya aneh. Kangen malah.. It's pretty weird, you know.. :(


***


Dan di tengah galau kerja (yang berasa nggak ada habisnya), a little thing helped me again.. Just a video. Satu video aja, yang akhirnya bisa membuat suasana hati saya terobati.
Saya pernah nyeritain 2Cellos di sini. Duo cello ini nggak akan pernah bisa membuat saya stop suka sama mereka, baik dari cara main mereka, musiknya, dan juga "inovasi-inovasi" yang mereka lakukan, termasuk sekarang.

Well, check this out...




How could you not fall in love with them?? X)
I mean, please.. Mereka selalu berhasil membuat saya antara kagum sama geli. Ekspresi Stjepan berasa minta ditonjok saking bikin gelinya. Untung Luka masih cool meskipun posenya nggak banget waktu main berdua.. XD
Terakhir kali saya liat mereka bereksperimen, Stjepan main cello sambil lari-lari di antara penonton menggunakan semacam cello belt. Yah, alat yang bisa nahan cello yang diiket ke badan gitu lah. Jadi si cello-nya nggak perlu ditaroh di lantai seperti cara biasa, bisa dibawa kemana-mana sambil dimainin. Sumpah ini orang, udah lari-lari, headbang, heboh lagi.. That's why I love them. And they really deserve compliments!! X)


***


So, I guess today is made by little things. Hal-hal yang tidak diduga teryata bisa membuat saya merasa lebih baik di tengah ruwetnya pikiran.

Maybe they're right, you know? For little things that happened today, when we look back at it in the future, we may realize they're actually big things.. :)

Tuesday, January 22, 2013

January Update!!


Baru sadar kalau tahun ini saya baru nge-post satu kali, awal Januari lalu. Belakangan agak sedikit menganaktirikan ini blog karena saya malah jadi lebih bisa curhat (bahkan menggalau) di tumblr.. Selain karena isi tumblr-nya dijadikan sebuah proyek juga sih.. :p
Anyways, sudah saatnya blog ini sedikit hidup lagi dengan tambahan tulisan. Here we go!

Belum ada satu bulan sejak tulisan terakhir, udah cukup banyak yang terjadi. Nah, apa saja yang terjadi dengan saya akhir-akhir ini? Ternyata mostly nggak jauh-jauh dari fangirling-an.
Well, ini dia update-an bulan ini..

1. Rilis Deeper Deeper/Nothing Helps
Yah, yang ini imbasnya lebih ke fangirling-an.. Setelah rasanya lama banget nunggu tanggal 9 Januari 2013 (tanggal rilis single yang sudah saya ceritakan di sini), akhirnya tanggal 7 Januari kemarin sudah ada video klip full dari Deeper Deeper (yang sebelumnya cuma teaser sepanjang 30 detik). Dan ternyataaaaaaa!!! Saya begitu cinta sama lagu ini (sebelum akhirnya lebih cinta sama lagu ke-3 di single-nya yang berhasil membuat saya mewek-setengah-mati-mau-didengerin-berapa-kali-pun) karena bener-bener terdengar alternative rock! :3
Dan pengaruh The Used yang ditangani sama John Feldman (yang sekarang memproduseri cowok2 ini) terdengar sangat nyata di kuping saya. Bahkan konsep videonya pun semacam lebih creepy begitu. Wokeh~ Love it deh pokoknya!! X)
Sayangnya, saya masih menunggu CD saya datang. Entah ini sudah berapa lama. Dua mingguan ada kayaknya, tapi masih belum datang juga.. Sabar..

2. Beban kerjaan terangkat sedikit
Hal ini dikarenakan teman saya yang cuti melahirkan sudah kembali bekerja. Yay~
Dan otomatis kerjaan saya berkurang karena nggak perlu ngurusin proyek yang dipegang mbaknya. Ow yeah~ At least saya bisa bernafas sedikit lega..
Meskipun pada akhirnya saya tetap dikasih jatah proyek lain sih.. Hmmm..

3. Banjir!!! >_<
Oke. Yang ini bagian nggak enaknya. Pas hujan deras dari malam sampai pagi kapan itu (kalau nggak salah sih tanggal 17 Januari), kantor saya kebanjiran! -_-
Well, untungnya kosan saya enggak sih.. Meskipun kosan dan kantor saya jalannya cuma
sebelahan (atau depan belakang?), ketinggian tanah yang berbeda (kantor lebih rendah tentunya) membuat perjalanan ke kantor jadi semacam “alangan” yang luar biasa. Biasanya kalau hujan, jalanan di depan kantor emang menggenang sih airnya, apalagi kalau deres. Tapi saya tidak menyangka kemarin airnya akan setinggi itu.
Diawali dari statement teman sekantor yang menginfokan bahwa ketinggian air di jalan depan kantor sudah lumayan. Tapi saya tetep pede dong ya mau berangkat pagi itu. Bersenjatakan mantel dan payung, saya mulai berjalan ke arah kantor. Pas sampai belokan, sudah terlihat air menggenang. Oke, semata kaki, nggak masalah. Saya mulai berjalan dan menggulung celana agak tinggi. Semakin berjalan dan berjalan, kok kayaknya semakin tinggi aja airnya. Dan akhirnya puncaknya adalah ketika saya merasakan gulungan celana saya yang sudah hampir sepaha itu basah. Yea, great! Saya kerendem banjir di atas lutut.. -_-
Mau balik lagi kok sayang udah setengah jalan. Mau terus kok ya takut, mana hujan semakin deras dan saya takut banget nyebur got yang ada di kanan-kiri jalan, makanya saya jalan di tengah-tengah. Akhirnya memutuskan untuk lanjut jalan sambil terus berdoa dan berjuang biar nggak kepleset. Kan nggak lucu ya kalo saya tau-tau jatuh dan nyebur. Mana jalanan sepi, nggak ada orang yang nglewatin itu banjir, dan hanya ada beberapa bapak-bapak dari rumah di kanan-kiri yang ngeliatin saya berjalan sambil agak terheran-heran begitu. Kagum kali ya saya begitu bertekadnya menyeberangi air yang lumayan tinggi itu..
And guess what? Tiba-tiba dari belakang ada mobil lewat, dan saya terpaksa "didorong" minggir, mendekat ke salah satu rumah yang saya yakin ada terasnya (karena saya masih nggak mau nyebur got). Dan pas mobil itu lewat di depan saya, gelombang yang diciptakan si mobil berhasil membuat pot-pot tanaman yang  berisi tanaman-tanaman hias agak gedhe (termasuk pohon palem dalam pot) di sebelah saya ambruk semua. Damn! Saya mengumpat sama itu mobil.
Sampai kantor selamat. Tapi di sana pun air sudah mulai masuk dan ruang tamu (yang juga ruang tunggu peserta tes) sudah seperti kolam. Akhirnya, kami harus mengevakuasi peserta tes ke gedung sewaan paling dekat untuk proses asesmen. Selebihnya, temen-temen sekantor saya pada ngepel. What a great day.. -_-
Untungnya sih sekarang di tempat saya dan di kantor baik-baik saja. Memang di daerah lain masih banyak yang parah. Yah, semoga cepat surut deh, dan ke depannya nggak ada masalah lagi.. Amin.. 

4. PF akhirnya dataaaaaaaaaaaanngg~
Dan satu hal yang saya tunggu-tunggu di bulan Januari adalah kembalinya seorang teman dari Jepang (yang membawa pesanan saya). Yang ditunggu banget sih jelas barangnya ya.. :p
Well, setelah bernegosiasi dengan teman tersebut yang ternyata ada kerjaan langsung setelah pulang dan mengakibatkan pengambilan barangnya harus mundur, saya meminta salah satu teman yang lain untuk mengambilkan dan memposkan itu Primal Footmark langsung ke saya. Pokoknya pake service yang sehari langsung nyampe! *saking nggak sabarnya* *padahal barang juga belum dibayar*
Dan benar saja, pas banjir-banjir itu paket saya datang lho, sampai kantor dengan selamat. Padahal saya nggak yakin dalam suasana “dimana-mana air menggenang” pak posnya bisa on time. Ternyata memang pelayanannya tidak mengecewakan.
Bisa mendapatkan barang yang sebelumnya agak impossible dibeli karena lumayan mahal (banget malah..) itu rasanya seneng-seneng gimanaaa gitu. Dan akhirnya sekarang saya sudah terdaftar jadi member resmi. Yeah~ Semoga ke depannya membership ini bisa membantu! Pokoknya resolusi yang nggak terbantahkan adalah konser! World Tour, please.. >_< Amin..


Penampakan PF di tangan saya.. :3


Some of the pics inside.. 


5. Jinsei x Boku =
Lagi-lagi postingan tentang empat cowok yang berhasil membuat saya "merana" akhir-akhir ini. Di saat saya masih menunggu single-nya datang ke saya dengan selamat, tega-teganya mereka mengumumkan Maret besok album baru mereka rilis. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaarrgghh~ *nggak santai*
Dan sebagai fans yang baik (dan sudah pernah berjanji akan mulai mengoleksi karyanya), saya mau nggak mau harus mulai merencanakan PO dari sekarang. Sayang album yang Limited Edition (dan berhadiah DVD) sudah habis diorder, bahkan di situs resminya sekalipun. Jadi, saya terpaksa mengandalkan album reguler saja, serta berharap nanti ada yang nge-share isi DVDnya..  *sigh*

6. Menang Giveaway..
Yap. Sekitar akhir Desember atau awal Januari lalu saya ikut Giveaway yang diadakan di blognya Tanti. Dan beneran nggak disangka-sangka, saya menang. Lumayan deh, dapat buku sama kartu pos~ :3
Soalnya memang saya jarang buanget kepilih kalo undi-undian begini. Dari sejak lahir mungkin, nggak pernah kepilih, baik doorprize, undian berhadiah promo, atau kuis di majalah. Makanya suka males aja gitu ikut kuis-kuis begituan. Eh, sekarang kebagian juga. Memang ya, kalau sudah rejeki nggak akan kemana.. Dan mengingat hadiahnya buku, mungkin memang sudah nasib saya (yang ngaku suka baca buku) ini bisa menang.. *pede*
Dan jadi inget juga waktu si Tanti ke Jepang saya merongrong dia biar dikirimin kartu pos dari sana. Sekarang tanpa diminta pun saya dapat lagi.. :p
Anyway, makasih Tanti..!! ^^

Sunday, December 2, 2012

Sesuatu yang Bisa Diceritakan


Meskipun pikiran rasanya ingin banget nulis lagi di blog, tangan saya nggak mampu mematuhi keinginan sang pikiran untuk membuat sebuah tulisan, pendek sekalipun. Jadilah, akhirnya hal-hal yang harusnya bisa saya tuliskan menjadi terlupakan. Well, intinya masih inget sih. Tapi detilnya sudah hampir saya lupakan saking lamanya. 
God, why do I have lazy hands? <- ngeles

Dan beberapa minggu ini mengalami kejadian yang cukup unforgettable, karena insiden tertentu..

Well, pas long weekend kapan itu yang mengakibatkan kantor saya libur 4 hari, hari Kamis-nya, saya dan beberapa teman memutuskan untuk mengunjungi teman saya yang baru saja melahirkan. Nggak baru-baru amat sih, sekitar 3 mingguan lah.. Dan karena kunjungan yang sudah direncanakan sebelumnya pada akhirnya nggak pernah terlaksana, saya dan beberapa teman akhirnya sepakat untuk memakai salah satu hari di long weekend buat akhirnya main ke sana. 
Rumah teman saya yang di Bekasi ternyata mampu membuat kami semua bingung. Bahkan yang pernah ke daerah situ sekalipun. Saya yang nggak tau jalan sama sekali, even area sekitar itu, duduk manis di belakang mobil (Katana) bersama salah satu teman lain dan pasrah sama nasib disetirin salah satu temen saya sambil dia nanya sama orang entah berapa kali selama perjalanan dilakukan.
Setelah berjibaku dengan arah dan tujuan (yang dicapai setelah hampir nyasar beberapa kali), akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Dan akhirnya bisa ketemu sama dede bayi-nya.. Lucuuuu~ :3

Saya sempat moto2 itu dede bayi yang hobinya tidur. Mau diangkat-angkat, digendong, dipegang-pegang, tetep aja dia nggak bangun-bangun. Rasanya pengen nguyel-uyel, tapi kasian sih, jadi saya urungkan.. :p
Dan di perjalanan pulang, just our luck.. Dari tempat temen saya, mulai ujan. Agak jauh, hujan semakin deras. Wiper sudah mulai kewalahan menyapu air yang ada di kaca depan mobil. Dan akhirnya, menuju jalan tol, sempat nggak tahu jalan juga, hujan semakin gedhe. Kali ini ditambah dengan angin. Lengkap sudah.. Kaca-kaca di mobil sudah mulai burem, nggak keliatan deh suasana di luar. Pohon-pohon juga sudah bergoyang ke sana-kemari. Bahkan air sudah setengah ban banjirnya. Ditambah lagi suara hujan yang menyentuh atap mobil di atas kami bunyinya semacam air yang menyentuh atap tenda. Tambah horor deh..
Memutuskan untuk berhenti sebanyak dua kali di pinggir jalan karena kami lebih cari safe daripada kenapa-kenapa dengan suasana yang begitu gloomy, pada akhirnya bisa pulang juga setelah hujan agak mereda. Di jalan pun, rasanya terguncang-guncang naik itu Katana, berasa kayak naik roller coaster. And guess what? Saya masuk angin (lagi).. huhuhu

Pas udah mau nyampe kantor, saya dan teman saya satu lagi memutuskan untuk mampir ke mall Kalibata dulu. Sudah lama saya mengincar buku yang saya pengen banget tapi belum jadi-jadi dibeli. Dan pada akhirnya, kenapa saya malah jadi hedon? Saya jadi mampir ke toko sepatu dan pulang bawa gembolan. Belum lagi hunting case buat HP, ganti batere jam tangan, makan di sana karena kepala saya sudah kliyengan dan saya nggak mau ambil resiko untuk pingsan di sana, dan ujung-ujungnya jajan juga.. -_-
Untungnya kebutuhan yang dibeli banyak yang jangka panjang.. Jadi saya nggak perlu takut berubah menjadi impulsive buyer..

Anw, ini buku yang udah lama banget saya incar. Mungkin sudah bertahun-tahun sejak buku pertamanya keluar. Sebenernya ada e-book-nya sih.. Tapi entah kenapa saya terlalu malas membaca yang versi bahasa Inggris. Mungkin karena itu juga bukan bahasa aslinya juga, jadi berasa agak aneh. 
Sampai sekarang saya baru baca 45 halaman, dari 600 halaman lebih yang ada.. T^T
Ini saya yang terlalu sibuk sampe nggak sempet baca atau gimana sih? Huaaaaaa~


***

Dan minggu lalu, saya diajak si bos untuk meeting sama klien terkait proyek tertentu. Memang sih, selama ini kalau ada meeting (yang berkaitan dengan klien ini) saya selalu diajak, soalnya semua proyek mereka yang meng-handle saya sama si bos. Cuma gara-gara belakangan saya ditambahin proyek yang lebih gedhe karena nggantiin temen saya, rasanya agak keteteran aja gitu klien yang satu ini. Terlebih, mereka cukup banyak membuat saya senewen karena kegejeannya dan keseringannya bikin kami pusing.
Nah, karena si bos nggak ada temen buat meeting (dikarenakan bos satunya lagi nggak bisa), saya akhirnya yang dirayu buat nemenin. Okelah..

Meeting dijadwalkan sore, sekitar jam 3. Tempat yang tadinya direncanakan di kawasan GatSu dimana kantor klien ini berada, terpaksa dipindah ke Kemang karena mereka menghindari demo buruh yang lagi ramai. Oke, antara bete karena saya nggak pernah ke sana dan nggak tau jalan serta daerah itu padahal saya harus pulang sendiri, dan juga karena jaraknya lebih jauh dari GatSu yang biasa saya lewati. Tapi ya sudahlah, pasrah akhirnya.
Bener deh. Di perjalanan ke sana, saya bingung ngeliat jalan. Beberapa kali si bos sempat ngomel ke saya tentang betapa perlunya saya jalan-jalan bisa tau tempat, daerah, sama arah. Well, saya nggak hobi sih blusukan di Jakarta, apalagi nggak ada temen. Sense of direction saya benar-benar payah. Di Jogja aja saya nggak apal jalan, apalagi di sini. Huhu
Sampai di tempatnya, di sebuah restoran yang juga Ranch Market di kawasan Kemang, kami berdua akhirnya nungguin si klien datang. Dari mulai pesen makanan saking lapernya, sampai makanan kami habis, dan isi minuman saya yang banyak banget tinggal separuh, si klien belum dateng juga. Padahal langit sudah sangat gelap dan rasanya sudah hampir maghrib padahal saat itu baru sekitar jam 4-an. Dan akhirnya, hujan angin terjadi. Saya bisa melihat pepohonan di luar restoran bergoyang ria kesana-kemari. Lampu restoran juga udah nyala semua dan mengakibatkan suasana remang-remang gimanaa gitu. Romantis sih, tapi please deh.. -_-

Spaghetti bolognaise yang saya pesan di sana.. Yumm.. :a



Akhirnya, demi mencegah kengantukan yang sangat akut, dan saya pun sudah berujar pengen tidur dulu sambil nungguin si klien, si bos memberikan iPad-nya buat mainan saya selama menunggu. Akhirnya browsing-browsing. Dan jam 4 lebih, si klien baru datang. Itu pun baru satu. Walhasil harus nunggu satu orangnya lagi yang janji mau nemenin Ibuknya yang itu. Nunggu sambil membiarkannya memesan makanan, bos saya malah jadinya dicurhatin. 

Pulang dari resto, sudah jam 6-an lebih. Si bos mau ke salon dulu katanya. Dan saya harus pulang sendiri naik taksi. Tapi kenyataannya, di luar suasana hectic banget. Nggak ada taksi kosong, banjir pula. Akhirnya saya didaulat untuk ikutan ke salon sambil sekalian nyari taksi di jalan. Kalau perlu cari taksinya di depan salon katanya. Well, it's so hard to get a taxi, terutama di Jakarta, kalo pas hujan dan banjir pula. Di sepanjang perjalanan menuju salon, kami cuma melihat taksi yang sudah ada penumpangnya. Nemu satu taksi yang kosong dan berhenti di pinggir jalan, akhirnya si bos meminta supirnya buat nanyain sama si supir taksi terkait apakah bapaknya bersedia membawa saya pulang (ke kosan saya lho ya..), ternyata bapaknya lagi ngopi dan menolak. Jadilah saya akhirnya harus menunggu di ruang tunggu salon sambil supir si bos kembali berusaha nyariin taksi di pinggir jalan sambil berhujan-hujan ria.
Dan sekitar 15 menit kemudian, si bapak menemui saya dan bilang kalau taksinya udah dapet. Saya langsung bergegas keluar, bahkan nggak sempet pamitan sama si bos yang di dalam lagi potong rambut. And guess what? Itu taksi ternyata taksi yang sama yang distop di pinggir jalan dalam perjalanan ke salon tadi. Dan ujung-ujungnya, again, saya dicurhatin masalah kerjaannya sama si bapak supir taksi. Oh my, apakah muka saya semacam ada tulisan "silahkan curhat"? -_- Padahal di dalam taksi saya nahan sakit perut gara-gara kedinginan (karena nungguin lama banget di dalam restoran yang dingin, plus di taxi dinginnya juga menggila padahal udah pake blazer), dan positif sudah, saya masuk angin (LAGI!). Argh! T^T

Well, dan sekarang saya sudah kembali menjalani rutinitas seperti biasa. Rutinitas yang membuat setiap hari Senin saya selalu berharap hari itu sudah hari Jumat karena terlalu bosannya, dan juga karena saya nggak sabar pengen weekend-an di kosan, doing nothing (eh, not really) dan bersantai sesukanya tanpa diribetin masalah kerjaan..
Dan saya (masih) berharap bisa libur panjang suatu hari nanti.. *fingers crossed*

Friday, July 20, 2012

(Weird) Fasting Experience.. :)


Puasa pertama di perantauan.

Rasanya aneh.

Well, sebenernya sih belum terbiasa aja.. Kebiasaan lama yang selalu dimasakin Ibu di rumah baik sahur maupun buka, sekarang harus digantikan dengan usaha untuk mencari makan sendiri buat buka + sahurnya. Bukanya sih gampang ya.. Sahurnya yang agak tricky..
Secara saya ini orangnya males banget sama yang namanya masak (karena males eksperimen di dapur umum kos), pada akhirnya saya harus mikirin gimana beli nasi sama lauk buat makan jam 3 pagi-an begitu.. Oke. Kalau mau cepet, di luar kosan mesti banyak banget abang-abang jualan makanan yang pastinya bisa langsung dinikmati. Tapi masalahnya dengan saya adalah, saya aja bangun sahur kadang "aras-arasen", apalagi suruh keluar beli makanan.. XD Terpaksa lah akhirnya saya beli nasi malemnya. Makan sahur dengan nasi dingin? Sepertinya sudah biasa (semenjak jadi anak kos T.T)..

Ngomong-ngomong, puasa pertama yang berbeda hari ini juga membuat saya agak bingung. Mayoritas temen-temen yang di Jakarta pada ngikutin anjuran pemerintah untuk mulai puasa tanggal 21. Nah, keluarga dan temen-temen saya di Jogja, sebaliknya, mulai puasa tanggal 20, yang mengakibatkan ibu saya langsung sms dan "memerintahkan" anaknya ini untuk mulai puasa tanggal 20. Dan meskipun beberapa teman di kantor juga sama-sama puasa tanggal 20 (termasuk si Bos), pas tiba saatnya sahur, saya jadi satu-satunya penghuni kos yang makan sahur sendirian (dan harus menjaga ketenangan mengingat semua orang masih pada tidur). Mana waktu imsak menjadi kurang jelas karena tidak ada gaung "imsak" dari corong mesjid. Akhirnya saya cuma berpatokan jadwal imsakiyah yang ditempel di dinding kos sambil berpikir apakah jam saya kecepetan atau kelambatan. Di kantor pun sebagian karyawan masih pada makan siang meskipun mereka berkali-kali minta maaf. Hmm.. rasanya cukup aneh..
Dan kebodohan saya, pas sahur lupa minum obat maag yang mengakibatkan puasa pertama hari ini perut agak melilit. Ahh~ Lupa saya kalo punya maag.. -______-

Dan di tengah suasana yang sedang tidak banyak kerjaan begini di kantor, saya jadi super ngantuk. Mupeng mbayangin waktu jaman kuliah, masih bisa curi-curi waktu buat tidur siang sebentar.
Well, change happens all the time.. Hanya perlu membiasakan diri dengan perubahan itu.

Semangat!! Nggak boleh ngantuk meskipun sangat!

Dan terakhir, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.. :)

Thursday, November 24, 2011

Meet Gonzalo, si Sanca Papua

Minggu lalu, pas saya nginep di rumah Om, ni uler masih biasa aja (baca: nglungker mulu).
Baru pas saya udah mau pulang, eh.. tiba-tiba yang punya (a.k.a sepupu saya) memutuskan untuk mandiin si Gonzalo (Higuain??) ini. Jadi akhirnya, untuk pertama kalinya, saya liat si uler ijo yang lumayan scary ini.. muhuhu..


Udah mikir si uler bakalan dicium

Gigit aja tuh, si Tian.. :p

Dibiarkan lepas begitu saja -____-

Pengen pacaran sama karpet

Gonzalo, lain kali kalo aku pas maen, kamu makan tikus ya.. Biar bisa tak liat.. :ppp
*ngarep mode: on*

Friday, September 30, 2011

Main Film di Alam Mimpi.. (????)

Oke. Saya merasa punya kebiasaan yang sangat aneh.
Well, dikatakan kebiasaan mungkin nggak tepat. Secara semuanya terjadi dengan tidak sengaja, nggak direncanakan, bahkan nggak pernah terpikirkan sampai sekarang.

See, saya hobi nonton dan baca. Mau itu film, serial TV, novel, pokoknya saya suka menghabiskan waktu dengan melakukan hal-hal tersebut. Nah selama ini, saya bukan tipe orang yang gampang tidur. Setiap hari, demi 'mengantukkan' mata, saya harus selalu melakukan entah nonton film atau mbaca buku. Parahnya, setiap buku yang saya baca atau film yang saya tonton, semuanya selalu kebawa mimpi. Jujur saya baru menyadari beberapa hari yang lalu. Soalnya selama ini, meskipun setelah diingat-ingat saya hampir nggak ingat kapan mulai seperti ini, saya cenderung masa bodoh dan nggak terlalu mikirin. Sekarang, setelah dipikir-pikir, lumayan aneh juga rasanya.. Wkkk
Contohlah begini, saat jadwal (jiahhh~ jadwal!) saya hari itu mbaca Harry Potter, mesti ntar di mimpi saya bakal ada si Harry, Ron, sama Hermione, bahkan nggak jarang tokoh figuran juga ikut muncul. Entah dengan plot yang geje apa nggak. Plot geje didefinisikan sebagai plot yang ngaco dan nggak mungkin terjadi di buku yang beneran. Plot yang nggak geje sebaliknya, (kurang lebih) mengulang apa yang ada di bukunya. Pokoknya ada aja bagian dari buku yang muncul. Begitu juga kalau saya nonton film. Oia, ngomong-ngomong, sebagai orang dengan tipe visual, setiap buku yang saya baca, otak saya selalu menyimpannya seperti film. Jadi sebenernya rasanya 11-12 kalo ngomongin buku dan film.

Beberapa hari yang lalu, saya sempat konsul dengan teman saya (FYI, sehabis nonton film Super 8, di mimpi saya tiba-tiba ada zombie -_____- *ngomong-ngomong, kenapa bukan aliennya ya yang dateng di mimpi?*) masalah ini meskipun secara nggak sengaja, dan dia bilang, jiwa saya masih kayak anak kecil. Hyah! Jawaban yang saya harapkan sebenernya lebih ilmiah dan gimanaa gitu, eh, malah dibilang saya masih anak kecil. Katanya, cuma anak kecil yang mimpi kayak gitu. Parah.

Saya ingat dulu pernah ada yang bilang kira-kira begini, kalau kita memikirkan sesuatu sebelum tidur, apa yang kita pikirkan itu akan kebawa mimpi. Well, setengah percaya dan enggak sih. Masalahnya, kalau saya coba dengan sengaja biasanya nggak mempan (formula cliche), dan kalau saya nggak berencana malah jadinya beneran. Fiuh~
Oke. Mungkin sementara saya makan mentah-mentah saja argumen teman saya yang bilang saya masih 'anak kecil'. Kalau dinalar memang selalu ada sisi kekanakan dalam setiap orang kan?? *defense* :p

Anw, apapun itu namanya juga mimpi.. Kadang aneh kadang enggak.. (Berusaha nggak terlalu mikir) Itung-itung saya bisa jadi aktor dadakan di film yang ada di mimpi saya sendiri.. *evil smirk*

Tuesday, June 7, 2011

I Dare Enough to Talk to Strangers

Beberapa waktu lalu saya dikenalkan dengan sebuah situs chat oleh teman saya. Situs chat ini menurut saya beda. Well, cause we're talking to strangers. Real strangers from around the world! Demi keamanan (nggak pengen dianggap menyesatkan atau malah dianggap promosi, nama situsnya nggak usah disebutin deh ya.. :p)
Pertama-tama, entah apa yang membuat saya pengen nyoba situs ini. Secara kan saya orang yang paling nggak suka ketidakjelasan, apalagi saya nggak hobi chatting (kecuali sama yang dikenal, itu aja jarang). Mungkinkah karena cerita temen saya itu yang pengalamannya bisa dikategorikan sebagai pengalaman cukup fantastis jadi mempengaruhi saya?? Hmm.. entahlah.. Mungkin karena saya begitu kurang kerjaan saat ini dan ingin mencoba hal baru.

So, basically, saya nyoba chatting di situs ini. And as I said, yang kita ajak bicara bener-bener asing. Nggak ada nickname, nggak ada info apapun. Bener-bener random chat. Satu hal lagi, sekali koneksi keputus, berakhir sudah lah percakapan itu. Kemungkinan besar kita nggak akan bisa ngobrol lagi kalau nggak tukar info satu sama lain. Jadi pas mulai dari awal lagi, yang diajak ngomong udah beda. Awalnya, sempet merasa aneh karena sumpah, orang-orang yang saya temuin sangat bervariasi. Mulai dari yang super geje, agak geje, sampai yang normal, dan yang terbaik, menyenangkan. Dan trust me, kebanyakan dari mereka adalah geje.. (-____-)
Situs ini cocok banget buat orang yang suka ngerjain orang. Saya pernah dikerjain satu kali, tapi bersyukur saya nggak kemakan umpannya. Ujung-ujungnya, sebelum saya nanya lebih lanjut, dia udah ngaku duluan. Jiaaahhh~
Untuk saya yang termasuk 'lurus', situs ini jadi sebuah cobaan karena di dalamnya banyak yang ngajak aneh-aneh. Terkadang belom-belom malah udah bikin ilfil. So, mesti pinter-pinter milih temen ngomong. Biasanya, kalau udah menjurus ke hal-hal yang aneh, langsung saya disconnect. Dari sini sebenernya kita bisa lihat mana yang niatnya beneran pengen ngobrol, ato niatan yang lain. Dan saya juga bisa belajar gimana caranya mendapatkan teman ngobrol yang sesuai dan nggak aneh-aneh, yang bener2 bisa memberikan kenyamanan dalam bertukar informasi.
Satu pengalaman menyebalkan adalah ketika saya sudah enjoy ngobrol dengan satu orang, dan menurut saya dia termasuk orang yang nice, tiba-tiba tanpa sengaja saya menekan backspace. Sial! Komunikasi terputus dan saya bahkan nggak pernah tau page dia apa. Nyesel banget! Apalagi sebelumnya dia udah sempat tanya page saya. Dasarnya saya punya prinsip 'you can't be too careful' di sini, jadinya permintaan itu saya hindari, dan dia merespon dengan santai dan sopan. And yeah! hilang sudah kesempatan dapat teman ngobrol yang lucu dan nyambung *sigh*. And believe me, kecelakaan kayak gitu nggak cuma terjadi satu kali.. T.T
Sekali saya dapet temen chatting orang Indo.. Rasanya ternyata emang beda ya.. Dan ternyata yang saya ajak chatting anak 16 tahun, baru lulus SMP (Oh! Ternyata kerjaan anak lulus SMP saat ini adalah ngerjain orang). Jujur jadinya ngaco banget! Ngakak terus dari awal sampe akhir. Mungkin karena pada dasarnya sense of humor-nya sama? Atau karena anaknya terlalu polos dan jujur? Ujung-ujungnya chat harus diakhiri karena dia dipanggil ibunya dan suruh ke minimarket.. xD

Sedikit banyak, pengalaman aneh ini bisa saya jadikan pembelajaran. Mulai dari beberapa orang yang setelah denger saya dari Indonesia, langsung disconnect. Atau beberapa yang nggak ngerti di Indonesia kayak gimana, biasanya malah saya jadi numpang promosi. Atau mungkin curhat gimana perasaan saya ketika orang-orang (bule) pada tau Bali tapi mereka nggak ngerti Indonesia di sebelah mananya Bali.
Yah, meskipun sejujurnya chatting kayak gini agak wasting time, secara kalau udah keasyikan ngobrol jadi keterusan, saya nggak pengen addicted. Berharap ini cuma jadi selingan aja ketika bingung gimana harus membunuh waktu. Dan berharap juga, semoga nantinya nggak nemu orang yang aneh-aneh dan bikin ilfil. :)))

Sunday, April 17, 2011

Perburuan Tengah Malam

Kemarin malam mungkin bisa dibilang sebagai saat yang aneh dan menyebalkan buat saya. Kenapa??
Karena ... *jengjengjeng (musik drum)* enggak biasanya malam hari saya isi dengan berburu kecoak.
Yeah, berburu kecoak. Lebih tepatnya, terpaksa berburu kecoak di kamar saya. Can you believe it??
Sekitar jam 23.20 malam, lagi enak-enaknya nonton tivi sendirian, saya dikejutkan oleh sebuah siluet di atas kepala saya. Hewan bersayap yang ukurannya lumayan gede dan terbang dengan tergesa-gesa ke tirai jendela. Oke. Saya pikir itu kupu-kupu, minimal ngengat lah, soalnya seinget saya warnanya coklat. Tapi kok setelah saya selidiki (dengan menjulurkan kepala dan memincingkan mata untuk melihat dengan jelas), saya baru sadar kalo hewan itu adalah kecoak. Yak! Benar sekali. Memang kecoa.
Bagi yang nggak percaya kalau kecoak bisa terbang, trust me! Saya sudah menyaksikan lebih dari 3 kali kalau kecoak memang kadang-kadang suka berharap nyaingin kupu-kupu. Hobinya loncat sana loncat sini dengan sayap bergetar yang, yah.. pretty much looks like flying. Bagi yang percaya, baguslah. Berarti saya nggak berhalusinasi. Jadi, saya langsung mikir, 'what the hell??'. Ngapain ni kecoak malem-malem hang-out di kamar saya? Nggak tau juga datang dari mana, masa tau-tau nongol? perasaan juga dikunci pintu sama jendelanya... Benar-benar kecoak yang kurang kerjaan.
Jadi, saya perhatikan gerak-geriknya. Pertama-tama, dia cuma nggremet (merambat) di sepanjang gorden jendela. Lalu tiba-tiba, kesannya kayak sok pamer gitu, kecoaknya terbang menyeberangi ruangan, melewati atas badan saya. Wuzzzz.. saya langsung dalam posisi siaga. Hmmm.. kecoak sebenarnya bukan hewan yang paling menyebalkan buat saya, selama mereka masih menghormati privasi saya dan nggak mengganggu. Tapi yang ini?? Pengecualian!! Saya nggak suka tiba-tiba ada intruder di kamar saya, bikin geli pula. Alhasil, saya siap-siap menyerang. Tapi ternyata, lama saya tunggu kecoaknya tetep stay di lantai bawah kasur dan nggak keliatan lagi. Okelah kalau gini, saya cukup tidak merasa terganggu, meskipun rasa sebel masih ada.
Di tengah menikmati film di tivi yang cukup menegangkan, tau-tau ada sesuatu yang nggremet di kaki saya. Awalnya saya pikir semut. Tapi saya langsung ingat kalau tadi ada kecoak terbang, langsung saya tangkis 'sesuatu' di kaki saya itu, yang tiba-tiba langsung pindah ke tangan saya. Great! Saya dirambati kecoak.. T^T *sesuatu yang tidak patut dibanggakan*. Kecoaknya, seakan sadar diri kalau jadi buruan, langsung lari bersembunyi di balik tumpukan majalah saya. Langsung aja saya ambil botol minum dan satu buah buku setebal 4 cm untuk persenjataan. Dan perburuan kecoak pun dimulai.
Saya obrak-abrik tumpukan majalah saya, saya hujam-hujamkan botol minum, tapi masih meleset. Saya pancing kecoaknya keluar dari tempat persembunyian pelan-pelan, dan langsung saya timpuk pake buku. Eh, nggak kena juga (sebenernya kasian sama bukunya, kan sayang kalo kenapa-kenapa. Tapi mau gimana lagi?? Kecoaknya?? Nggak, saya nggak kasian sama sekali ><). Akhirnya setelah berkali-kali muter-muter di kamar untuk memburu kecoa (sampai masuk ke kolong tempat tidur dan berkali-kali dikagetkan dengan serangan langsung kecoak ke arah saya yang saya respon dengan loncat karena saya nggak mau 'disentuh' kecoak lagi), tiba-tiba kecoaknya ilang.
Aaaaaarghhhh..!!! Antara geregetan, gemes, kesel, dan hasrat pengen nimpuk sesuatu. Males banget kan kalau di tengah tidur nyenyak saya harus terganggu dengan kehadirannya lagi?? Tapi nyatanya itu makhluk satu menghilang tanpa jejak. Akhirnya perang harus berakhir tanpa kemenangan.

Malam-malam yang seharusnya diisi dengan santai dan bersiap tidur, ternyata harus dilalui dengan sedikit olah raga gara-gara hama kecil menyebalkan yang nyasar ke kamar saya. Kadang-kadang saya merasa kamar saya jadi semacam tempat persinggahan untuk hewan-hewan penyusup. Sebelumnya, saya pernah kejar-kejaran dengan tikus kecil abu-abu yang suka tepe-tepe (mejeng) di atas lemari saya, dua kali. But that's another story. Untuk saat ini, males aja ketika tidur harus diresahkan oleh satu wujud yang bau dan menggelikan seperti kecoak.

Harapan di masa yang akan datang: Nggak ada lagi binatang-binatang yang nyasar ke kamar saya, kecuali kalau memang saya undang... (BeTe)