Showing posts with label Idols. Show all posts
Showing posts with label Idols. Show all posts

Saturday, September 12, 2015

(I Want To) Make A Memory

Keputusan untuk menonton Bon Jovi tanggal 11 September ini langsung terbesit di kepala setelah saya liat iklannya di internet. Bayangan Jon Bon Jovi bikin saya jadi semangat dan niat nonton. Dan akhirnya, setelah berhasil mempengaruhi teman saya untuk nonton, kami rencanakan pembelian tiketnya pada hari-H penjualannya dimulai.
Agak susah sih waktu itu nyarinya. Karena ternyata dari opsi penjual tiket resminya, tidak ada nama supplier tiket yang sudah biasa saya pakai jasanya. Akhirnya, setelah kami berdua bahu-membahu dan saling memberikan informasi, dapatlah info yang lebih lengkap termasuk harga akhir tiket setelah pajak. And who knows it would be much more expensive than I thought? -_- Pajak tiket yang biasanya cuma 10% naik jadi 15%. Tapi sudahlah.. demi Om Jon dkk.
Sebenarnya selain pengen liat frontman-nya ini, saya juga pengen banget liat Richie Sambora. Dari dulu dua orang ini merupakan definisi pribadi saya untuk bromance di panggung. Nggak tau kenapa, mereka keliatan klop banget kalau sudah beraksi. Bahkan ada kesan inseparable. Lha kok, setelah saya sudah dapat tiket, saya malah baru tahu kalau Om Richie sudah mundur dari band ini. Pupus deh harapan saya lihat bromance mereka di panggung. Hiks..

Anyway, mumpung masih agak fresh di kepala, saya akan coba jabarkan apa yang terjadi selama konser. Mungkin biar lebih beralur, saya ceritakan dari awal saya berangkat.

Jadi, saya berangkat dari kosan sekitar jam 3. Niatnya. Tapi apa daya harus mundur karena berkali-kali saya coba order Go-jek, eh.. nggak dapet-dapet sinyalnya. Padahal saya sampai keluar rumah dan ngangkat-ngangkat hape di pinggir jalan kayak orang nggak jelas, berharap koneksi ada. Setelah setengah jam berlalu tanpa hasil, akhirnya saya memutuskan naik taksi. Pertimbangannya adalah karena pintu/gate masuk yang saya tuju belum pernah saya masuki sebelumnya. Kan kalau naksi dan driver-nya nggak tau ada GPS yang bisa membantu. Oh, fyi, karena konser ini penontonnya banyak pake banget-banget, jadi ada pembagian pintu masuk untuk pemegang tiket. Kebetulan saya waktu itu beli tiketnya di posisi Lower Tribune Left (LTL), jadi saya masuknya lewat Pintu Utara, yang deket sama TVRI. Pas nyari taksi pun sebenernya susah banget. Dan ketika dapat, meskipun armadanya bukan yang biasa saya naikin dan bukan favorit saya, saya relakan saja karena sudah sangat mepet. Untungnya masnya orangnya sangat ramah. Dan ketika saya bilang saya mau ke GBK, dia langsung nodong dan nanya apa saya mau nonton Bon Jovi. Wkwk
Anyway, saya nggak tau kenapa tapi sejauh ini, banyak banget orang yang kalau saya ajak ngobrol atau sebaliknya, mereka ada tendensi untuk curhat, termasuk driver yang nganterin saya ini. Setelah saya ditanya-tanyain sama dia dan dia tau kalau saya lulusan psikologi, saya langsung dicurhatin tentang masalah dengan mantan kekasihnya. Sempet mbatin kenapa ujug-ujug jadi curcol begitu, dan saya sempat niat bilang ke masnya, karena saya udah buka sesi konseling gratis ke dia, harusnya taksinya digratisin. Tapi apa daya.. nggak tega. *sighs*
Dan benar saja, jalanan udah mulai macet, terutama yang ke arah Senayan. Untungnya masnya jago cari jalan, termasuk lebih banyak nyari yang arah arus sebaliknya supaya nggak terlalu macet. Jadilah jam 4-an saya sudah di lokasi. Dan sebelum turun, sempat-sempatnya si supir taksi ini bilang supaya salamnya disampaikan ke Bon Jovi dan kalau boleh minta rekamannya aja. Halah..
Pas turun dari taksi dan mau nyebrang pun susah karena mobil-mobil sudah pada antri masuk dan jalanan padat sekali. Dan sampai lokasi, sudah banyak orang yang mau nonton dan bahkan dimana-mana banyak sekali yang jualan merch berbau Bon Jovi (KW pastinya), mulai dari kaos dengan tulisan macem-macem (termasuk ada yang bergambar sablonan foto personilnya), syal, masker, sampai kipas yang ada logo Bon Jovi di satu sisi dan di sisi lainnya ada gambarnya om Jon waktu masih muda. Cakep banget beneran! *salah fokus* Kadang kalau liat pengen beli sih, cuma untungnya kemarin saya masih bisa berpikir rasional dan menahan keinginan impulsif itu, terutama karena saya bukan fans fanatik yang harus punya merchandise dan segala macamnya. Kalaupun mau beli, rasanya lebih baik membeli yang asli (tapi akhirnya nggak jadi juga sih.. :p).

Karena saya masih harus menunggu teman saya sampai, saya pilih satu spot di pojokan sebelum gerbang masuk area stadion utama dan menunggu di situ. Bisa dibilang itu semacam tempat nongkrong dan banyak juga orang jualan. Tapi minusnya adalah.. dimana-mana orang pada  ngerokok (jeleknya show yang disponsori rokok juga nih), jadi mau madep kanan, kiri, depan, apa belakang, selalu aja ada asap rokok yang melayang ke muka saya. Dan orang-orang ini bukan orang-orang sensitif yang saya batuk-batuk dikit mereka langsung ngerasa. Saking parahnya, malah ada yang menghembuskan asap rokoknya ke muka saya. Woalah, pak.. Kalau mau mati ya silahkan, tapi nggak usah ajak-ajak, please.. -..-
Dan dari informasi teman saya jalanan sangat macet, terutama yang ke arah Senayan (stuck banget!), sampai-sampai jam 5 lebih dia belum sampai juga. Bahkan katanya tukang ojek yang nganterin dia pun sampai kehabisan bensin saking macetnya. Ckck. Saya sendiri udah kayak cacing kena garam yang semakin sore semakin gelisah karena sudah banyak orang yang masuk gerbang menuju stadion dan ngantri ke dalam. I mean, saya pengen banget dapat spot yang bagus, tapi mau nggak mau harus nunggu karena nggak asik juga kalau nanti saya harus menghabiskan waktu sendirian selama konser. Cengok banget kayaknya, jadi ya dibela-belain nunggu, biar ada temennya.
Setelah teman saya sampai, kami langsung menuju gate untuk masuk area stadion. Bisa dibilang penjagaan ketat. Bahkan sebelum masuk, kami benar-benar diperiksa bawa makanan sama minuman apa enggak. Karena di tas saya ada dua buah roti dan sebotol air mineral, kami akhirnya memutuskan untuk makan dulu (sambil ngisi perut ceritanya) dan menghabiskan minum sebelum masuk. Setelah lolos, tiket kami di-scan barcode-nya, untuk ngecek apakah sudah ada yang menggunakan kode itu. Baru saya tau pas sampai rumah kalau ternyata banyak banget kasus tiket palsu dan barcode yang tidak terdeteksi keasliannya. Bahkan kerugiannya bisa sampai 450 juta dan pake acara njebolin gerbang juga gara-gara mereka nggak boleh masuk. Hmm.. Ada-ada aja ya..

Di dalam pun, line antriannya banyak. Kami harus memastikan berkali-kali kalau kami antri di tempat yang benar. Untungnya antrian untuk LTL tidak sepanjang antrian Festival. Jadi kami langsung lari nyari spot duduk yang oke. Pas masuk area tribun, kami agak shock karena kami ternyata dapatnya yang bener-bener di area kiri (padahalnya ngarepnya yang masih agak di tengah). Apalagi di bagian depan tribun yang ini, pandangan kami tertutup teralis besi yang cukup annoying. Kami sempat melirik ke arah tribun sebelah kanan kami yang sudah hampir penuh, dan karena penasaran kami tanya apa itu masih area LTL atau sudah VIP. Dan jawabannya ternyata LTL. Akhirnya kami minta masnya yang kami tanya supaya nge-tag-in tempat buat kami dan kami langsung lari keluar dari area yang itu dan masuk area sebelah demi mendapatkan spot oke. Worth it banget tapi. Viewnya lebih mendingan daripada yang sebelumnya.

Konser dimulai jam 7 malam. Penyanyi pembukanya adalah Sam Tsui. Saya sebenernya belum pernah denger nama Sam Tsui sebelum ini. Tapi kata temen saya, dia ini basically adalah YouTuber yang banyak meng-cover lagu-lagu populer dan sudah punya album sendiri juga. Saya sih berharap sebenarnya dia banyak nyanyiin lagu cover-an aja biar saya bisa sing-along. Tapi apa daya, si Sam ternyata banyak menyanyikan lagunya sendiri. Jadi saya akhirnya cuma bisa goyang-goyang sambil ngikutin beat. Suaranya sih oke juga, dan penampilannya bikin saya inget sama Adam Lambert. Tapi karena saya bukan penggemar genre music yang dia nyanyikan ya jadinya buat saya masih biasa aja. Setelah sekitar 45 menit, sesi Sam Tsui selesai. Setelah itu, tiba-tiba terdengar suara Judika menyanyikan lagu Indonesia Raya. Semua penonton langsung berdiri dan ikut menyanyi dengan khidmat.
Setelah lagu Indonesia Raya selesai dinyanyikan, crew-crewnya Bon Jovi langsung pada keluar dan ngangkut-ngangkutin barang (Mulai dari gitar, drums, sound system, segala macem lah. Sampai soundcheck juga) diiringi backsound lagu rock jaman dulu yang saya juga nggak tau itu yang nyanyi siapa. Tapi mas di belakang saya ikut nyanyi-nyanyi sih, jadi mungkin saya yang nggak gaul. Cukup lama kami nungguin, sampai berasa ngantuk karena nggak mulai-mulai. Dan akhirnya, hampir setengah 9, lighting di panggung berubah warna menjadi biru dan sorak penonton pecah. Ya, konsernya dimulai.

Tidak ada instrumental pembuka sebelum dimulai. Tau-tau suara Om Jon terdengar dan mukanya terpampang di layar. Saya dan teman saya langsung jejeritan dan tak henti-hentinya kami nyebut karena memang sumpah, dia cakep sekali! O.O *memang kami salah fokus kadang-kadang tapi ya mau gimana lagi* Sound system-nya mantep banget! Suaranya sangat menggelegar dan atmosfer-nya masya Allah banget. Pokoknya perfect deh ah.
Lagu pembukanya adalah That’s What the Water Made Me. Lalu langsung diikuti Who Says You Can’t Go Home sama Lost Highway sebelum akhirnya Om Jon nyapa penonton pakai bahasa Indonesia. Btw, rambutnya si om terlihat sudah semakin memutih. Ya iya sih, umurnya aja udah 53 tahun. Tapi nggak papa Om, saya tetap cinta padamu.. *kenapa jadi labil begini? -_- *
Anyway, saya harus jujur kalau saya nggak 100% hafal semua lagu yang dinyanyikan di konser ini. Dari total 20 lagu, mostly saya tau, tapi ya kadang tau liriknya kadang enggak. Tapi masih bisa enjoy sih. Dan bisa dibilang saya salah satu orang yang paling heboh di barisan saya. Orang-orang di sebelah, belakang, dan depan saya persis sangat anteng. Sepanjang show mereka duduk (meskipun kalo teriak tetap dilakukan). Dan di beberapa lagu, biasanya setelah dengar intro dan sadar kalau lagu yang dimainin adalah lagu favorit saya, saya bakal langsung berdiri dan tepuk tangan, ngangkat tangan, atau jingkrak-jingkrak sepuasnya. Pokoknya heboh banget. Nggak tau deh penonton belakang saya keganggu apa enggak. Semoga enggak sih ya.. Ini kan konser. Having fun is a must! :p
Oh iya, di awal konser, saya sempet ditakut-takutin sama temen saya. Intinya, dia bilang kalau kemungkinan salah satu lagu yang saya sukai (Because We Can) nggak akan dimainin karena kurang populer dibandingin yang lain. Apalagi itu termasuk lagu baru. Saya sih sempat nggak rela dan berharap bisa dengerin lagu itu live. Tapi lama-lama agak pupus harapannya, terutama karena beberapa lagu yang populer pun nggak dimainkan. Tapi pas di lagu entah ke berapa (saya lupa) mereka memainkan intronya, dan seketika saya langsung jejeritan kayak orang gila karena seneng banget lagunya dimainin. Sebelah saya sampai kaget kayaknya. Dan sudah bisa ditebak, saya yang paling semangat nyanyinya.. =D

Full Setlist
1. That's What the Water Made Me
2. Who Says You Can't Go Home
3. Lost Highway
4. Raise Your Hands
5. You Give Love a Bad Name
6. Born to Be My Baby
7. We Don't Run
8. It's My Life
9. Because We Can
10. Someday I'll Be Saturday Night
11. What About Now
12. We Got It Goin' On
13. In These Arms
14. Wanted Dead or Alive
15. I'll Sleep When I'm Dead
16. Keep the Faith
17. Bad Medicine

Encore:
18. Runaway
19. Have a Nice Day
20. Livin' on a Prayer


Suara Om Jon powerful banget. Dari awal sampai akhir nggak terdengar berubah. Mungkin karena sudah biasa manggung dengan durasi lama berpuluh-puluh tahun lamanya, makanya jadi perfect gitu performance-nya. Saya juga suka liat aksinya di panggung yang tau-tau melakukan goyangan khas dia banget. Bikin ngakak tapi juga sangat menghibur. Di beberapa lagu, bahkan terlihat sekali koneksi antara band dengan penonton. Di lagu Wanted Dead or Alive, dari awal penonton disuruh nyanyi sampai verse pertama selesai, dan dia diem aja gitu, sambil mukanya keliatan tersentuh dan bahagia banget. Di lagu Raise Your Hands, kami semua juga diminta ngangkat tangan (sambil sedikit di lambai-lambaikan, khas banget gayanya Bon Jovi). Bahkan di beberapa lagu, refrain bagian terakhir sengaja dilama-lamain sampai penontonnya pun nyanyinya ngos-ngosan karena sambil teriak histeris. Dan yang cukup seru, mereka sempat menyanyikan lagu baru dari album yang dirilis tahun ini, judulnya We Don’t Run. Bisa dibilang lagu ini pertama kali dimainkan live di Jakarta. Jadi berasa sangat spesial juga. Dari album yang paling baru, saya sama temen saya emang paling seneng lagu yang ini, karena terdengar sangat powerful dan cocok buat menggerakkan massa.

Yang bikin penonton geger jelas single-single yang paling digemari di sini. Pertama kali stadion pecah adalah waktu mereka nyanyiin You Give Love A Bad Name. Itu pertama kalinya saya langsung loncat berdiri dan jingkrak-jingkrak. Selanjutnya, jelas It’s My Life. Pas lagu ini, stadion rasanya bergetar karena koor-nya loud banget. Dan ending-nya, sukaaaaaaaa banget! Mereka nyanyiin Bad Medicine yang juga saya tunggu-tunggu dari awal. Sebenernya udah ada feeling mereka bakal menutup konser dengan lagu yang menggelegar, dan sempat menduga Bad Medicine yang bakal dinyanyiin karena It’s My Life udah dinyanyiin. Dan ternyata benar.. :3 *berasa cenayang* Yang jelas, lagu Bad Medicine jadi lama banget karena di belakangnya mereka tambahin refrain berkali-kali sampe gempor deh nyanyinya. wkwk
Selesai lagu ke-17, panggung gelap dan semua yang nonton langsung serempak teriak “we want more!” ß kalau konser kayaknya nggak mungkin nggak ada ini. Dan akhirnya, nggak berapa lama kemudian, Om Jon nongol lagi di layar, dan sudah berganti baju. Yang tadinya vest atau semacam sleeveless leather jacket warna hitam berubah menjadi kaos biru dan jaket kulit hitam. Saya sama temen saya langsung salah fokus lagi dan berkali-kali nyebut nama Gusti Allah saking cakepnya Om Jon ini. Bahkan saya sampe ngunyel-unyel teman saya karena gemes banget dan si subjek yang sebenarnya tidak berada dalam jangkauan. Saya harus bilang kalau cakepnya Om Jon ini tidak bisa dijustifikasi lewat foto. Sumpah aslinya beneran cakep banget. Bahkan dari layar pun keliatan cakep banget. Apalagi kalau liat langsung coba?
Anyway, mereka langsung mainin Runaway, dan yang tidak terduga, setelah itu mereka melanjutkan dengan Have A Nice Day. Di sini saya juga all out. Jingkrak-jingkrak dan teriak-teriak sejadi-jadinya. Habis itu, kami nebak lagu apa lagi yang mau dimainin. Saya sempat bilang ke teman saya kalau mereka belum mainin Livin’ on A Prayer, jadi harusnya itu. Tapi eh tapi.. Om Jon tau-tau nongol sambil bawa gitar akustik dan mainin nada slow. Saya bingung ini lagu apa. Always? Tapi ternyata oh ternyata.. ini Livin’ on A Prayer versi akustik. Praktis semua yang nonton ikut nyanyi hanya diiringi dengan gitar akustik sampai saya rasanya merinding. Dan semakin lama versinya semakin keras sampai akhirnya keluar versi aslinya. Saya jejingkrakan lagi. Dan di ujung lagu ini, suara yang nonton mencapai desibel maksimal yang bisa dibayangkan. Apalagi kan nada lagu ini makin lama makin tinggi. Kelar nyanyi rasanya nafas habis, suara udah serak, tapi happy-nya maksimal juga. Habis itu udah. Selesai. Mereka salaman satu sama lain dan dadah-dadah. Nggak mungkin ditambahin lagi kalau udah begini.

credit: Bon Jovi's twitter account

credit: Bon Jovi's twitter account

Sumpah saya puas! Sukaaaaaaaa banget! Rasanya ini konser terkeren yang pernah saya tonton. Saya cuma menyesali dua hal; saya pengen lebih dekat dengan Om Jon (di tribun kejauhan Om, but I’m still not complaining), dan saya juga pengen mereka mbawain lagu Thank You for Loving Me sama All About Lovin’ You. Yah.. Maybe next time.
Oh. Dan meskipun dari tadi saya banyak histeris karena Jon Bon Jovi, secara keseluruhan Bon Jovi ini kalau diibaratkan makanan sangat maknyus. Meskipun nggak ada Om Richie, gitaris penggantinya (kalau nggak salah namanya Phil X) juga mainnya keren banget. Banyak riff-riff gitar yang bikin penonton langsung pada jejeritan saking kerennya. Drumming-nya pun mantep pake banget-banget sampai teman saya sempet heran apa drummer-nya nggak pegel mainnya. Keyboard? Jangan ditanya. Om David mainnya mantep. Pokoknya secara keseluruhan mereka keren sekali. Dan setelah tadi malam, saya bilang ke diri sendiri kalau besok-besok ada kesempatan nonton mereka lagi, saya pasti datang.

Okay. That’s it! Meskipun konser ini bukan konser paling gila yang pernah saya alami (physically and mentally), tapi dari semua sisi (konsep dan eksekusinya) ini yang paling amazing. Dan sampai sekarang pun saya masih nggak bisa move on. Playlist saya masih dipenuhi lagu-lagu Bon Jovi. Doa saya cuma satu; semoga mereka masih akan terus berkarya sampai berpuluh-puluh tahun lagi dan saya bisa nostalgia lagi dengan mereka.. :D


Thursday, November 28, 2013

MEET UP!!!


Setelah lama nggak nulis, dan galau nunggu konser (yang bakalan jadi konser pertama saya sepanjang hidup -tsaaah-), akhirnya semua itu terlewati juga. Tepat hari minggu kemarin, adalah hari bersejarah saya.. :D

Anw, semua hal tentang konser (dari awal sampai akhir) sudah saya tuliskan di tumblr (read it here). Jadi saya males ngulang apa yang udah saya tulis di sini. Pada intinya, konser OOR kemarin keren banget! Saya yang bela-belain dateng dari jam setengah tujuh pagi demi antrian paling depan ini merasa sangat amazed. I love those guys and all I want right now is to see them more! Okay, start saving. Next year, I have to aim higher! *fingers crossed*

Dan yang lebih banyak mau saya ceritain di sini adalah pengalaman saya selama 3 hari bersama sahabat saya dan 2 teman baru. :D

Yes, after being pretty active on tumblr, saya kenal 2 orang ini, Ash dan Beth. Dua-duanya orang Filipina dan dua-duanya juga suka sama OOR. Yang pertama kenal sebenernya sahabat saya yang kemarin nonton bareng saya. Tapi lama-lama, saya cukup banyak ngobrol sama mereka berdua dan akhirnya mereka memutuskan mau datang ke Indonesia demi liat konser OOR (dan ketemu kami). Sebenernya mereka nggak cuma dateng ke konser yang di Jakarta. Mereka mulai nonton sejak show di KL, Singapore, dan terakhir Indonesia. Bahkan satu dari mereka ada yg sebelum KL nyambangin Bangkok dulu. Ya, demi satu band yang menyatukan interest kami dan akhirnya bikin kami jadi temenan. lol (sumpah ini cheesy banget XD)
Sebenernya saya sih pengen bisa kayak gitu juga, tapi mengingat pendapatan masih mepet dan saya masih punya banyak kepinginan, saya sampingkan dulu itu (bahkan curhat sama ibu saya juga akhirnya disuruh sabar dulu). Siapa tau taun depan saya bisa nekat ke Jepang malahan.. *grinJadi ya akhirnya saya nunggu show yang di sini aja lah. Dan terbukti kan saya nggak menyesal? :)

Anw, hari Sabtu kedua teman saya itu udah landing di Jakarta dari jam 9 pagi. Tapi karena mereka dari beberapa hari sebelumnya sudah muter-muter di beberapa negara, wajar kalo mereka kecapekan dan memilih untuk istirahat. Sedangkan saya sama sahabat saya malah memilih menghabiskan Sabtu itu untuk jalan-jalan; nonton Catching Fire (yang ngomong-ngomong keren btw, mungkin saya tulis aja kali ya kesannya nanti), nukerin tiket ke rajakarcis buat hari Minggunya (dan ternyata di sana kita malah harus antri panjang banget karena lagi ada penjualan tiket cowboy junior -entah penulisannya bener apa enggak-). Dan setelah itu kami juga memutuskan cari kertas kado dan hadiah buat empat cowok aneh yang rencananya mau kami kasih pas konser. Dan ternyata, sorenya, kedua temen yang sebelumnya tepar di hotel itu malah ngajak dinner. Dengan berat hati kami tolak, karena pertimbangannya harus nyelesein something handmade buat besoknya dan kalo kami mau ngantri dari pagi, otomatis harus tidur lebih cepet dong ya? Tapi ternyata, sampe kosan, mbungkus-mbungkus dan bikin sesuatu itu membutuhkan waktu yang lama dan pada akhirnya saya cuma tidur 3 jam, dan sahabat saya itu ga tidur sama sekali. Errrrr~

Akhirnya minggu pagi sekitar jam 6 kami berangkat ke
venue. Karena nggak terlalu macet, sekitar jam setengah 7-an kami udah nyampe. Dan turun dari taksi, kami langsung menghampiri dua orang yang terduduk sambil terkantuk-kantuk di tengah pager-pager yang belum diberdirikan. Dua orang yang selama ini cuma diliat dari foto doang. Dan setelah liat kami berdua, mereka langsung menghampiri kami dan berpelukan.. XD (teletubbies banget sumpah)

Dan dari situ, kami ngantri sama-sama. Berpanas-panasan ria sama-sama, bahkan pas diusir dari antrian (karena ngantrinya bukan di tempat yang benar). Hujan-hujanan, hampir di-cut berapa kali sama orang sampai-sampai si Beth mukanya udah kayak mau nyakar orang yang nyolek dia, dan akhirnya pas masuk dan lari ke venue jam 6 sorenya pun kami beneran sama-sama, sampe dijagain tempat segala.. :')

Di konser kami lompat-lompatan bareng,
headbang bareng, dan bahkan karena mereka udah cukup banyak ikut konser begini, kami dikasih beberapa advise untuk meminimalisir desekan dari belakang (mengingat kami ada di barisan pertama dan tendency didesek itu sangat absolut). Dan bahkan waktu sahabat saya mau nglempar sesuatu ke panggung, kedua teman saya ini ikut mbantuin. Apalagi mereka pengalaman nglemparin boneka gachapin ke Toru pas di KL (XD). Pas barangnya udah dilempar ke atas panggung dan dibuka bareng-bareng sama si drummer dan vokalisnya, kami jejeritan kayak orang gila. Semakin lama semakin keras sampe mungkin orang-orang sebelah dan belakang saya bingung kami ini kenapa. lol


Dan hari itu diakhiri dengan kepuasan tingkat dewa nonton
band yang selama 4 taun ini saya tungguin kedatangannya. Kelar konser kami foto-foto dan akhirnya saya menuju ke booth merch (dan parahnya barang-barangnya udah habis semua) sedangkan mereka berdua balik ke hotel. Nggak dapet merch, akhirnya pulang. Jalan dulu sampai ke jalan utama yang jaraknya lumayan jauh dari venue, dan untungnya langsung dapet taksi. Sudah bisa diperkirakan malam itu kami tepar. Tapi seneng.. :3


Besoknya, bangunnya jelas kesiangan dan berasa nggak pengen bangun dari tempat tidur. Tapi kami ada janji sama kedua temen saya yang dari Filipina itu buat jalan-jalan dan makan. Akhirnya, setelah berdiskusi dan mesej-mesejan via FB, kami sepakat ketemuan di fX Sudirman. Katanya mau janjian di
Coffe Bean. Okelah. Nyampe sana ternyata mereka belom ada, jadi kami berdua jalan-jalan dulu ke atas. Tapi setelah desperate dan nggak pengen beli apa-apa, kami ke coffee bean lagi dan niat mau nunggu di sana. Ternyata, kami harus pesen biar bisa duduk. Dan karena kami belum makan dari pagi, selain pesen minum kami pesen quiche juga (yang ternyata harganya na'udzubillah, tapi enak sih).


Agak lama, dua orang itu muncul. Setelah ngobrol cukup lama dan ketawa-ketawa ngakak ngomongin konser malam sebelumnya, kami transfer data sebentar dan akhirnya mencari tempat makan yang mau disambangin. Mereka sih pengennya nyoba makan nasi goreng (karena Taka sempet bilang dia suka nasi goreng malam sebelumnya). Tapi pas dicari, kami cuma nemu
Ngalam (restoran khas Malang) di sana, jadilah kami makan di situ. Tapi ngeliat mereka excited liatin menu dan nanya-nanya makanannya gimana itu rasanya nyenengin banget deh. Ada yang pesen rames, bawal goreng, trus mereka juga pesen es cendol, nyobain sate cumi saya. Dan bahkan mereka sempet beli kripik tempe setelah tanya ke saya itu apa. Selama di restoran kami terus aja ngakak-ngakak berempat sampe diliatin sama tamu-tamu lain. Sayangnya, pelayan di restoran tidak menunjukkan tanda-tanda bisa bahasa Inggris dan setiap kali temen saya ngomong ke mereka, mereka malah ngeliat ke arah saya. Oh, come on~ fX itu kan tempat banyak para bule kumpul. Please deh.. *rolling eyes*


Setelah menghabiskan waktu cukup lama untuk makan siang (karena yang makan ikan makannya lama banget karena disambi ngobrol banyak hal dan harus misahin duri-duri halusnya sampe bener-bener bersih XD), kami melanjutkan perjalanan ke Monas. Yep, kedua temen saya ini pengen banget ke Monas. Sebenernya jarak ke Monas lebih deket sih dari hotel 
mereka di Jalan Juanda. Cuma karena pengennya ditemenin, ya akhirnya kami ikutan juga, sambil njelasin dikit-dikit tentang Jakarta lah (meskipun saya sebenarnya sangat nggak expert). 
Nyampe di Monas,
beuuuugh~ pedagang-pedagang riweuh masukin gerobak, motor, dan lain-lainnya ke area Monas pake pintu buat pejalan kaki. Jadinya cukup chaos dan saya sempat merasa aneh. Apalagi beberapa orang mulai suit-suitin temen saya. Dan ternyata jalan dari pintu gerbang sampai monasnya jauh. Kaki saya yang hari sebelumnya harus bekerja keras buat konser terpaksa mengalah lagi demi jalan ke Monas. Wkwkwk. Dan sayangnya, meskipun kami pengen banget naik ke atas supaya bisa lihat pemandangan Jakarta, ternyata sudah tutup. Waktu kami ke sana, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Dan habis tanya abang-abang yang jualan di sana, baru tahu kalau jam operasionalnya adalah jam 9 – jam 3 sore. Too bad.. :(

Ya akhirnya malah foto-foto di depan monasnya aja. Tapi kami jadi ngerasain gimana rasanya pas anak-anak OOR ke Paris dan pas di depan Louvre, ternyata tutup.. XD Senasib berarti ya.. :p

Dari Monas, temen saya ngajakin ke Istiqlal. Keliatan deket sih ya dari sana, apalagi
dome masjidnya keliatan banget. Tapi setelah menyambangi ke arah jalan raya, kami baru sadar kalau jaraknya jauh, mana harus nyebrang jalan gedhe lagi.. Akhirnya saking bingungnya dan adanya cuma bajaj, saya tanya ke abang bajaj, bisa apa enggak naik bajaj berempat gitu. Katanya bisa. Setelah diskusi sebentar, maka diputuskanlah kami naik bajaj.. XD
Sumpah naik
bajaj itu, udah duduknya pangku-pangkuan, kami malah jejeritan sendiri di jalan. Sahabat saya hampir trauma karena takut setengah mati, sedangkan kedua temen saya yang lain malah ngakak-ngakak dan ngambil foto kita berempat di dalam bajaj. Seru sih tapi.. XD


Sampai di Istiqlal, mereka pingin masuk. Nah, karena saya agak khawatir temen saya boleh masuk apa nggak ke area masjid (mengingat dia non-muslim dan kebetulan pakaiannya juga kurang sopan), saya nanya ke petugas kemananannya. Katanya sih boleh-boleh aja, karena nanti ada yang mandu dan temen saya bisa dikasih semacam penutup yang bisa dipake pas keliling-keliling. Akhirnya kami masuk. Lumayan juga ternyata naik tangga di Istiqlal dan jalan di antara koridornya, terutama karena kaki saya udah nggak karuan rasanya. Dan yang paling seru adalah, waktu kami ke ruang penyimpanan alas kaki, kami ketemu sama dua orang
staff dari konser malam sebelumnya. Satu orang sound checker (gitar), dan satu orang lagi Film Director yang sepanjang konser ngeshoot live-nya dan berkali-kali wira-wiri di depan saya sampe saya apal banget sama mukanya.. XD

Tapi sayang, nggak sempet nyapa dan nggak sempet bilang terima kasih. Saya jadi mikir, jangan-jangan ni bapak nyari landscape Indo karena nanti beneran mau dibikin DVD tour-nya.. Wuh! :3

Anw, setelah puas jalan-jalan ke Istiqlal dan poto-poto, dan juga banyak cerita-cerita, akhirnya saya dan sahabat saya pulang ke kosan, sedangkan mereka mau balik ke hotel, ngambil barang-barang, dan langsung otw ke airport meskipun pesawatnya baru berangkat sekitar tengah malam. Dan pas pulang, duh.. macetnya bener-bener deh. Saya jadi inget waktu Beth dan Ash bilang salah satu hal yang mereka benci dari Jakarta adalah macetnya. Saya juga akhirnya jadi semacam curcol kalau salah satu hal yang bikin saya males keluar-keluar kalau di sini adalah kemacetannya. Untungnya hal-hal lain seperti orang-orangnya, makanannya, mereka suka sekali. Jadi mereka janji bakal datang lagi dan semoga next year kami berempat bisa ngumpul lagi. Yeaaah~ (with Elsie too, I hope.. :D)

Oh iya, pas makan di fX, Ash mulai bagi-bagi oleh-oleh. Ada coklat Apollo, majalah buat sahabat saya karena dia suka
translate artikel di tumblr dan memang dia suka majalah itu dari lama, dan kendama buat saya (yang ukurannya gedhe, bukan yang kecil yang sempat dibawa Ash ke venue biar nggak bosen). Kenapa kendama? Pas saya tanya alasannya, katanya karena Ash tau saya suka Taka yang notabene jago main kendama and she thought that I should too. LOL 
Sumpah deh ini alasan paling
cheesy tapi so sweet.. Thank you, Ash! :D Dia juga ngasih saya gelang bikinan salah satu OORer di tumblr yang dia beli dan ada tulisannya “TAKA”. Awwww~ :’)


Ngomong-ngomong, kenapa oleh-oleh buat kami ujung-ujungnya dari Jepang semua? Hahaha




Beneran deh. Semoga taun depan saya bisa nonton band ini lagi, entah di mana. Dan semoga saya bisa ketemu lagi sama teman-teman saya yang awesome ini. Japan, maybe? That would be really cool and a dream come true~ *whistling*

(PS. Saya pengen masang foto-foto kami di konser dan pas jalan-jalan sih, tapi karena bukan punya saya, jadi nggak usah aja kali ya.. :p)

Monday, June 10, 2013

THE BIG DREAM IS COMING..!!!


Sorry. Saya nggak bisa santai nulis judulnya.. *lol*

Baru beberapa waktu yang lalu saya ngomongin hal ini, dan ternyata hari ini saya sudah mendapatkan jawabannya..

YES!! NOTE IT!! MY BIG DREAM IS COMING TRUE!! 
One of many at least.. :)

Jadi, hari ini, sehabis interview satu orang di kantor, saya kembali ke meja dan entah kenapa rasanya pengen banget ngecek News Feed di FB. Padahal biasanya saya males banget ngecek News Feed. Dan ternyata, setelah saya buka.. JENGJENGJEEEEENGG!!
Konser yang saya tunggu-tunggu kedatangannya diumumkan. Dan reaksi saya waktu itu adalah shock. Nggak berasa badan saya udah gemeteran saking seneng dan nggak percayanya. Bahkan beberapa jam setelah itu perasaan saya masih nggak tenang.

So, langkah selanjutnya saat itu adalah membawa hysterical gara-gara hal ini ke fandom tumblr dan saya malah semakin histeris. Bersama dengan fans lainnya. Great. Sebelum semuanya berakhir saya nggak akan bisa tenang.. Seriously.. -___-

But the point is, saya jadi lebih percaya sama firasat! Feeling! Apapun sebutannya itu!
See? Saya sudah menunggu konser ini dari tahun kemaren. Bahkan sebenarnya berharap mereka udah datang sejak dulu. Tapi ternyata masih belum bisa. Popularitas mereka belum terlalu naik (seperti sekarang) dan mereka masih memilih negara-negara yang terhitung common untuk didatengin sama band Jepang; Korea, Taiwan, dan Singapore. Pupuslah harapan saya headbang massal tahun lalu..

Dan akhirnya awal tahun 2013, saya memastikan kepada diri sendiri bahwa mereka pasti bakalan ke sini, apapun yang terjadi. Lalu kemudian, single dan album mulai keluar dimana diantaranya padat jadwal recording. Dan setelah itu festival. Belum lagi sekarang masih ada national tour. Dan akhir-akhir ini ada pengumuman European Tour. Oh God. Saya sempat khawatir keinginan saya harus dipending untuk tahun depan, tapi tetap percaya mereka ke sini secepatnya. Dan ternyata… O YEAH~!!! Betapa bahagianya saya Amuse mengumumkan Asia Tour dan Indonesia masuk di dalamnya.. :3

Sebenarnya saya masih belum santai. Perjuangan masih cukup panjang. Yang paling menakutkan adalah ticket war! Mungkin seharusnya nggak terlalu khawatir seperti itu sih. Tapi masalahnya, fandom band ini terlalu loyal dan bahkan fans dari luar Indonesia pun niat banget mau dateng ke konser yang di sini. Mau nggak mau saya harus bener-bener siap mental untuk rebutan. Belum lagi, hal ini diperparah dengan fakta bahwa tiket European Tour yang dijual beberapa waktu lalu langsung ludes dalam kisaran waktu 2 menit (dan akhirnya pihak promotor nambah tanggal lagi setelah di-"abuse" sama fans yang nggak kebagian tiket). WHAT THE..??!! Sah sah saja kan saya jadi parno begini? -_-

Well then. Yang jelas, salah satu mimpi saya mulai terlihat. Meskipun belum sepenuhnya tergenggam, saya jadi lebih percaya dengan keyakinan. Mungkin gambar yang saya bayangkan di kepala saya setiap malam itu akan berbuah manis. I hope so.. I really hope so.. 
And now.. Prepare for the battle!!! *pasang ikat kepala* *aktifkan radar*

Monday, May 27, 2013

Festival. Tribute. And of course.. Dreams.

  1. Sudah sejak beberapa bulan lalu, di grup sempat ramai bahwa tanggal 25-26 Mei 2013 akan ada festival Jepang Ennichisai dan rencananya, bakalan ada performance dari beberapa band yang akan membawakan lagu-lagu dari band favorit saya. Oke. Saya tertarik sih, tapi sebatas itu aja. Nggak ada rencana lebih jauh apakah saya nanti mau nonton, atau saya lewatkan begitu saja.

  2. Sekitar dua bulan yang lalu, sempat heboh kabar dari salah seorang vokalis band alternative di Indonesia yang saat itu lagi ke Jepang dan nonton band favorit saya manggung (bahkan ketemu personilnya langsung). Orang ini bilang kalau mereka bakalan ke sini dua bulan lagi! Hell! Tentu saja orang tersebut bikin fandom Indonesia geger. Belum lagi semua langsung pada nggak santai dan menebak-nebak kapan mereka bakalan datang. But then, there weren’t any official news, dan pada akhirnya, isunya berlalu (meskipun kadang masih ramai dibicarakan).

  3. Sebulan yang lalu sepertinya, salah seorang admin grup yang memang sangat getol meminta kami semua datang ke Ennichisai untuk support acara tribute-nya, dapat kabar yang cukup bikin shock. Katanya, pihak Ennichisai sudah bicara dengan direktur dari label band favorit saya di Jepang itu dan akan mengirimkan footage acara tribute-nya nanti. Yang bikin nggak santai adalah, kalau mereka lihat dan merasa bahwa antusiasme penonton di sini tinggi, mereka bakal merencanakan untuk konser ke sini, soon.

    Reaksi saya atas berita-berita di atas:
  1. Hmmm.. saya biasa aja dengerin yang ini. I mean, sudah banyak sih festival-festival yang ada, dan band yang mengcover band favorit saya itu sudah banyak. Jadi saya nggak merasa ini special-special amat.
  1. Galau.Sumpah saya galau gara-gara si vokalis (tidak bertanggung jawab) itu seenaknya menyebar berita yang tidak jelas juntrungannya. Terlebih tidak diikuti dengan informasi yang lebih jelas. Pada akhirnya saya nggak bisa tidur dan bingung. Tapi lama-lama biasa aja sih, terutama setelah otak saya lebih encer dan bisa menganalisis faktor-faktor kemungkinan yang bisa dikaitkan.
  1. Panik.Yang ini jujur yang paling membuat panik. Karena dengan pengumuman itu, mau nggak mau saya harus datang dan nonton. Saya harus berpartisipasi. Malu dong ya rasanya selama ini cuma ngarep mereka datang tapi nggak ada usaha maksimal. Maka dari sinilah, saya bertekad untuk ikutan.

Nah, masalahnya, teman yang saya asumsikan bisa diajak janjian malah nggak bisa datang karena suatu hal. Otomatis saya harus improvisasi. Mencoba mengajak beberapa teman lainnya, saya masih gagal. Pada nolak/nggak bisa semua.
Oke. Mungkin bingung kenapa saya harus ada temennya? Satu, karena saya nggak tau tempatnya. Dua, acaranya malem dan saya nggak mau jadi anak ilang sendirian. Tiga, saya masih belum siap mental menghadapi ramainya suasana di sana sendirian. 

Dan akhirnya jelas sudah. Saya tidak ada temannya. Tapi di hari H, tepatnya hari Minggu kemarin, saya akhirnya berniat ke diri sendiri mau ke sana, entah gimana caranya. Sempat berpikir untuk naik ojek, karena jelas si abang bisa lebih tahu tempatnya. Naik angkot opsi kesekian karena saya nggak yakin juga turunnya dimana. Bisa tanya sih, tapi jiwa petualang saya masih malu-malu buat keluar dari persembunyiannya. Dan naik taksi? Hmm.. ini opsi yang paling mahal dan sebisa mungkin ditekan kemunculannya.

Karena saya bingung menentukan transportasi, akhirnya saya tanya ke salah satu teman kantor saya yang berniat ke sana juga hari Sabtunya (which is sudah lewat). Setelah whatsapp-an, teman saya malah menawarkan bareng karena ternyata hari sebelumnya dia nggak jadi ke sana. Seneng dong ya? Saya sambut dengan riang dan akhirnya kami rencanakan perjalanan hari itu. Dari sore.
Celakanya, saat saya sudah siap berangkat dan tinggal berdiri aja gitu, hujan deras tiba-tiba mengguyur daerah kosan saya. Hujan yang kalau saya prediksi bisa mengakibatkan banjir di jalan sebelah kalau terus-terusan turun sepanjang  hari. Agak putus asa, saya akhirnya panik. Jadi apa enggak?! Mana teman saya nggak bisa dihibungi. Setelah menunggu reda dan minta kepastian (tentunya dengan susah payah dan berkali-kali ada keinginan mbanting HP saking keselnya), akhirnya kami berangkat juga, janjian di satu tempat.

Sampai sana, oh my God.. Ramainya melebihi job fair. Kami hampir nggak bisa gerak. Rencananya saya sama temen saya ini mau misah. Dia ada janji sama temennya yang lain, dan saya jelas mau nongkrongin panggung sambil nunggu acaranya mulai. Dan setelah telpon-telponan dengan si admin beberapa kali (karena benar-benar kami seperti anak ilang dan tidak tau arah), sampailah juga di depan panggung setelah bersusah payah menyeruak kerumunan. Suasana sudah ramai. Dan segera saat acara mau mulai, saya ditinggal teman saya sendirian.

Dan di sinilah bagian yang tidak terduga. Saya bisa enjoyeven saya nggak kenal sama sekali sama samping kanan, kiri, depan, dan belakang saya. Orang-orang itu asing semua. Tapi saat semua band-nya perform, kami punya kesamaan, sama-sama antusias. Nggak kebayang deh gimana lost control-nya saya waktu itu. Mungkin orang yang kenal saya nggak akan nyangka saya bisa jumpingheadbang, sampai nyanyi sekenceng mungkin yang akhirnya membuat tenggorokan saya sakit dan suara saya habis. But hey, I had fun. Dan meskipun akhirnya saya harus rela pulang naik taksi karena kaki saya rasanya sudah nggak karuan, plus saya hari itu cuma makan satu kali (sebelum nonton itu), tak apalah.. Saya lebih pengen berharap bahwa apa yang saya lakukan nggak sia-sia. Saya cuma pengen satu: keinginan saya yang sedari dulu saya bangun dalam mimpi itu bisa jadi kenyataan.

I know it seems silly. Mungkin beberapa menganggap hal itu tidak penting. But they’re my energy. Salah satu hal yang bisa membuat saya waras ditengah ketidakwarasan. Dan meskipun untuk orang lain perencanaan yang saya lakukan cukup remeh temeh, saya merasa “alangan” yang saya hadapi sebelumnya menjadi sebuah bukti yang bisa lebih memantapkan hati bahwa keinginan saya bisa tergenggam sebentar lagi. 

Soon dear, we’ll meet each other soon.. :)

PS. Saya hampir lose control saat berpapasan dengan salah satu cosplayer yang memerankan Jack Frost, karakter animasi satu-satunya yang bisa membuat saya jatuh cinta (#eh). Entah berapa lama saya memandangi masnya dalam diam saat dia lewat. Dua kali bahkan. Tapi saya terlalu tengsin mau minta foto.. -___-"

Tuesday, August 21, 2012

Between Notes and Words

Meskipun saya pernah bertekad nggak akan nulis sesuatu yang galau selama lagi di Jogja, tapi ternyata keluarlah satu hal yang bisa bikin saya galau.. Meskipun yang ini galaunya positif. Apalagi kalau bukan  terkait dengan postingan sebelumnya (yang sebenarnya juga bisa dibilang sumber galau)?? :p

Oke. Dan saya akhirnya dapet single The Beginning!!! Bukan.. Bukan yang bentuknya CD. Tapi file unduhan.. Nggak papa kan ya, sambil nunggu CD aslinya nyampe ke tangan saya, saya unduh dulu satu album itu dari internet? :3

sumber: oneokrock.com

Jadi, ceritanya tanggal rilis resminya adalah tanggal 22 Agustus, which is besok..
Tapi ternyata, setelah saya buka-buka tumblr dan cari apdetan baru (sebenernya yang dicari adalah translate-an interview dari majalah), ternyata malah sudah ada yang mosting salah satu lirik lagu yang ada di single-nya, dan lagu itu sama sekali belum pernah ter-published!! Sumpah saya langsung kalap! Apalagi dari komentarnya, ternyata sang uploader sudah ndengerin lagu itu. And I'm telling you, mbaca lirik lagunya aja udah bikin saya berkaca-kaca saking bahagianya, dan saking bangganya 'cowok itu' bisa bikin lirik sebagus itu.. Simply beautiful.. :')
Dan akhirnya, setelah berjuang keras dengan koneksi internet modem yang rasanya pengen saya banting saking lemotnya, saya berhasil dapat link donlotnya dan donlot satu single yang isinya 3 lagu itu. Dan setelah didengerin (saya langsung menuju lagu yang liriknya bikin saya mbrambangi itu), baru nada-nada pertama, air mata saya sudah menetes saking kesengsemnya saya sama lagu ini..
Entah kenapa mendengar suara gitar akustiknya, dan melodinya yang simple, suara cowok satu itu bisa bikin saya merinding.. Sepanjang lagu saya nangis, tapi senyum.. Baru kali ini deh beneran saya dengerin lagu sampe nangis kayak gitu. Pertama kali ndengerin pula! Entah memang lagunya terlalu bagus, atau saya sudah jatuh cinta setengah mati sama cowok yang satu itu sampai rasanya bahagiaaaaaa banget denger suaranya pas nyanyi lagu baru. Tapitapitapi.. dengerin The Beginning pun rasanya nggak seperti ini.. Padahal The Beginning juga bagus banget! >.<
O iya, ngomong-ngomong, biar ceritanya nggak nanggung, judul lagu yang bisa bikin saya doki-doki dan merinding ini adalah Notes'n'Words.. :)

Notes'n'Words Lyrics
I wanna dance like no one’s watching me
I wanna love like it’s the only thing I know
I wanna laugh from the bottom of my heart
I wanna sing like every single note and word it’s all for you

Is this enough?

I wanna tell you and this is the only way I know
And hope one day you’ll learn the words and say
That you finally see, what I see

Another song for you about your love
‘cause you love the me that’s full of faults
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from your love

I wanna dance the night away with you
I wanna love because you taught me to
I wanna laugh all your tears away
I wanna sing ‘cause every single note and word it’s just for you

Hope it’s enough?

I wanna tell you and this is the only way I know
And hope one day you’ll learn the words and say
That you finally see, how I feel

Another song for you about your love
‘cause you love the me that’s full of faults
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from you love

Not a day goes by that I don’t think
About you and the love you’ve given me
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from your love
Life is just so much better from your love

credit: natgasm.tumblr.com

Dan meskipun single-nya aja belom nyampe ke tangan saya, saya udah nggak sabar mbayangin gimana nanti album ke enam-nya.. Bakalan sekeren apa album itu?? X)
Dan saya semakin menyadari, mereka sudah berkembang dalam bermusik. Jaman-jamannya album mereka masih geje, hingga sekarang, rasanya lamaaaaaaa banget! Dan terlalu banyak drama yang mereka lewati sampai bisa mencapai tahapan sekarang. Tapi drama-drama (yang bahkan bisa bikin saya nangis pas baca ceritanya) itu yang membuat mereka jadi seperti sekarang. Totally proud of you, guys! :*
Kalau melihat dari sisi egoisme, rasanya saya masih sangat sangat sangat enggan membagi mereka dengan orang lain, membagi kesukaan saya yang dulu berasa sangat eksklusif banget karena nggak banyak orang yang tau, menjadi sesuatu yang sekarang lebih dikenal orang, bahkan banyak dibicarakan. Fanbase di Indo sendiri sudah lumayan banyak anggotanya.. Tapi kalo inget perjuangan mereka biar jadi band yang dikenal dan diterima orang banyak, sisi egois itu masih bisa mengalah sedikit. Asal nggak jadi mainstream ajah.. :')

Anw, I love the new single!! Dan saya yakin beberapa hari ke depan, even beberapa minggu ke depan, lagu-lagu ini bakalan jadi playlist utama..
Well, then.. Let's hear them out! *puter Notes'n'Words*

Wednesday, August 15, 2012

What I've been Waiting for! Hell yeah~ XD


Akhirnya memutuskan untuk Pre-order single OOR jugaaaa~ >.< *excited mode*
Setelah bergalau-galau ria dengan preview video single terbaru mereka, The Beginning, yang cuma 52 detik dan nantinya bakal dijadiin theme song film Rurouni Kenshin, akhirnya saya memutuskan untuk pre-order

Sebenernya udah lama sih pengen sekali-sekali beli album mereka (atau mungkin dari sekarang diniatin mulai koleksi semuanya :p), nggak cuma donlot terus gitu. Kasian juga itu bocah 4 kalo lagunya diunduh mulu tapi nggak pernah dibeli. Hal itu yang menjadi dasar pertimbangan saya untuk memutuskan beli CD orinya. Lagipula setelah kerja dan bisa menghasilkan duit sendiri, rasanya lebih memungkinkan. Tapi ternyataaa.. keputusan untuk membeli CD asli dari Jepang itu bukan perkara yang simple. Pertama, liat dulu harganya berapa, terlalu menguras tabungan apa nggak. Ke dua, shipping cost-nya *yang ini adalah faktor utama kenapa akhirnya waktu itu saya mundur*.. Dan ketiga, metode payment yang cukup membingungkan dan ribet juga bikin agak-agak males.. Pada akhirnya, keinginan beli album ori di-hold dulu. Terutama setelah saya mikir, kalo beli single yang isinya cuma 3 lagu, berasa lebih berat gitu, apalagi dengan shipping cost yang sama. Dan akhirnya saya sempat memutuskan belinya besok aja kalau mereka ngrilis album ke-6. Tapi sampai kapaaaan?? Ini single aja nunggunya udah hampir setahun baru ada.. T^T

If there is a will, there is a way
Sumpah pepatah yang satu ini sangat merepresentasikan cerita ini. Pada akhirnya saya menemukan ada yang nawarin jasa pre-order single The Beginning di grup FB yang saya ikuti. Jadilah saya tertarik juga buat PO. Mengingat, harganya juga ternyata nggak semahal yang saya kira. Dan setelah menimbang bahwa ternyata caranya cukup mudah (cuma tinggal isi form order, transfer ke rekening, dan ngisi form payment), akhirnya saya putuskan buat order juga.. Entah deh, 2 lagu lain selain The Beginning bentuknya bakal kayak apa, saya bakal suka apa nggak, saya nggak mikirin itu. Yang terpenting sekarang, obsesi untuk lebih menghargai mereka dengan beli CD asli kesampaian juga. Terlebih, berharap juga bahwa dengan begitu, taun depan mereka bisa promo ke sini. That would be a dream comes true… Nggak kebayang deh usaha apa lagi yang harus kami lakukan biar mereka memutuskan untuk konser di sini. Beraaaaaaatt~  >_<
Mungkin memang harus usaha lebih lagi. Dan yang jelas harus sabar. Ikhtiar pokoknya.. =_____=

Ngomong-ngomong soal Rurouni Kenshin, saya awalnya nggak tertarik sama itu film. Dari pertama denger berita kalau yang mengisi soundtrack adalah cowok-cowok yang bisa bikin hati saya galau ini ONE OK ROCK, fokus utama saya juga langsung lagunya. Nggak ada kepedulian sama sekali filmnya bakalan kayak apa, ato ceritanya bakal gimana.. Tapi semua itu berubah gara-gara Sato Takeru. Yeah, damn right. Si Sato berhasil bikin saya jadi lebih tertarik nonton film ini. Kenapa? Satu, dia temennya Taka (meskipun nggak ngefek juga sih sebenernya). Dua, dia pernah jadi bintang tamu di Ustream-nya Takahashi Yuu barengan sama Taka dan ternyata mereka malah membicarakan hal-hal yang membuat saya penasaran setengah mati sebenernya hubungan mereka itu kayak apa (eh, it sounds kinda wrong. Gitu lah pokoknya). Dan ke tiga, gara-gara sempat liat Bloody Monday sama Beck, udah tau si Sato, jadi penasaran deh. Dan alasan terakhir, setelah liat trailer filmnya di mana ada cuplikan lagu The Beginning dengan suaranya Ta-chan yang terdengar sangat menghipnotis dan bikin merinding, serta potongan-potongan scene yang kayaknya seru, saya akhirnya harus rela mengambil spidol dan menuliskan jadwal rilis ini film di post-it note di meja kerja saya bersebelahan dengan jadwal rilis single The Beginning-nya. Ha!

Dan sekarang saya nggak sabar nunggu dua-duanya. Uwaaaaaaaaahhh- 

Well, tinggal menghitung hari sampai single-nya rilis. Semoga mereka tambah keren. Amin amin amin.. Dan semoga single-nya cepat sampai di tangan saya dengan selamat setelah libur lebaran.. (^o^)/

Monday, July 23, 2012

Wherever You Are, I Promise You.. :)




 I'm telling you
I softly whisper
Tonight, tonight
You are my angel

Saya bisa langsung jadi manusia selang air mendengar lagu itu dikumandangkan. Suara Taka yang menghanyutkan, makna lagu yang mendalam, dan band yang bisa membuat perasaan saya kacau balau.. Ya, akhir-akhir ini rasanya jadi hari-hari 'buruk' setelah kapan itu semalaman suntuk saya me-replay lagu ini berulang-ulang sampe kuping saya panas.. Dan semakin saya me-replay, ternyata saya semakin ingin menangis..

Aishiteru yo
(I love you)
Futari wa hitotsu ni
(We're going to become one)
Tonight, Tonight
I just say..

I love this band! I love them so bad.. Mereka seolah tahu apa yang saya rasakan. Saya selalu bisa menemukan lagu mereka yang bisa merepresentasikan perasaan saya. Dan saya selalu merasa permainan mereka begitu membuat saya ingin memeluk mereka satu-satu dan mengucapkan terima kasih. Thank you for being there.. Thanks for making those beautiful songs..

Wherever you are, I always make you smile..
Wherever you are, I'm always by your side..
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
(Whatever you say, you're always on my mind)
I promise you "forever" right now

Di saat saya bahagia, mereka bisa membuat saya semakin tersenyum dengan deklarasi pengejaran mimpi dan optimisme yang mereka teriakkan. Di saat saya sedih, mereka seperti mengakomodasi saya mengungkapkan semua kesedihan itu dalam satu bait nada yang menghanyutkan. Yang bahkan bisa menjadi backsound seperti di film-film ketika semua kegalauan di otak saya bersahut-sahutan ingin unjuk gigi. Dan di saat saya frustasi, saya bisa menemukan bait yang bisa membantu saya melepaskan semua kemarahan yang saya rasakan. Tapi pada akhirnya saya selalu bisa tersenyum. Membayangkan nantinya semua emosi itu akan terasa lebih nyata suatu hari. Dan mereka selalu ada. Di hati, di telinga, di rasa, dan di pikiran saya. Bahkan di mimpi.

I don't need a reason
I just want you, baby
Alright, alright
Day after day

Tak terhitung lagi betapa besarnya keinginan saya membuat mereka datang, keinginan saya untuk melihat mereka berada di hadapan saya dengan semua kepribadian yang mereka miliki apa adanya. Dan tak terhitung rasanya berapa banyak rasa sesak di hati yang bahkan tidak bisa diekspresikan hanya karena keinginan mengaktualisasikan harapan yang satu ini..
I hope someday I'll be there to meet you all.. Yes, that's a promise.. :')

Kono saki nagai koto zutto
(We still have a long way in front of us)
Douka konno boku to zutto
(No matter what happens, always)
Shinu made, stay with me
(Until death, stay with me)
We carry on..

Meskipun rasa suka saya terhadap mereka bisa diartikan dengan "silly", saya tidak mau peduli. Apalah kata orang yang merasa saya sudah nge-hang berlebihan. Apalah kata orang yang merasa saya sudah irasional, pada kenyataannya justru saya bisa survive karena mereka. Realita yang terkadang membuat saya mundur perlahan-lahan terlihat lebih mengundang ketika dalam pikiran saya ada mereka. Dan mereka juga yang membuat saya berjalan lebih maju. Mau menetapkan resolusi. Bersedia menetapkan mimpi. Dan berusaha menggapainya meskipun rasanya sulit sekali.. Dan semoga nantinya mimpi-mimpi dalam hidup itu bisa saya jalani. Dan semoga sampai kapan pun, mereka akan tetap memberikan inspirasi.

Bokura ga deatta hi wa futari ni totte ichiban me no kinen no subeki hida ne
(For us, the day we should celebrate the most is the one we first met)
Soshite kyou to hi wa futari ni totte niban me no kinen no subeki hi da ne
(So, the second day we should celebrate the most is the one we call "today")

Saya bersyukur bisa mengenal mereka. Saya bersyukur bisa mendengarkan pesan yang mereka berikan. Dan saya beruntung bisa belajar banyak hal dari cerita-cerita mereka yang meskipun bodoh, selalu saja terselip sebuah perjuangan untuk meraihnya. Silly guys! You make me feel like a fool watching all those ridiculous acts. But the greatest of it all is that I know how to be tough, how to chase something you really want, and how to live your life to the fullest.

Kokoro kara aiseru hito
(Someone I love from my heart)
Kokoro kara itoshii hito
(Someone I can love, from the bottom of my heart)
Kono boku no ai no mannaka ni wa
(In the center of this love)
Itsumo kimi ga iru kara
(Are you, my heart..)

Dan saya mengakui; saya jatuh cinta. Jatuh cinta setengah mati. Pada keserdehanaanya. Pada sikap bodohnya. Pada kejeniusannya. Pada filosofi-filosofinya. Serta semua kerja keras yang ditunjukkannya..

*) Wherever You Are (by ONE OK ROCK)




Dreams aren't just for dreaming, they're for fulfilling. So, a dream that you won't make happen isn’t a dream at all.
(ONE OK ROCK)

Any kind of music, no matter how dark, can help save someone; this is something I believe in.
(Takahiro Morita)


Friday, June 22, 2012

ALERT: Cello Invasion!!


Setelah berminggu-minggu digalaukan oleh DVD Yokohama Arena beserta dokumentasinya (gara-gara konten yang terlalu bikin mupeng) *baca postingan sebelumnya*, sudah saatnya saya mencari pelampiasan *tsaaaahh~* yang baru.. :p

Ok. Here we go.

Beberapa waktu lalu, seorang teman (menggalau bersama) merekomendasikan duo bernama 2CELLOS kepada saya. Well, dari namanya, sudah jelas kalau duo ini adalah duo pemain cello. Oke. Karena saya tertarik, saya akhirnya memutuskan untuk cari YouTube Channel mereka dan lihat video-videonya. Dan ternyata.. saya jatuh cinta pada pandangan pertama..!!! :O

Sebenarnya, kalau jeli, bagi yang sudah menonton Glee season 3, ada satu episode yang judulnya Michael (semua lagu yang dibawakan adalah lagu Michael Jackson). Nah, di situ, 2CELLOS ini sempet jadi "guest star" (meskipun ya cuma maen cello doang) untuk mengiringi karakter Santana dan Sebastian menyanyikan Smooth Criminal. Hanya ada 2 cello dan 2 penyanyi. Definitely cool.. Dan saya jadi ingat, dulu pas nonton episode ini, saya terus-terusan memuji si pemain cello (even me-replay lagunya berkali-kali) karena mereka mainnya keren sekali, dan memuji arranger-nya juga karena memang sumpah aransemennya perfect buat dimainin hanya oleh 2 cello. Belakangan, pas saya liat channel YouTube mereka, saya nyadar kalo itu memang 2CELLOS (setingan tempat duduknya pun sama persis) dan aransemen yang dipakai adalah aransemen original mereka. Btw, 2CELLOS terkenal juga karena Smooth Criminal-nya.. :)
Jadi, setelah saya melihat-lihat video mereka di YouTube, saya berasa menemukan banyak harta karun. Video klipnya memang nggak terlalu banyak sih.. Tapi lumayan banyak video live mereka yang juga kereeeeeeeenn banget. Oh, dan satu hal yang saya sadari, setiap main cello, bow mereka pasti bakalan rusak parah. Ah~ mas-mas ini memang hobinya merusak bow dengan cara mainnya yang seperti itu. XD
Oia, saya udah bilang belum sih kalo 2CELLOS concern-nya mainin lagu-lagu rock? Nggak semuanya ngerock banget sih.. Masih ada beberapa lagu yang balladnya berasaaa banget. Seperti Human Nature-nya Michael Jackson yang mostly dimainkan dengan memetik cello, atau Viva La Vida-nya Coldplay yang masih berasa sedikit ballad dan dimainkan dengan penuh emosi. Dua personil (yang cakep-cakep dan mengingatkan saya pada duo kakak-adik Winchester di Supernatural) ini basicnya adalah cellist classic yang pada akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang unik dan beda. Mungkin mereka udah bosen jadi juara kompetisi terus makanya memutuskan keluar dari safe zone dan bereksperimen dengan lagu-lagu rock. :)
Anw, daripada saya bingung-bingung jelasinnya dengan detil, untuk tahu lebih jelasnya tentang mereka baca di sini aja deh ya.. :p


Cowok-cowok 2CELLOS. Satu hal yang saya suka dari mereka:
Koleksi Cello mereka keren-keren..!! >.<


Sebenernya saya nggak asing sama instrumentalist (esp. strings) yang meng-cover lagu-lagu rock. Saya udah lama suka Apocalyptica, yang pada dasarnya adalah 4 orang pemain cello yang sukanya mainin lagu rock. Bahkan saya suka banget lagu mereka yang Nothing Else Matters (originally performed by Metallica). Bikin merinding.. Dan si Apocalyptica ini lama-lama juga jadi lebih solid dengan menambah drum ke squad mereka setelah berganti-ganti personel (sekarang berubah jadi 3 cello dan 1 drum). Suara drum-nya menurut saya bikin musik mereka jadi lebih mantep dan kedengeran ngerock. Sekarang pun, di album terbaru, mereka banyak menggaet penyanyi rock yang oke untuk jadi feat. di lagu-lagu mereka yang sudah original semua.

Bapak-bapak Apocalyptica. Terlihat agak sangar eh?? :p

Selain Apocalyptica, ada juga Vitamin String Quartet (yang sering banget gonta-ganti nama sampe saya bingung) yang basically juga suka banget meng-cover lagu-lagu rock. Album tribute-nya juga udah banyak banget! Bedanya mungkin, kalau di VSQ ini, alat musiknya nggak cuma cello, tapi ada violin dan viola juga, layaknya string quartet yang lumrah lah..

Dan pertanyaannya: Apa bedanya mereka dengan 2CELLOS????
Well, meskipun pada dasarnya ada kemiripan yang sangat, saya merasa saya harus bilang 'beda'. Yah, memang kan di antara 2CELLOS sama Apocalyptica ada kemiripan yang lebih. I mean, permainan mereka sama-sama keren dan menghanyutkan, alat musiknya juga cello semua (lupakan satu drum yang nyempil), dan lagunya rock. Tapi entah kenapa feel-nya beda gitu kalo ndengerin 2CELLOS lagi main.. Lebih "brutal" mungkin?? Bisa jadi karena pengaruh jumlah personil (2 lawan 3). See, 2 cellist yang memainkan lagu rock dengan aransemen rumit emang berasa lebih brutal dibandingkan 3 cellist yang sekarang sudah memainkan lagu sendiri meskipun sama-sama rock *sotoy? ah, biarlah~*.. Mellow-nya Apocalyptica sepertinya juga lebih berasa meskipun lagunya tetep ngerock. Lumayan beda dengan 2CELLOS yang sometimes terlihat jumpalitan pas mainin lagu. Kita bahkan juga bisa liat 2CELLOS headbanging waktu mainin Welcome to the Jungle-nya Guns N' Roses, atau waktu mereka mainin Highway to Hell-nya ACDC dengan tambahan satu drummer buat menggegerkan panggung dan bikin penontonnya heboh. Sweet!! :D


Gaung-gaungnya 2CELLOS memang bikin saya semakin galau dengan kecakepan mas Luka yang mengingatkan saya sama Jensen Ackles permainan mereka yang keren itu. Saking galaunya, saya sama satu orang temen saya sempat rebutan personil #eh?. Maklum, fangirling-nya masih kebawa.. XDDD
Dan ngeliat mereka main itu, berasa indaaaaaah~ banget *lebay-nya kumat*! Ekspresinya Luka sama Stjepan yang sangat menghayati bikin saya meleleh. huhuhu
Pas mereka ngomong pun, aksen Kroasia-nya juga seksi banget sampai saya kadang harus mengerutkan dahi buat tahu sebenernya mereka ini ngomong apa.. XDDDDD But, whatever, I love them!

Dan demikianlah invasi instrumen ini ke dalam hidup saya.. Belakangan, di tengah demam band rock Jepang yang selalu bikin saya galau lama-lama itu, saya dapat tambahan kegalauan musik baru yang bisa jadi doping. Yeah~ Thanks, dearest Pingo atas rekomendasinya..  Meskipun technically, I knew them before you do. Dan terima kasih sudah mengalah ketika kita rebutan personil.. :333