Wednesday, August 15, 2012

What I've been Waiting for! Hell yeah~ XD


Akhirnya memutuskan untuk Pre-order single OOR jugaaaa~ >.< *excited mode*
Setelah bergalau-galau ria dengan preview video single terbaru mereka, The Beginning, yang cuma 52 detik dan nantinya bakal dijadiin theme song film Rurouni Kenshin, akhirnya saya memutuskan untuk pre-order

Sebenernya udah lama sih pengen sekali-sekali beli album mereka (atau mungkin dari sekarang diniatin mulai koleksi semuanya :p), nggak cuma donlot terus gitu. Kasian juga itu bocah 4 kalo lagunya diunduh mulu tapi nggak pernah dibeli. Hal itu yang menjadi dasar pertimbangan saya untuk memutuskan beli CD orinya. Lagipula setelah kerja dan bisa menghasilkan duit sendiri, rasanya lebih memungkinkan. Tapi ternyataaa.. keputusan untuk membeli CD asli dari Jepang itu bukan perkara yang simple. Pertama, liat dulu harganya berapa, terlalu menguras tabungan apa nggak. Ke dua, shipping cost-nya *yang ini adalah faktor utama kenapa akhirnya waktu itu saya mundur*.. Dan ketiga, metode payment yang cukup membingungkan dan ribet juga bikin agak-agak males.. Pada akhirnya, keinginan beli album ori di-hold dulu. Terutama setelah saya mikir, kalo beli single yang isinya cuma 3 lagu, berasa lebih berat gitu, apalagi dengan shipping cost yang sama. Dan akhirnya saya sempat memutuskan belinya besok aja kalau mereka ngrilis album ke-6. Tapi sampai kapaaaan?? Ini single aja nunggunya udah hampir setahun baru ada.. T^T

If there is a will, there is a way
Sumpah pepatah yang satu ini sangat merepresentasikan cerita ini. Pada akhirnya saya menemukan ada yang nawarin jasa pre-order single The Beginning di grup FB yang saya ikuti. Jadilah saya tertarik juga buat PO. Mengingat, harganya juga ternyata nggak semahal yang saya kira. Dan setelah menimbang bahwa ternyata caranya cukup mudah (cuma tinggal isi form order, transfer ke rekening, dan ngisi form payment), akhirnya saya putuskan buat order juga.. Entah deh, 2 lagu lain selain The Beginning bentuknya bakal kayak apa, saya bakal suka apa nggak, saya nggak mikirin itu. Yang terpenting sekarang, obsesi untuk lebih menghargai mereka dengan beli CD asli kesampaian juga. Terlebih, berharap juga bahwa dengan begitu, taun depan mereka bisa promo ke sini. That would be a dream comes true… Nggak kebayang deh usaha apa lagi yang harus kami lakukan biar mereka memutuskan untuk konser di sini. Beraaaaaaatt~  >_<
Mungkin memang harus usaha lebih lagi. Dan yang jelas harus sabar. Ikhtiar pokoknya.. =_____=

Ngomong-ngomong soal Rurouni Kenshin, saya awalnya nggak tertarik sama itu film. Dari pertama denger berita kalau yang mengisi soundtrack adalah cowok-cowok yang bisa bikin hati saya galau ini ONE OK ROCK, fokus utama saya juga langsung lagunya. Nggak ada kepedulian sama sekali filmnya bakalan kayak apa, ato ceritanya bakal gimana.. Tapi semua itu berubah gara-gara Sato Takeru. Yeah, damn right. Si Sato berhasil bikin saya jadi lebih tertarik nonton film ini. Kenapa? Satu, dia temennya Taka (meskipun nggak ngefek juga sih sebenernya). Dua, dia pernah jadi bintang tamu di Ustream-nya Takahashi Yuu barengan sama Taka dan ternyata mereka malah membicarakan hal-hal yang membuat saya penasaran setengah mati sebenernya hubungan mereka itu kayak apa (eh, it sounds kinda wrong. Gitu lah pokoknya). Dan ke tiga, gara-gara sempat liat Bloody Monday sama Beck, udah tau si Sato, jadi penasaran deh. Dan alasan terakhir, setelah liat trailer filmnya di mana ada cuplikan lagu The Beginning dengan suaranya Ta-chan yang terdengar sangat menghipnotis dan bikin merinding, serta potongan-potongan scene yang kayaknya seru, saya akhirnya harus rela mengambil spidol dan menuliskan jadwal rilis ini film di post-it note di meja kerja saya bersebelahan dengan jadwal rilis single The Beginning-nya. Ha!

Dan sekarang saya nggak sabar nunggu dua-duanya. Uwaaaaaaaaahhh- 

Well, tinggal menghitung hari sampai single-nya rilis. Semoga mereka tambah keren. Amin amin amin.. Dan semoga single-nya cepat sampai di tangan saya dengan selamat setelah libur lebaran.. (^o^)/

Monday, July 23, 2012

Wherever You Are, I Promise You.. :)




 I'm telling you
I softly whisper
Tonight, tonight
You are my angel

Saya bisa langsung jadi manusia selang air mendengar lagu itu dikumandangkan. Suara Taka yang menghanyutkan, makna lagu yang mendalam, dan band yang bisa membuat perasaan saya kacau balau.. Ya, akhir-akhir ini rasanya jadi hari-hari 'buruk' setelah kapan itu semalaman suntuk saya me-replay lagu ini berulang-ulang sampe kuping saya panas.. Dan semakin saya me-replay, ternyata saya semakin ingin menangis..

Aishiteru yo
(I love you)
Futari wa hitotsu ni
(We're going to become one)
Tonight, Tonight
I just say..

I love this band! I love them so bad.. Mereka seolah tahu apa yang saya rasakan. Saya selalu bisa menemukan lagu mereka yang bisa merepresentasikan perasaan saya. Dan saya selalu merasa permainan mereka begitu membuat saya ingin memeluk mereka satu-satu dan mengucapkan terima kasih. Thank you for being there.. Thanks for making those beautiful songs..

Wherever you are, I always make you smile..
Wherever you are, I'm always by your side..
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
(Whatever you say, you're always on my mind)
I promise you "forever" right now

Di saat saya bahagia, mereka bisa membuat saya semakin tersenyum dengan deklarasi pengejaran mimpi dan optimisme yang mereka teriakkan. Di saat saya sedih, mereka seperti mengakomodasi saya mengungkapkan semua kesedihan itu dalam satu bait nada yang menghanyutkan. Yang bahkan bisa menjadi backsound seperti di film-film ketika semua kegalauan di otak saya bersahut-sahutan ingin unjuk gigi. Dan di saat saya frustasi, saya bisa menemukan bait yang bisa membantu saya melepaskan semua kemarahan yang saya rasakan. Tapi pada akhirnya saya selalu bisa tersenyum. Membayangkan nantinya semua emosi itu akan terasa lebih nyata suatu hari. Dan mereka selalu ada. Di hati, di telinga, di rasa, dan di pikiran saya. Bahkan di mimpi.

I don't need a reason
I just want you, baby
Alright, alright
Day after day

Tak terhitung lagi betapa besarnya keinginan saya membuat mereka datang, keinginan saya untuk melihat mereka berada di hadapan saya dengan semua kepribadian yang mereka miliki apa adanya. Dan tak terhitung rasanya berapa banyak rasa sesak di hati yang bahkan tidak bisa diekspresikan hanya karena keinginan mengaktualisasikan harapan yang satu ini..
I hope someday I'll be there to meet you all.. Yes, that's a promise.. :')

Kono saki nagai koto zutto
(We still have a long way in front of us)
Douka konno boku to zutto
(No matter what happens, always)
Shinu made, stay with me
(Until death, stay with me)
We carry on..

Meskipun rasa suka saya terhadap mereka bisa diartikan dengan "silly", saya tidak mau peduli. Apalah kata orang yang merasa saya sudah nge-hang berlebihan. Apalah kata orang yang merasa saya sudah irasional, pada kenyataannya justru saya bisa survive karena mereka. Realita yang terkadang membuat saya mundur perlahan-lahan terlihat lebih mengundang ketika dalam pikiran saya ada mereka. Dan mereka juga yang membuat saya berjalan lebih maju. Mau menetapkan resolusi. Bersedia menetapkan mimpi. Dan berusaha menggapainya meskipun rasanya sulit sekali.. Dan semoga nantinya mimpi-mimpi dalam hidup itu bisa saya jalani. Dan semoga sampai kapan pun, mereka akan tetap memberikan inspirasi.

Bokura ga deatta hi wa futari ni totte ichiban me no kinen no subeki hida ne
(For us, the day we should celebrate the most is the one we first met)
Soshite kyou to hi wa futari ni totte niban me no kinen no subeki hi da ne
(So, the second day we should celebrate the most is the one we call "today")

Saya bersyukur bisa mengenal mereka. Saya bersyukur bisa mendengarkan pesan yang mereka berikan. Dan saya beruntung bisa belajar banyak hal dari cerita-cerita mereka yang meskipun bodoh, selalu saja terselip sebuah perjuangan untuk meraihnya. Silly guys! You make me feel like a fool watching all those ridiculous acts. But the greatest of it all is that I know how to be tough, how to chase something you really want, and how to live your life to the fullest.

Kokoro kara aiseru hito
(Someone I love from my heart)
Kokoro kara itoshii hito
(Someone I can love, from the bottom of my heart)
Kono boku no ai no mannaka ni wa
(In the center of this love)
Itsumo kimi ga iru kara
(Are you, my heart..)

Dan saya mengakui; saya jatuh cinta. Jatuh cinta setengah mati. Pada keserdehanaanya. Pada sikap bodohnya. Pada kejeniusannya. Pada filosofi-filosofinya. Serta semua kerja keras yang ditunjukkannya..

*) Wherever You Are (by ONE OK ROCK)




Dreams aren't just for dreaming, they're for fulfilling. So, a dream that you won't make happen isn’t a dream at all.
(ONE OK ROCK)

Any kind of music, no matter how dark, can help save someone; this is something I believe in.
(Takahiro Morita)


Friday, July 20, 2012

(Weird) Fasting Experience.. :)


Puasa pertama di perantauan.

Rasanya aneh.

Well, sebenernya sih belum terbiasa aja.. Kebiasaan lama yang selalu dimasakin Ibu di rumah baik sahur maupun buka, sekarang harus digantikan dengan usaha untuk mencari makan sendiri buat buka + sahurnya. Bukanya sih gampang ya.. Sahurnya yang agak tricky..
Secara saya ini orangnya males banget sama yang namanya masak (karena males eksperimen di dapur umum kos), pada akhirnya saya harus mikirin gimana beli nasi sama lauk buat makan jam 3 pagi-an begitu.. Oke. Kalau mau cepet, di luar kosan mesti banyak banget abang-abang jualan makanan yang pastinya bisa langsung dinikmati. Tapi masalahnya dengan saya adalah, saya aja bangun sahur kadang "aras-arasen", apalagi suruh keluar beli makanan.. XD Terpaksa lah akhirnya saya beli nasi malemnya. Makan sahur dengan nasi dingin? Sepertinya sudah biasa (semenjak jadi anak kos T.T)..

Ngomong-ngomong, puasa pertama yang berbeda hari ini juga membuat saya agak bingung. Mayoritas temen-temen yang di Jakarta pada ngikutin anjuran pemerintah untuk mulai puasa tanggal 21. Nah, keluarga dan temen-temen saya di Jogja, sebaliknya, mulai puasa tanggal 20, yang mengakibatkan ibu saya langsung sms dan "memerintahkan" anaknya ini untuk mulai puasa tanggal 20. Dan meskipun beberapa teman di kantor juga sama-sama puasa tanggal 20 (termasuk si Bos), pas tiba saatnya sahur, saya jadi satu-satunya penghuni kos yang makan sahur sendirian (dan harus menjaga ketenangan mengingat semua orang masih pada tidur). Mana waktu imsak menjadi kurang jelas karena tidak ada gaung "imsak" dari corong mesjid. Akhirnya saya cuma berpatokan jadwal imsakiyah yang ditempel di dinding kos sambil berpikir apakah jam saya kecepetan atau kelambatan. Di kantor pun sebagian karyawan masih pada makan siang meskipun mereka berkali-kali minta maaf. Hmm.. rasanya cukup aneh..
Dan kebodohan saya, pas sahur lupa minum obat maag yang mengakibatkan puasa pertama hari ini perut agak melilit. Ahh~ Lupa saya kalo punya maag.. -______-

Dan di tengah suasana yang sedang tidak banyak kerjaan begini di kantor, saya jadi super ngantuk. Mupeng mbayangin waktu jaman kuliah, masih bisa curi-curi waktu buat tidur siang sebentar.
Well, change happens all the time.. Hanya perlu membiasakan diri dengan perubahan itu.

Semangat!! Nggak boleh ngantuk meskipun sangat!

Dan terakhir, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.. :)

Friday, June 22, 2012

ALERT: Cello Invasion!!


Setelah berminggu-minggu digalaukan oleh DVD Yokohama Arena beserta dokumentasinya (gara-gara konten yang terlalu bikin mupeng) *baca postingan sebelumnya*, sudah saatnya saya mencari pelampiasan *tsaaaahh~* yang baru.. :p

Ok. Here we go.

Beberapa waktu lalu, seorang teman (menggalau bersama) merekomendasikan duo bernama 2CELLOS kepada saya. Well, dari namanya, sudah jelas kalau duo ini adalah duo pemain cello. Oke. Karena saya tertarik, saya akhirnya memutuskan untuk cari YouTube Channel mereka dan lihat video-videonya. Dan ternyata.. saya jatuh cinta pada pandangan pertama..!!! :O

Sebenarnya, kalau jeli, bagi yang sudah menonton Glee season 3, ada satu episode yang judulnya Michael (semua lagu yang dibawakan adalah lagu Michael Jackson). Nah, di situ, 2CELLOS ini sempet jadi "guest star" (meskipun ya cuma maen cello doang) untuk mengiringi karakter Santana dan Sebastian menyanyikan Smooth Criminal. Hanya ada 2 cello dan 2 penyanyi. Definitely cool.. Dan saya jadi ingat, dulu pas nonton episode ini, saya terus-terusan memuji si pemain cello (even me-replay lagunya berkali-kali) karena mereka mainnya keren sekali, dan memuji arranger-nya juga karena memang sumpah aransemennya perfect buat dimainin hanya oleh 2 cello. Belakangan, pas saya liat channel YouTube mereka, saya nyadar kalo itu memang 2CELLOS (setingan tempat duduknya pun sama persis) dan aransemen yang dipakai adalah aransemen original mereka. Btw, 2CELLOS terkenal juga karena Smooth Criminal-nya.. :)
Jadi, setelah saya melihat-lihat video mereka di YouTube, saya berasa menemukan banyak harta karun. Video klipnya memang nggak terlalu banyak sih.. Tapi lumayan banyak video live mereka yang juga kereeeeeeeenn banget. Oh, dan satu hal yang saya sadari, setiap main cello, bow mereka pasti bakalan rusak parah. Ah~ mas-mas ini memang hobinya merusak bow dengan cara mainnya yang seperti itu. XD
Oia, saya udah bilang belum sih kalo 2CELLOS concern-nya mainin lagu-lagu rock? Nggak semuanya ngerock banget sih.. Masih ada beberapa lagu yang balladnya berasaaa banget. Seperti Human Nature-nya Michael Jackson yang mostly dimainkan dengan memetik cello, atau Viva La Vida-nya Coldplay yang masih berasa sedikit ballad dan dimainkan dengan penuh emosi. Dua personil (yang cakep-cakep dan mengingatkan saya pada duo kakak-adik Winchester di Supernatural) ini basicnya adalah cellist classic yang pada akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang unik dan beda. Mungkin mereka udah bosen jadi juara kompetisi terus makanya memutuskan keluar dari safe zone dan bereksperimen dengan lagu-lagu rock. :)
Anw, daripada saya bingung-bingung jelasinnya dengan detil, untuk tahu lebih jelasnya tentang mereka baca di sini aja deh ya.. :p


Cowok-cowok 2CELLOS. Satu hal yang saya suka dari mereka:
Koleksi Cello mereka keren-keren..!! >.<


Sebenernya saya nggak asing sama instrumentalist (esp. strings) yang meng-cover lagu-lagu rock. Saya udah lama suka Apocalyptica, yang pada dasarnya adalah 4 orang pemain cello yang sukanya mainin lagu rock. Bahkan saya suka banget lagu mereka yang Nothing Else Matters (originally performed by Metallica). Bikin merinding.. Dan si Apocalyptica ini lama-lama juga jadi lebih solid dengan menambah drum ke squad mereka setelah berganti-ganti personel (sekarang berubah jadi 3 cello dan 1 drum). Suara drum-nya menurut saya bikin musik mereka jadi lebih mantep dan kedengeran ngerock. Sekarang pun, di album terbaru, mereka banyak menggaet penyanyi rock yang oke untuk jadi feat. di lagu-lagu mereka yang sudah original semua.

Bapak-bapak Apocalyptica. Terlihat agak sangar eh?? :p

Selain Apocalyptica, ada juga Vitamin String Quartet (yang sering banget gonta-ganti nama sampe saya bingung) yang basically juga suka banget meng-cover lagu-lagu rock. Album tribute-nya juga udah banyak banget! Bedanya mungkin, kalau di VSQ ini, alat musiknya nggak cuma cello, tapi ada violin dan viola juga, layaknya string quartet yang lumrah lah..

Dan pertanyaannya: Apa bedanya mereka dengan 2CELLOS????
Well, meskipun pada dasarnya ada kemiripan yang sangat, saya merasa saya harus bilang 'beda'. Yah, memang kan di antara 2CELLOS sama Apocalyptica ada kemiripan yang lebih. I mean, permainan mereka sama-sama keren dan menghanyutkan, alat musiknya juga cello semua (lupakan satu drum yang nyempil), dan lagunya rock. Tapi entah kenapa feel-nya beda gitu kalo ndengerin 2CELLOS lagi main.. Lebih "brutal" mungkin?? Bisa jadi karena pengaruh jumlah personil (2 lawan 3). See, 2 cellist yang memainkan lagu rock dengan aransemen rumit emang berasa lebih brutal dibandingkan 3 cellist yang sekarang sudah memainkan lagu sendiri meskipun sama-sama rock *sotoy? ah, biarlah~*.. Mellow-nya Apocalyptica sepertinya juga lebih berasa meskipun lagunya tetep ngerock. Lumayan beda dengan 2CELLOS yang sometimes terlihat jumpalitan pas mainin lagu. Kita bahkan juga bisa liat 2CELLOS headbanging waktu mainin Welcome to the Jungle-nya Guns N' Roses, atau waktu mereka mainin Highway to Hell-nya ACDC dengan tambahan satu drummer buat menggegerkan panggung dan bikin penontonnya heboh. Sweet!! :D


Gaung-gaungnya 2CELLOS memang bikin saya semakin galau dengan kecakepan mas Luka yang mengingatkan saya sama Jensen Ackles permainan mereka yang keren itu. Saking galaunya, saya sama satu orang temen saya sempat rebutan personil #eh?. Maklum, fangirling-nya masih kebawa.. XDDD
Dan ngeliat mereka main itu, berasa indaaaaaah~ banget *lebay-nya kumat*! Ekspresinya Luka sama Stjepan yang sangat menghayati bikin saya meleleh. huhuhu
Pas mereka ngomong pun, aksen Kroasia-nya juga seksi banget sampai saya kadang harus mengerutkan dahi buat tahu sebenernya mereka ini ngomong apa.. XDDDDD But, whatever, I love them!

Dan demikianlah invasi instrumen ini ke dalam hidup saya.. Belakangan, di tengah demam band rock Jepang yang selalu bikin saya galau lama-lama itu, saya dapat tambahan kegalauan musik baru yang bisa jadi doping. Yeah~ Thanks, dearest Pingo atas rekomendasinya..  Meskipun technically, I knew them before you do. Dan terima kasih sudah mengalah ketika kita rebutan personil.. :333

Monday, June 4, 2012

Curhatan Random #1*


Astagaaa..!! Sudah berapa lama ya saya nggak nulis di sini?? Fiuuh~
Setelah sekian minggu lamanya disibukkan dengan kerjaan dan donlotan (ehm), saya jadi pengen nulis lagi. Dan jujur, meskipun kalo secara emosional hal-hal yang pengen saya tuliskan itu banyak banget, saya malah bingung mau cerita apaan.. Mmhh..

Dimulai dengan PR menggunung dan harus menghabiskan waktu weekend(s) [karena nggak cuma sekali weekend aja] saya untuk ngerjain PR *T.T*, saya jadi agak nggak minat untuk menulis. Bahkan due date essay yang sudah mendekat tetap membuat saya sulit mengalihkan fokus untuk mulai menulis. Eneg saya sama tulisan. Beneran deh. Bawaannya kalau pulang kerja cuma pengen buka laptop buat foya-foya (baca: nonton series dan video-video konser klip terbaru). I know, kurang will kayaknya.. Perlu dimodif nih prokrastinasinya.. *sigh*

Anw, beberapa minggu lalu, karena kehabisan series yang biasa saya update (habisnya, masa udah pada finale semua...!!!), saya mulai cari-cari series apa yang kira-kira bagus dan bisa saya donlot. Ketemulah di majalah Cinemags series berjudul Pretty Little Liars yang ternyata juga udah selesai season 2-nya. Setelah mencari-cari reviewnya, dan juga jumlah penontonnya per show, saya merasa series ini cukup worth it buat didonlot. Dan akhirnya, selama beberapa minggu, saya berasa kejar setoran. Nggak pengen berhenti nonton. Season 2-nya juga udah selesai ditonton. Sekarang saya bingung lagi mau nonton apaan sambil nunggu The Glee Project 2.. *muka nelangsa*

Jenuh. Jenuh. Jenuh.
Rasanya pengen keluar dari rutinitas sebulaaaaaann aja! Bisa nggak ya kerjanya libur sebulan gitu? Kan lumayan buat me-refresh pikiran dari beban pikiran yang numpuk dan tambah bikin galau.. *ngarep.com
Oke. Kembali ke realita.
Saya akhirnya dapat tantangan untuk donlot kali ini. See, DVD/BluRay Yokohama Arena Special Tour-nya ONE OK ROCK sudah keluar dan saya harus bisa dapet documentary-nya!!! (Sudah terbukti bahwa isi documentary sangat worth it buat DILIAT!!) Nah, masalahnya.. yang ngaplot ini BluRay terlalu baik dan bersedia memberikan aplotan kualitas super HD (1920x1080p) yang kalau diputer di laptop saya, kayaknya nyala pun enggak saking gedhenya. Guess what?? Documentary yang durasinya 1 jam lebih itu memakan space 13 GB. Belom konsernya mencapai 27 GB!! Kok rasanya tiba-tiba si Jobie (laptop saya) pengen tak kunyah ya?? T_______T
Dari situ, saya mulai berpikir, gimana caranya donlot ini file dulu (dengan cari JDownloader biar praktis), baru mikirin storage-nya dimana (dan artinya juga harus bersih-bersih HD yang space-nya cuma tinggal 30an GB), dan kemudian saya harus mikir gimana ngonvert file-nya ke .mkv dan lebih bagus lagi kalo resolusinya bisa dikecilin. Eh. Mbayanginnya aja saya udah pusing duluan. Tega nian ini yang ngaplot ngasih video 40 GIGA??!! *nangis darah*

Dan kesimpulannya:
Tulisan ini sangat random dan nggak jelas ke arah mana, meskipun bisa dikatakan semua yang saya tuliskan adalah curahan hati seorang karyawan yang dilematis gara-gara haus informasi akan band idolanya. Dan tambahan lagi, partner yang sefrekuensi dan bisa diajak berimajinasi malah susah dihubungi, meninggalkannya dalam kompleksitas yang lebih-lebih. Heaaaaa~

Sudahlah. Saya harus kerja lagi.
See ya.. *salam pinguin*


Note:
*) Siapa tahu lain kali ada curhatan eror yang kedua kalinya.. :p

Wednesday, May 2, 2012

DamnILoveONEOKROCK!!!*


*) Judulnya rada-rada ngadaptasi clothing line, tapi nggak papa lah.. :D

Ketika semua orang sedang digalaukan dengan boyband Korea, saya kembali diusik euforia satu-satunya band rock favorit saya dari Jepang. Bukan, bukan Laruku. Lebih tepatnya One Ok Rock. Terdengar tidak familiar? Atau familiar??
Well, OOR adalah satu-satunya band Jepang yang saya senengin dan kebetulan satu generasi dengan saya (halah! Hey, kan jarak umurnya cuma lebih tua mereka setaun? *nggak penting mode: on*). Kenapa saya suka band ini? Nggak papa deh saya ceritain bentar..
Sebenernya sih sejarahnya adalah ketidaksengajaan. Jadi, salah satu teman saya tau-tau ngopiin salah satu video klip OOR yang berjudul Naihi Sinsho ke laptop saya pas jaman kuliah dulu. Setelah itu video nangkring di laptop berminggu-minggu, saya penasaran, ini sebenernya apaan sih? Jadilah akhirnya saya puter juga itu video. Dan ternyata, setelah satu kali nonton videonya sampai selesai, saya mangap dan diam dalam posisi itu selama beberapa detik (I know, nggak indah banget memang). Dan suara di kepala saya berdentum-dentum. Itu band apa? Kok musiknya keren gitu? Namanya apa? Judul lagunya apa? Ada nggak lagu lain yang sekeren itu? Dan jadilah, saya suka OOR.. :)
Hal yang saya suka dari OOR adalah musiknya yang beda dengan band rock Jepang kebanyakan. See, temen saya ada yang maniak band rock Jepang dari A-Z. I know them pretty much. Dan jenis musik seperti itu jujur bukan genre saya. Saya suka rock tapi rock yang western, entah kenapa. Semacam hard rock yang alternative tapi juga rada heavy metal gitu lah.. Minimal kayak MCR atau Good Charlotte. Dan tiba-tiba saya disuguhi band Jepang yang pengaruhnya berasal dari band yang saya suka. Gimana nggak seneng??




Beberapa hari yang lalu, setelah secara kebetulan (lebih tepatnya kebetulan ingat) saya buka situs oneokrock.net, saya menemukan satu file ter-update yang diupload oleh member lain. File concert OOR This is My Budokan tahun 2010. Saya yang haus info OOR ini langsung kalap dan nekat mau donlot 11 part DVD + 2 part extra tour final itu hari itu juga.. Dan rasa kangen sama mereka tiba-tiba berkembang dan tidak terbendung (Tsaahhh.. bahasanya..) ..
Sejujurnya, akhir-akhir ini saya agak murtad jadi fans OOR. Memang sih, saya masih update kalo ada info album baru atau apa. Tapi lagu-lagu mereka sudah cukup jarang saya sentuh dan dengarkan. Dan kemarin, saya tersadarkan kembali bahwa saya masih suka banget sama band yang satu ini.
Proses donlot DVD sebesar 2 GB itu (Oh, hardisku.. bertahanlah.. T.T) untungnya cuma memakan waktu 1 hari dengan internet kantor. Cuma, part 6 sempet bermasalah dan pada akhirnya baru bisa saya donlot beberapa hari kemudian. Tapi proses bersusah-susah dan bergalau-galau menunggu itu terbayar juga. Konser mereka KEREN! Dan satu hal yang saya noticed, secara nggak langsung saya seperti melihat mereka tumbuh dan berkembang. Dulu, mereka yang manggungnya cuma di semacam arena kecil dan berasa jadi semacam band underground, sekarang sudah berkembang menjadi band rock yang banyak penggemarnya dan bisa manggung di tempat-tempat keren dan luas banget semacam stadion. Secara nggak langsung, saya merasa bangga dengan perjuangan mereka. Benar-benar berjuang dari nol, dari yang, yah.. mungkin banyak yang masih menghubungkan si Taka sama News, sampai sekarang sudah terbukti dia lebih mumpuni jadi vokalis band rock daripada member boyband. Pokoknya saya berniat sampai kapan pun akan tetep suka sama mereka. Semoga..

Malam itu pas saya nonton DVD konser mereka, saya bener-bener kayak orang gila di kamar kos. Setiap lagu favorit saya dimainin, saya bakalan histeris sendiri (dengan suara tertahan *mohon maklum, di kosan kan harus rada jaim*) sambil menyanyikan lagu itu bersama dengan mereka dan ribuan penonton yang ada di dalam DVD (eh??), dan pas lagunya udah selesai, saya bakal tepuk tangan penuh semangat karena memang perform mereka keren!! Dan pas konsernya selesai, muka Taka yang rada-rada terharu bikin saya jadi mau nangis juga karena saya merasa pengeeeeeeeenn banget liat mereka langsung! Dan akhirnya resolusi saya bertambah. One day, I'll see them live!! >.<
Jujur ya, terkadang saya merasa jadi ABG labil kalau ada momen seperti ini. Tapi nggak labil-labil amat sih.. Saya juga nggak mau jadi orang labil yang nangis-nangis nungguin mereka di Bandara karena pengen liat mereka lewat doang.

Salah satu lagu favorit saya di konser ini ^^

Dulu di OOR, saya suka Alex. Tapi semenjak kabar nggak sedap yang akhirnya membuatnya didepak (atau secara halus mengundurkan diri) dari OOR, saya jadi fokus total sama band-nya. Ini adalah cobaan berat bagi penyuka personil band. Tapi ternyata, saya masih suka mereka seperti dulu. Saya masih mendukung mereka menjadi band yang semakin Oke meskipun tanpa Alex. I miss him though. Alex Onizawa adalah salah satu gitaris yang oke kalo menurut saya. Sayang aja dia nggak bisa tumbuh bareng 4 anggota lain dalam band yang sama. Even sampai sekarang nggak tau juga tu anak kabarnya gimana.. :(

Dan sekarang, kabar yang bisa bikin galau malah nambah. OOR sudah mulai World Tour ke luar Jepang dan memutuskan untuk mengunjungi Singapore. Damn. Beruntung banget itu Spore disambangin. Saya iriiiiiiiii...!!! >.<
Pokoknya, kalo mereka ke sini, saya harus nonton! *bertekad bulat*
Yes, that's a promise to myself. Meanwhile, mari dengarkan dulu lagu-lagu mereka, sambil mengobati duka saya nggak bisa nonton Avenged Sevenfold di Jakarta.. (Yep. That's another disappointing story)

Ngomong-ngomong, fakta bahwa OOR berkontribusi di album Nevermind Tribute untuk Nirvana dan menyanyikan lagu mereka yang Smells Like Teen Spirit membuat saya agak shock. Sekaligus excited. Shock karena saya tahunya telat banget, tapi excited mbayangin gimana jadinya si Taka nyanyiin lagunya Nirvana yang nge-grunge begitu. Belum lagi saya khawatir pronounciation katanya 'bermasalah'. Dan ternyata... *jeng!jeng!jeng!* *musik serem* BAGUS BANGET!!! Suara Taka bisa membuat lagu ini hidup dengan ciri khasnya sendiri. Dan saya semakin bangga sama mereka..!! XDD *udah berasa kayak emak-emak yang liat anaknya juara kelas*
Bagi yang penasaran silahkan googling dan disimak sendiri.. :ppp *promosi nanggung*

Dan sekarang, yang ditunggu adalah.. DVD Live mereka di Yokohama Arena. Baru rilis tanggal 30 Mei besok, dan saya nggak tau juga kapan bisa dapet itu DVD. Sabar ya, Ping.. Waiting may lead to something.. *menghibur diri*

Monday, April 23, 2012

Well, Medan lagi..!!! #SoloTravelingStory



Dan akhirnya saudara-saudara..
Saya pergi ke Medan sendirian minggu lalu. Yak, di-note, sendirian!!
See, sendirian buat saya adalah sesuatu yang agak-agak amazing, mengingat saya ini orangnya nggak bisa tau (boro-boro apal) jalan kalau belum berkali-kali ke tempat tujuan. Dan terpaksa karena kekurangan personil, urusan kerjaan di luar kota harus dibagi satu-satu. Tandeman saya yang dulu pada akhirnya harus ke Makassar.
Well, sebenernya lumayan exciting. Soalnya saya deg-degan bisa melalui proses naik pesawat dengan baik dan bener apa nggak. Jujur saya lupa-lupa inget step-step-nya gimana, termasuk check-innya dimana, bla3. Dan untungnya walaupun saya mesti mbawa-mbawa koper buat nyimpen alat tes dan teman-temannya, koper yang dipake bukan koper segedhe gaban yang mesti masuk bagasi. Koper saya adalah koper ukuran sedang yang yah.. meskipun isinya cuma separo, beratnya lumayan bikin lengan saya keder (mengingat perjuangan yang dilalui bagaimana harus menaik-turunkan ini koper dari kabin pesawat). T.T
FYI, saya paling anti sama bagasi. Kenapa? Satu. Karena saya sama sekali nggak tahu prosedur baggage claim itu kayak apa. Bisa sih, terpaksanya liat orang-orang kayak gimana, niruin, terus ikut-ikutan, tapi plis deh, saya terlalu malas ngurusin kayak begitu sendirian. Jadi, dari awal, saya udah wanti-wanti sama orang kantor, pokoknya kopernya harus yang bisa masuk kabin. Titik.
Alasan ke dua, keluar dari airport adalah saat-saat yang lumayan rushed, terutama pas harus pesen taxi dll. Apalagi kalo di Soetta antrian taxi salah satu perusahaan yang sudah terpercaya bisa menggila dan terkadang harus bikin saya melamun berjam-jam nungguin antrian dapet taxinya aja. Coba bayangkan kalau saya masih harus ngambil barang yang di bagasi, baru lari-lari ke pos taxinya, belum dapet antriannya nomer berapa, dan voila! bisa-bisa saya sampe kos udah midnight meskipun dari airport maghrib. Hmm..

Oke. Sebenernya, jalan-jalan ke Medan kali ini, saya termasuk nggak produktif. Karena saya orangnya malas pergi kemana-mana kalau sendirian, ujung-ujungnya saya cuma diem di hotel. Mungkin juga karena faktor daerah di sekitar hotel yang lumayan sepi kalo malem-malem, akhirnya saya jadi males kemana-mana. Keluar dari Polonia, saya langsung menghampiri stall taxi bandara yang sumpah harganya nipu banget. Tapi karena saya udah males nego-nego nggak jelas, akhirnya ambil juga lah, yang penting nyampe hotel dengan selamat. Dan jadilah, nggak sampai setengah jam kemudian saya sampai hotel. Belanja bentar ke minimarket sebelah (baca: nyiapin ransum untuk malamnya), dan langsung check-in di hotel. Udah. Nggak kemana-mana lagi. Waktu dihabiskan dengan nonton tv kabel dan berguling-guling di kasur. Jangan lupakan kedinginan yang amat sangat gara-gara temperatur AC-nya nggak bisa dikecilin dan menyebabkan saya masuk angin. T.T
Dan paginya, langsung check-out, nunggu rental mobil pesenan yang ternyata salah mengartikan nama saya dan akhirnya memanggil 'Pak', dan berangkat ke kantor tujuan buat ngetes. Kepagian. Pun dari sana, karena saya nggak ada ide mau kemana, akhirnya sama supir rentalnya cuma diputer-puterin aja gitu jalannya habis mampir cari oleh-oleh bentar (liat Istana Maimun sama Mesjid Raya cuma dari mobil). Dan di bandara, saya sukses nglangut kayak anak ilang nunggu penerbangan. Yah, at least di tengah-tengah kebosanan, saya nemu mas-mas cakep yang bisa dijadikan vitamin mata, tepat duduk di depan saya dan terlihat bosan pula menunggu entah pesawat ke mana (terjawab. Masnya ke Aceh. Udah ngarep satu penerbangan padahal. huhuhu).

Oia, sepertinya perlu saya ceritain kalo di Polonia saya beradu argumen dengan mas-mas rese yang hobinya (ehm. sebenernya kerjaannya sih) mbungkusin tas bagasi pake plastik. Jadi, setelah saya melewati pengecekan barang pertama, koper saya seenaknya aja langsung diambil dan hampir digubet plastik biru-biru itu. Untung saya langsung teriak, "Eh, itu tas saya mau diapain Mas? Saya kan nggak mau masukin ke bagasi??". Dan ternyata mereka menjawab bahwa tas saya terlalu berat untuk ditaruh di kabin. Dan ketika saya membela diri bahwa sebelumnya dari Jakarta saya udah naruh koper ini di kabin, dengan entengnya mereka menjawab kalo peraturan di Medan beda, berat maksimal 7 kg. Lhadalahh! Saya BETE! Udah mbayangin mesti ngurus baggage claim. Akhirnya saya tetep ngotot nggak mau, dan mereka merujuk saya untuk bertanya pada petugas check-in. Dan kepada bapak di petugas check-in itulah (sekalian check-in juga ceritanya) saya mencoba memasang muka innocent dan berharap dibolehkan membawa kopernya ke kabin. Finally, yuhuuu~ bapaknya bilang boleh, dan mengungkapkan rasa sebelnya kepada mas-mas sotoy sebelumnya. Sampe-sampe tas saya dikasih label 'cabin baggage'. Tapi kok, ujung-ujungnya bapaknya juga bilang di Medan maksimal 7 kg ya? Ah, sudahlah, yang penting sudah ada jaminan boleh. :)
Dan dengan PeDe tinggi, saya lanjut mbayar tax dan melaju ke ruang tunggu. (cerita balik lagi ke mas-mas cakep :p)

Dan akhirnya, sesampainya saya di Soetta, saya BETE ampun-ampunan. Rasanya udah capek seharian nggak istirahat, eh.. antri taxinya berasa kayak antri sembako. Akhirnya, ketika ada mbak-mbak yang  nawarin taxi tembak 150 ribu, saya ambil aja deh. Entah kenapa feeling saya bilang, 'ambil aja'. Dan ternyata bener. Sepanjang perjalanan pulang (ke kantor lebih tepatnya), jalanan macet parah. Si Taxi jalannya merambat (tapi tanpa si Komo lewat), dan saya harus membetahkan diri di dalam taxi selama hampir 2,5 jam ditemani Pak Supir yang sumpah cerewet banget. Nanyaaaaa mulu. Tapi berkahnya adalah, andaikan saya pake taxi argo, mungkin ongkos pulang sudah lebih dari 200ribu.

Pengalaman solo traveling pertama kalinya ini, jujur membuat saya jadi orang yang.. gimana ya? Beda gitu..
Biasanya, saya termasuk yang pemalunya minta ampun kalau di tempat umum. Apalagi kalau ada temen, mau ngapa-ngapain juga saya selalu nglempar semuanya ke orang lain. Tapi kemarin, saya harus melakukan semuanya sendiri. Apa-apa harus sendiri. Even kalau salah pun, harus ditanggung sendiri. Makanya, 2 hari di luar kota, rasa malu saya bener-bener dikesampingkan. Saya nggak peduli ketika saya salah jalan dari sana ke sini, atau ketika saya kelihatan bego nanya-nanya orang mulu. Dan lagi, saya harus belajar untuk mengambil keputusan sendiri dengan cepat. Misalnya, kira-kira oke nggak ya kalau pakai taxi dari sini ke sana segini? Atau enaknya gini aja, bla3. Dan terbukti, kalau diniatin saya bisa (well, lebih tepatnya kalau terpaksa). Dan akhirnya, saya malah merasa pergi ke luar kota sendiri adalah salah satu bentuk kemewahan untuk bisa belajar lebih cepat, sekaligus quality time untuk diri sendiri.

For next, kota mana lagi ya yang bakal saya sambangi sendirian?? :ppp

PS. Untuk jalan-jalan kali ini, bahkan saya pun nggak menghabiskan banyak waktu, even berpikir untuk foto-foto. Saking ribet dan malesnya kali ya...
Yah, sudahlah..