Sunday, September 9, 2012

Inspirations. We Just Need to Know Where to Look..


Beberapa hari ini saya merasa down. Loading kerjaan yang terlalu banyak membuat stres saya menumpuk dan akhirnya saya sampai pada satu titik dimana saya rasanya cuma bisa menangis, menangis, dan menangis. Sepanjang malam. Kecapekan setelah interview banyak orang di satu hari, kepala saya mendadak sakit luar biasa. Belum lagi capeknya dari luar kota masih tersisa. Kerjaan yang diforsir berminggu-minggu sampai terasa nggak ada liburnya juga sepertinya numplek jadi satu. Saya nggak tau sih itu murni psikosomatis atau memang dasarnya kepala saya lagi rawan sakit kalau sudah stres begitu. Yang jelas, setelah mendengar kabar bahwa besoknya ternyata saya harus mengulang kerja berat yang sama seperti hari itu (all over again), emosi saya meledak. 
Rasanya sangat sangat sangat merasa bahwa dunia ini tidak adil. Di antara beberapa orang yang bisa ditunjuk, kenapa mesti saya? Pikiran positif yang biasa merayap dalam benak saya tahu-tahu hilang. Sepanjang perjalanan pulang saya bahkan sempat mewek karena nggak bisa nahan sakit kepala dan rasa sesek yang nggak bisa terungkapkan dengan baik.

Dan akhirnya, setelah bergalau semalaman (literally galau bagaimana saya harus bersikap), satu sosok yang beberapa bulan belakangan gencar menjadi isnpirasi saya sekelebatan terngiang dalam benak saya. What if he's in my position?? What will he do??
Saya mulai berasumsi. Mengaitkan satu pemikiran ke pemikiran lain yang sebisa mungkin saya pikirkan malam itu. Di tengah kegalauan akut akhirnya saya bisa menemukan celah positif yang sebelumnya hilang. Di tengah kebimbangan bersikap, saya bisa mencoba menguatkan diri saya sendiri untuk bersikap berani dan mengambil resiko yang tadinya urung saya lakukan. 
Oke. Satu cowok dari OOR ini berhasil membuat saya berpikir bahwa dia tidak akan mungkin menyerah menghadapi situasi yang sama. Dan saya juga bisa membayangkan, semarah dan sekesal apapun dia, ketika saya bisa memahami karakternya sebagai seorang individu, dia adalah sosok yang tangguh dan tidak akan pernah berhenti berusaha, sesulit apapun itu. Tipikal orang yang ngaya
Dan itu yang menjadi motivasi saya. Berpikir juga bahwa ketika cowok itu tahu saya bisa mengalahkan rasa takut dan keengganan saya dalam melakukan sesuatu, ia akan merasa bangga. And I'm sure of it.
Saya ingat satu sesi ketika 2 personil dari band ini mengikuti sebuah siaran di sebuah radio dan memberikan motivasi kepada seorang remaja yang sedang bimbang karena masalah kesehatan. Dengan tulusnya orang ini memberikan semangatnya. Memintanya untuk bertahan dan menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. Dengan suaranya yang sangat menenangkan, saya yang tidak bisa mengerti detil kalimatnya pun merasa terharu. Dan dengan alasan ini pula, saya bertekad bahwa saya harus bisa bertahan.

There. Ketika sebuah band tidak hanya menjadi penghilang kepenatan dengan semua lagu-lagu mereka. Tapi bagaimana masing-masing personil dan perjuangan yang mereka lakukan bisa menjadi inspirasi. I didn't do it for them. I did it for my self. Saya hanya merasa malu tidak bisa melakukan hal yang sama ketika mereka pun bisa melewati hal-hal yang bahkan jauh lebih parah dari yang saya alami. Dan itulah yang menjadi titik kebangkitan saya dari rasa down

So I say, thanks to this wonderful band. Orang-orang biasa ini begitu mengerti bagaimana menjadikan sesuatu yang simple menjadi luar biasa. Sesuatu yang terlihat ringan menjadi begitu bermakna. Mereka semakin membuat saya memahami bahwa hidup yang kita jalani sepenuhnya adalah kontrol dari kita. Kita yang memilih jalan, dan kita yang merasakan akibatnya. Saya memilih jalan ini, dan saya harus sadar dengan resikonya.
I just need to be stronger. That's all it's all about.. :')

"Life is just so much better from your love.."
(Notes'n'Words)


source: 

Sunday, September 2, 2012

Spell it: B.A.T.A.M!


Proyek akhir Agustus sekaligus awal September ini: BATAM!!!

Yeah~ Saya dapet tugas ke luar kota lagi.. :)
Sebenernya sih nggak cuma saya, tapi orang sekantor dan klien yang meng-hire kantor buat proyek tahunan ini.. Jadi, salah satu bank besar di Indonesia yang sudah jadi klien selama bertahun-tahun itu memang selalu mengadakan proyek tahunan yang diadakan di seluruh Indonesia untuk tes naik eselon, atau bisa dibilang semacam tes untuk naik level jadi SPV.. 
Oke. Proyeknya memang di seluruh Indonesia. Dan tahun ini, ada 14 kota tujuan di luar Jakarta. Sebenernya saya sih semacam jadi co-pilot projectnya, bantu-bantu temen saya yang jadi pilot project-nya. Nah, apesnya jadi pilot sama co-pilot project adalah, terkadang kita dapat sisa-sisa kota yang "kurang" dipilih sama temen-temen yang lain, jadi yaaaa.. harus terima. Pilihan yang diberikan ke saya adalah Jogja dan Batam. Pengen pulang sih sebenernya, tapi mengingat ini proyek jalannya habis lebaran dan saya pasti lebaran pulang, nggak seru aja gitu ke Jogja lagi. Akhirnya waktu itu saya putuskan ke Batam.. Hohoho

Persiapannya rush! Proyek ini juga sebenarnya yang mengakibatkan libur lebaran kantor yang biasanya 2 minggu-an jadi berkurang.. Tapi ya sudahlah, namanya juga harus ada persiapan. Berangkat serentak (ke semua kota) tanggal 31 kemarin, saya dengan beberapa teman naik taxi bareng ke bandara. Meskipun di jadwal pesawatnya take off jam 16.10, kami sudah nyampe bandara sekitar jam 1-an lebih dikit. Jalan yang dikira macet ternyata super lancar. Alhasil, nglangut bener di bandara. Masuk Periplus, nggak terlalu banyak pilihan buku yang bisa diambil, tapi akhirnya keluar bawa gembolan juga.. Buat temen nglangut biar nggak garing.. Apalagi kan saya naik pesawatnya sendirian. Dan menunggu berjam-jam itu memang membosankan.. Mana pesawatnya pake delay lagi.. Hadeh.. 


Buku yang saya beli di bandara buat temen nglangut menunggu sendirian.. :3

Dan akhirnya sampe Batam-nya molor.. Udah gelap. Dan saya masih harus cari-cari orang dari Bank yang jadi tandeman saya buat ngetes besoknya (dan ternyata duduknya di kelas eksekutif ini) karena saya nggak tau jalan ke hotel dan juga nggak tau yang bertugas njemput itu orangnya kayak gimana.. Masalahnya yang ngurusin check-in hotel juga bapaknya.. Mau nginep dimana coba saya kalo nggak ketemu orangnya? Akhirnya saya ditelpon si bapak, suaranya nggak jelas, dan saya langsung mencari orang yang sedang nelpon  di sekitar saya dengan gerakan mulut yang hampir sama seperti yang saya denger di telpon. Ternyata.. bapaknya cuma berjarak 3 meter di depan saya.. Hahaha. 
Oia, btw, mari kita sebut saja bapak ini "si bapak"..
Setelah ketemu, say hello, kenalan, dan basa-basi bentar, saya menyadari bahwa si bapak ini orangnya tipe yang pengen nyelesein sesuatu dengan cepat-cepat. Tipe2 orang efektif-efisien lah.. Nah, tipe gini juga ternyata nggak suka banget basa-basi. Ngomongnya cepet, ngapa2in cepet, dan saya merasa kepontal-pontal ngobrol sama bapaknya. Terlebih kalo bapaknya berasa nggak pengen ngobrol, dia diem aja. Nah, sayanya kan orangnya juga paling nggak bisa yang namanya basa-basi dan memulai pembicaraan, jadilah deh kita diem-dieman di mobil selama hampir 30 menit menuju hotel. Mayoritas saya cuma ndengerin bapaknya ngobrol sama pak supir. Nggak asik banget, sumpah.. -____-

Di hotel, sempet-sempetnya juga ada insiden salah nulis nomer kamar di kartu saya. Di kartu, mbak resepsionis nulis kamar 631, ya saya menuju kamar itu dong.. Tapi, ternyata kamarnya lagi dibersihin. Saya sempet bete dan merasa aneh juga sama yang mbersihin karena mereka jadi keburu-buru. Dan setelah dipersilahkan masuk sama mas-mas yang mbersihin, mau ngaktifin kuncinya, kok kartunya nggak bisa dipake? Jadilah si mas mencoba meng-confirm ke resepsionis. Guess what? Mbaknya salah ngasih nomer kamar. Harusnya kamar saya di lantai 12.. Ohmaigat! Saya akhirnya harus balik lagi ke lobby, dan minta nomer kamarnya, dan naik lagi ke lantai yang tepat.. Mana di lift saya malah jadi curcol sama bellboy-nya.. Ya ampuuun.. 
Dan malam itu, saya memanjakan diri dengan HBO, cemilan yang untungnya dibawa dari Jakarta (karena saya memutuskan nggak makan malam gara2 nggak ada yang ngajakin dan males keluar sendirian), dan juga hawa dingin AC yang sejuk serta pemandangan dari balkon lantai 12.. :3

Meskipun pemandangan malam hari-nya bagus banget, tapi hasil fotonya sangat nggak oke. Jadi yang saya pasang yang diambil paginya aja.. :p





Some views from 12th floor.. :)


Sebenernya saya pengen banget nyebrang ke Singapore. Mumpung di Batam gitu.. Dan kata temen saya pun, nyebrang ke Singapore cuma sekitar 150ribu.. Pada akhirnya, saya sudah siap paspor, in case diajakin gitu sama bapak dari Bank-nya.. Eh, ternyata setelah ketemu orangnya, pupus harapan saya.. T.T Secara nggak langsung, bapaknya bilang kalo dia udah berkali-kali nyebrang dan merasa kalo di sana nggak ada apa-apa.. 
Huaaaaaa~ Si Bapak tegaaaaa~ Saya kan pengen, Pak.. Lumayan buat nambah2 cap di paspor yang masih polos ini.. *sniffing*
Tapi memang waktunya nggak memungkinkan sih.. Saya ngetes pagi, selesai minimal jam 12. Sedangkan jadwal pesawatnya jam 16.15.. Check-in seenggaknya satu jam sebelumnya.. Jadi memang nanggung. Coba ya waktunya lebih lama.. Pengen beneran deh.. :(
Dan akhirnya, karena waktu yang nanggung itu pula, saya sama si bapak cuma belanja ke supermarket yang banyak banget coklat-coklat impornya.. Buset dah, saya jadi kalap liat coklat2 itu.. X3 Pengen beli semuaaaa~ Tapi masih sadar diri dan inget duit di kantong lagi menipis. Jadi belinya cuma beberapa, plus buat oleh-oleh juga.. Tapi ternyata, masih aja mahal.. huhuhu

Dan setelah saya berpegel-pegel ria berjalan dengan sepatu formal dan berhak di Supermarket, si bapak mengajak jalan-jalan keliling dengan mobil. Awalnya sih pengen ke daerah Nagoya, tapi diurungkan karena ujung2nya juga mall. Jadi lebih baik katanya puter-puter saja, liat jembatan Barelang (yang kata bapaknya juga muncul di salah satu iklan rokok). Sepanjang perjalanan, berasa kayak off-road lewat jalur Jogja-Wonosari.. Buset dah ni jalan, berliku naik-turun, dan sepi. Otomatis pak sopirnya ngebut, dan perut saya berhasil dibikin mual.. Halus sih jalannya, bagus.. Tapi plis deh, Pak.. Koper saya di belakang aja ampe bolak-balik.. Dan sesampainya di jembatan Barelang-nya, si sopir masih aja ngebut. Udah nggak turun, ngebut pulaaa.. Padahal pemandangannya bagus bangeeeeettt.. T_______T
Gagal deh saya ngambil poto. Mana habis lewat, langsung puter balik menuju ke bandara. Udah, gitu doang. Jadi mualnya sepanjang perjalanan itu cuma untuk menikmati perjalanan sekitar 2 menitan (dikali dua karena bolak-balik) melintasi jembatan dan habis itu udah. Oh, God.. 
Tapi saya masih seneng sih bisa liat pemandangan laut dan pulau-pulaunya.. Baguuuuuuuussss~ XDDD


I managed to catch a glimpse of an island.
Tapi cuma begini doaaaaaangg~ T____T

Setelah puyeng ber-off-road ria, akhirnya langsung ke Bandara karena waktunya juga udeh mepet buat jalan kemana-mana. The weird thing is, setelah turun dari mobil, si bapak malah langsung meninggalkan saya untuk masuk tanpa berbasa-basi lagi. No goodbyes, no thank yous. Beneran deh nggak asik banget sebenernya bapak yang satu ini. Mana saya langsung ditinggalin begitu. Setelah salaman dan mengucapkan terima kasih dengan pak supir, akhirnya saya nyusul ke dalem buat check-in. Dan ketemu lagi pun, senyumnya keliatan maksa banget. Ini sebenernya saya yang salah apa emang bapaknya begitu sih? -____-
Oia, saya udah bilang belum sih kalo Batam panas banget??!! >_< I mean, panas pake banget banget!! Saya nggak betah beneran lama-lama di luar. Bahkan mbuka balkon dari kamar hotel aja rasanya udah males karena hawanya panas banget. Belum lagi sinar mataharinya sangat menyengat. Fiuuhh~


Heavens for pedestrian.. :D
Siapa yang nggak mau coba berjalan dinaungi teduhnya atap dan pepohonan begini?

Dan akhirnya merana sendirian menuju gate yang tertulis di boarding pass. Dengan PD-nya saya masuk ruang tunggu. Nggak pengen bosen, akhirnya saya buka buku yang kemaren saya beli terus baca aja deh.. Tapi lama-lama saya merasa aneh.. Ini gate sepi amat yak? Udah gitu, pas saya liat di layar informasi pesawat yang boarding, kok nggak ada penerbangan saya.. Akhirnya saya menghampiri petugas yang jaga di antara gate A5 dan A6 tempat saya masuk tadi. Saya tanyalah akhirnya.. 
Dan ternyata sodara-sodara, saya salah masuk gate. Harusnya belok kanan, saya malah belok kiri. Harusnya ke A5, tapi saya malah ke A6.. Doh! *tepok jidat* Untungnya boarding masih agak lama.. Dan bener aja, nggak cuma agak lama. Lama bangeeett~ Pesawat saya delay hampir satu jam sendiri.. T.T
Turun dari pesawat, masih harus nungguin temen saya yang dari Medan buat pulang bareng karena jadwal landing pesawat yang berdekatan. Pas saya udah menuju area pesen taxi, temen saya masih mau ngambil bagasi. Jadilah saya ngambil antrian taxi dulu aja.. Sambil nglangut dan nahan ke toilet karena saya males bawa-bawa tas gedhe sama koper ke toilet dan nggak mungkin juga minta orang buat njagain. Setelah temen saya dateng, akhirnya ngobrol ngalor-ngidul tentang pengalaman masing-masing sambil nunggu giliran dapet taxi-nya. Dan di taxi pun kita masih heboh cerita sampe pak supir keliatan gimanaaa gitu. XD
Dan saya sukses nyampe kosan sekitar jam 8 malem.. Rencananya sih tepar. Tapi setelah beberes semua barang, buka oleh-oleh, dan nerusin baca buku bentar, akhirnya saya malah ngenet karena di bandara kemarinnya saya dibikin galau sama temen gara-gara band-Jepang-yang-hobi-bikin-galau itu malah mau ngeluarin lagu baru lagi buat sontrek film. Padahal hebohnya The Beginning aja belum reda. Ampun dah tu cowok empat.. Mana saya setengah mati penasaran sama lagunya yang ternyata ada di trailer film. Jadilah saya baru tidur jam 12 malem.. Dan minggunya saya langsung tepar padahal Senin besok saya harus tugas di luar kantor buat interview 6 orang.. Huaaaaaaaaa~


Chocolates.. X3

Anw, seenggaknya saya sudah pernah menjejakkan kaki ke Batam meskipun masih belum puas. Kata temen saya sih, besok pas ada proyek milih ke sana lagi aja. Tapi entahlah.. siapa tau saya pengen bertualang ke pulau yang lain?? Kalimantan sama Sulawesi masih belum terjamah tuh.. dududu.. :p

Dan dengan menyesal, foto2 yang diambil sangat sangat kurang karena saya di sana nggak kemana-mana dan nggak tau mau ngambil foto apa.. Yang penting experience-nya aja deh.. Nggak mungkin juga kan minta si bapak yang orangnya begitu buat motoin.. Tengsin aja pake setengah mati saya.. XD

Friday, August 24, 2012

I Need to Give My Brains A Pack of Ice.. Oh, No! More Like A Bunch of Snowballs! ;)


Sepertinya memang setelah ini saya akan lebih sering ngerasain yang namanya kerja rodi, a.k.a lembur! 
Oke. Mengapa saya bisa menyimpulkan seperti itu??

Satu. Gelagatnya si bos sudah menunjukkan demikian.. :D
I mean, beberapa hari yang lalu, saya sukses menjalani yang namanya workshop interview di kantor saya, yang ke-3 kalinya. Which is yang terakhir. Nah, workshop ini fungsinya semacam memberikan pelatihan kepada newbie-newbie yang belum terbiasa dengan namanya CBI (Competency Based Interview), yang mana merupakan standar interview yang digunakan di kantor saya, dan sekarang saya semacam harus jadi junior consultant beneran dan bukan abal-abal yang harus bisa ng-interview orang. Gosh! Jadilah, beberapa minggu terakhir, saya berasa kayak kejar setoran, belajar sana-sini tentang teori CBI yang benar (bahkan baca-baca sebelum workshop, takut ditanyain sama si bos) *ini berasa ujian deh beneran*, dan saya juga harus praktek ng-interview temen sendiri sambil diliatin si bos (yang sumpah bikin saya deg-degan setengah mati). Dan merananya? Kelar workshop di hari Jumat, hari Senin-nya saya sudah dilepas ke lapangan buat interview 5 orang! T___T Masih tandeman sama satu temen sih.. Tapitapitapi.. 
Dan ujung-ujungnya, saya harus rela menghabiskan malam saya hari Senin itu (yang mana baru nyampe kosan jam setengah 8), untuk lembur ngerjain skoring (sambil telpon2an dengan teman saya yang satu lagi untuk menyepakati hasil bersama) sampai jam setengah 1 pagi.. Nice! Belum lagi ditambah drama habisnya pulsa HP kantor yang saya bawa, dan habis juga lah pulsa HP-nya suami teman saya yang akhirnya dipake buat telpon saya itu, serta sampailah kami pada fase BBM-an karena satu sama lain sudah nggak ada pulsa buat telpon-telponan lagi.. Dan malam yang dihabiskan berkutat dengan form skoring, catatan interview, dan kompetensi, adalah benar-benar sesuatu.. -_____-

Beginilah suasana kamar saya ketika berkutat dengan skoring dan kompetensi..
Bahkan makan pun harus disambi dengan nulis evidence *doh*

Dua. Tanggung jawab saya sepertinya akan lebih besar di masa-masa mendatang. Masa-masa mendatang di sini bukanlah jauh-jauh hari nanti, tapi lebih tepatnya habis libur lebaran ini.. *sigh*
See, saya akhirnya ditunjuk jadi PIC buat salah satu proyek kantor dengan salah satu klien. Dan meskipun saya sudah ada praduga sebelumnya (mengingat saya satu-satunya orang yang diajak meeting si bos), saya tetap shock melihat nama saya terpampang sebagai PIC di proposal. Oke. Bungkus! T___T 

Tiga. Sempat-sempatnya lebaran ini saya pulang bawa PR seabreg dan harus rela menghabiskan hari-hari saya di depan laptop sambil nggarap gawean.. hadehhh~
Di awal-awal libur yang totalnya 11 hari ini, saya memang males sih ngerjain.. Belom mood. Tapi ternyata, rasa malas itu membuat saya kena getahnya karena sekarang saya jadi harus ngebut ngerjain skoring GD yang menumpuk dengan tanggal deadline 4 hari lagi! >.<
15 orang dalam 4 hari?? O.o *berdoa dalam hati*

Itu hanya segelintir bukti bahwa saya ternyata memang sudah dalam tahapan "serius". Sejauh ini, saya memang merasa lebih banyak latihan dan mengamati serta mencoba-coba pekerjaan di kantor.. Belum beneran jadi konsultan yang seratus persen bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang disebutkan di atas. Dan mau nggak mau, saya harus menyadari, dengan bertambahnya usia saya bekerja di kantor saya sekarang, saya harus siap-siap menghadapi tumpukan deadline dan kewajiban yang harus bisa dikerjakan semua sekaligus. I'm not a superwoman.. But I guess I should try to become one.. 

Dan terakhir, meskipun 2 minggu ke depan adalah minggu-minggu rush yang bakal penuh dengan siksaan mental (at least buat saya), saya harus menyiapkan diri dari sekarang. Persiapan proyek besar-besaran, habis itu ke Batam dan ketemu orang-orang baru dan kerja juga, interview belasan orang, skoring, dan yeah~ pekerjaan dadakan lain yang bahkan mungkin tidak akan sempat direncanakan tapi toh akan menunggu juga untuk dikerjaan tepat waktu.. It's going to be plenty.. 
Well then, let's enjoy the work! Semoga beneran saya bisa menyerap semua yang harus saya serap demi mempersiapkan masa depan yang lebih gemilang <- bahasanya iklan banget XD

To my brains: Be cool~
To my body: Hang on~
and to my mental state: I know you can keep your sanity!! :D

Tuesday, August 21, 2012

Between Notes and Words

Meskipun saya pernah bertekad nggak akan nulis sesuatu yang galau selama lagi di Jogja, tapi ternyata keluarlah satu hal yang bisa bikin saya galau.. Meskipun yang ini galaunya positif. Apalagi kalau bukan  terkait dengan postingan sebelumnya (yang sebenarnya juga bisa dibilang sumber galau)?? :p

Oke. Dan saya akhirnya dapet single The Beginning!!! Bukan.. Bukan yang bentuknya CD. Tapi file unduhan.. Nggak papa kan ya, sambil nunggu CD aslinya nyampe ke tangan saya, saya unduh dulu satu album itu dari internet? :3

sumber: oneokrock.com

Jadi, ceritanya tanggal rilis resminya adalah tanggal 22 Agustus, which is besok..
Tapi ternyata, setelah saya buka-buka tumblr dan cari apdetan baru (sebenernya yang dicari adalah translate-an interview dari majalah), ternyata malah sudah ada yang mosting salah satu lirik lagu yang ada di single-nya, dan lagu itu sama sekali belum pernah ter-published!! Sumpah saya langsung kalap! Apalagi dari komentarnya, ternyata sang uploader sudah ndengerin lagu itu. And I'm telling you, mbaca lirik lagunya aja udah bikin saya berkaca-kaca saking bahagianya, dan saking bangganya 'cowok itu' bisa bikin lirik sebagus itu.. Simply beautiful.. :')
Dan akhirnya, setelah berjuang keras dengan koneksi internet modem yang rasanya pengen saya banting saking lemotnya, saya berhasil dapat link donlotnya dan donlot satu single yang isinya 3 lagu itu. Dan setelah didengerin (saya langsung menuju lagu yang liriknya bikin saya mbrambangi itu), baru nada-nada pertama, air mata saya sudah menetes saking kesengsemnya saya sama lagu ini..
Entah kenapa mendengar suara gitar akustiknya, dan melodinya yang simple, suara cowok satu itu bisa bikin saya merinding.. Sepanjang lagu saya nangis, tapi senyum.. Baru kali ini deh beneran saya dengerin lagu sampe nangis kayak gitu. Pertama kali ndengerin pula! Entah memang lagunya terlalu bagus, atau saya sudah jatuh cinta setengah mati sama cowok yang satu itu sampai rasanya bahagiaaaaaa banget denger suaranya pas nyanyi lagu baru. Tapitapitapi.. dengerin The Beginning pun rasanya nggak seperti ini.. Padahal The Beginning juga bagus banget! >.<
O iya, ngomong-ngomong, biar ceritanya nggak nanggung, judul lagu yang bisa bikin saya doki-doki dan merinding ini adalah Notes'n'Words.. :)

Notes'n'Words Lyrics
I wanna dance like no one’s watching me
I wanna love like it’s the only thing I know
I wanna laugh from the bottom of my heart
I wanna sing like every single note and word it’s all for you

Is this enough?

I wanna tell you and this is the only way I know
And hope one day you’ll learn the words and say
That you finally see, what I see

Another song for you about your love
‘cause you love the me that’s full of faults
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from your love

I wanna dance the night away with you
I wanna love because you taught me to
I wanna laugh all your tears away
I wanna sing ‘cause every single note and word it’s just for you

Hope it’s enough?

I wanna tell you and this is the only way I know
And hope one day you’ll learn the words and say
That you finally see, how I feel

Another song for you about your love
‘cause you love the me that’s full of faults
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from you love

Not a day goes by that I don’t think
About you and the love you’ve given me
I wish you could see it from this view
‘cause everything around you is a little bit brighter from your love
Life is just so much better from your love

credit: natgasm.tumblr.com

Dan meskipun single-nya aja belom nyampe ke tangan saya, saya udah nggak sabar mbayangin gimana nanti album ke enam-nya.. Bakalan sekeren apa album itu?? X)
Dan saya semakin menyadari, mereka sudah berkembang dalam bermusik. Jaman-jamannya album mereka masih geje, hingga sekarang, rasanya lamaaaaaaa banget! Dan terlalu banyak drama yang mereka lewati sampai bisa mencapai tahapan sekarang. Tapi drama-drama (yang bahkan bisa bikin saya nangis pas baca ceritanya) itu yang membuat mereka jadi seperti sekarang. Totally proud of you, guys! :*
Kalau melihat dari sisi egoisme, rasanya saya masih sangat sangat sangat enggan membagi mereka dengan orang lain, membagi kesukaan saya yang dulu berasa sangat eksklusif banget karena nggak banyak orang yang tau, menjadi sesuatu yang sekarang lebih dikenal orang, bahkan banyak dibicarakan. Fanbase di Indo sendiri sudah lumayan banyak anggotanya.. Tapi kalo inget perjuangan mereka biar jadi band yang dikenal dan diterima orang banyak, sisi egois itu masih bisa mengalah sedikit. Asal nggak jadi mainstream ajah.. :')

Anw, I love the new single!! Dan saya yakin beberapa hari ke depan, even beberapa minggu ke depan, lagu-lagu ini bakalan jadi playlist utama..
Well, then.. Let's hear them out! *puter Notes'n'Words*

Wednesday, August 15, 2012

What I've been Waiting for! Hell yeah~ XD


Akhirnya memutuskan untuk Pre-order single OOR jugaaaa~ >.< *excited mode*
Setelah bergalau-galau ria dengan preview video single terbaru mereka, The Beginning, yang cuma 52 detik dan nantinya bakal dijadiin theme song film Rurouni Kenshin, akhirnya saya memutuskan untuk pre-order

Sebenernya udah lama sih pengen sekali-sekali beli album mereka (atau mungkin dari sekarang diniatin mulai koleksi semuanya :p), nggak cuma donlot terus gitu. Kasian juga itu bocah 4 kalo lagunya diunduh mulu tapi nggak pernah dibeli. Hal itu yang menjadi dasar pertimbangan saya untuk memutuskan beli CD orinya. Lagipula setelah kerja dan bisa menghasilkan duit sendiri, rasanya lebih memungkinkan. Tapi ternyataaa.. keputusan untuk membeli CD asli dari Jepang itu bukan perkara yang simple. Pertama, liat dulu harganya berapa, terlalu menguras tabungan apa nggak. Ke dua, shipping cost-nya *yang ini adalah faktor utama kenapa akhirnya waktu itu saya mundur*.. Dan ketiga, metode payment yang cukup membingungkan dan ribet juga bikin agak-agak males.. Pada akhirnya, keinginan beli album ori di-hold dulu. Terutama setelah saya mikir, kalo beli single yang isinya cuma 3 lagu, berasa lebih berat gitu, apalagi dengan shipping cost yang sama. Dan akhirnya saya sempat memutuskan belinya besok aja kalau mereka ngrilis album ke-6. Tapi sampai kapaaaan?? Ini single aja nunggunya udah hampir setahun baru ada.. T^T

If there is a will, there is a way
Sumpah pepatah yang satu ini sangat merepresentasikan cerita ini. Pada akhirnya saya menemukan ada yang nawarin jasa pre-order single The Beginning di grup FB yang saya ikuti. Jadilah saya tertarik juga buat PO. Mengingat, harganya juga ternyata nggak semahal yang saya kira. Dan setelah menimbang bahwa ternyata caranya cukup mudah (cuma tinggal isi form order, transfer ke rekening, dan ngisi form payment), akhirnya saya putuskan buat order juga.. Entah deh, 2 lagu lain selain The Beginning bentuknya bakal kayak apa, saya bakal suka apa nggak, saya nggak mikirin itu. Yang terpenting sekarang, obsesi untuk lebih menghargai mereka dengan beli CD asli kesampaian juga. Terlebih, berharap juga bahwa dengan begitu, taun depan mereka bisa promo ke sini. That would be a dream comes true… Nggak kebayang deh usaha apa lagi yang harus kami lakukan biar mereka memutuskan untuk konser di sini. Beraaaaaaatt~  >_<
Mungkin memang harus usaha lebih lagi. Dan yang jelas harus sabar. Ikhtiar pokoknya.. =_____=

Ngomong-ngomong soal Rurouni Kenshin, saya awalnya nggak tertarik sama itu film. Dari pertama denger berita kalau yang mengisi soundtrack adalah cowok-cowok yang bisa bikin hati saya galau ini ONE OK ROCK, fokus utama saya juga langsung lagunya. Nggak ada kepedulian sama sekali filmnya bakalan kayak apa, ato ceritanya bakal gimana.. Tapi semua itu berubah gara-gara Sato Takeru. Yeah, damn right. Si Sato berhasil bikin saya jadi lebih tertarik nonton film ini. Kenapa? Satu, dia temennya Taka (meskipun nggak ngefek juga sih sebenernya). Dua, dia pernah jadi bintang tamu di Ustream-nya Takahashi Yuu barengan sama Taka dan ternyata mereka malah membicarakan hal-hal yang membuat saya penasaran setengah mati sebenernya hubungan mereka itu kayak apa (eh, it sounds kinda wrong. Gitu lah pokoknya). Dan ke tiga, gara-gara sempat liat Bloody Monday sama Beck, udah tau si Sato, jadi penasaran deh. Dan alasan terakhir, setelah liat trailer filmnya di mana ada cuplikan lagu The Beginning dengan suaranya Ta-chan yang terdengar sangat menghipnotis dan bikin merinding, serta potongan-potongan scene yang kayaknya seru, saya akhirnya harus rela mengambil spidol dan menuliskan jadwal rilis ini film di post-it note di meja kerja saya bersebelahan dengan jadwal rilis single The Beginning-nya. Ha!

Dan sekarang saya nggak sabar nunggu dua-duanya. Uwaaaaaaaaahhh- 

Well, tinggal menghitung hari sampai single-nya rilis. Semoga mereka tambah keren. Amin amin amin.. Dan semoga single-nya cepat sampai di tangan saya dengan selamat setelah libur lebaran.. (^o^)/

Monday, July 23, 2012

Wherever You Are, I Promise You.. :)




 I'm telling you
I softly whisper
Tonight, tonight
You are my angel

Saya bisa langsung jadi manusia selang air mendengar lagu itu dikumandangkan. Suara Taka yang menghanyutkan, makna lagu yang mendalam, dan band yang bisa membuat perasaan saya kacau balau.. Ya, akhir-akhir ini rasanya jadi hari-hari 'buruk' setelah kapan itu semalaman suntuk saya me-replay lagu ini berulang-ulang sampe kuping saya panas.. Dan semakin saya me-replay, ternyata saya semakin ingin menangis..

Aishiteru yo
(I love you)
Futari wa hitotsu ni
(We're going to become one)
Tonight, Tonight
I just say..

I love this band! I love them so bad.. Mereka seolah tahu apa yang saya rasakan. Saya selalu bisa menemukan lagu mereka yang bisa merepresentasikan perasaan saya. Dan saya selalu merasa permainan mereka begitu membuat saya ingin memeluk mereka satu-satu dan mengucapkan terima kasih. Thank you for being there.. Thanks for making those beautiful songs..

Wherever you are, I always make you smile..
Wherever you are, I'm always by your side..
Whatever you say, kimi wo omou kimochi
(Whatever you say, you're always on my mind)
I promise you "forever" right now

Di saat saya bahagia, mereka bisa membuat saya semakin tersenyum dengan deklarasi pengejaran mimpi dan optimisme yang mereka teriakkan. Di saat saya sedih, mereka seperti mengakomodasi saya mengungkapkan semua kesedihan itu dalam satu bait nada yang menghanyutkan. Yang bahkan bisa menjadi backsound seperti di film-film ketika semua kegalauan di otak saya bersahut-sahutan ingin unjuk gigi. Dan di saat saya frustasi, saya bisa menemukan bait yang bisa membantu saya melepaskan semua kemarahan yang saya rasakan. Tapi pada akhirnya saya selalu bisa tersenyum. Membayangkan nantinya semua emosi itu akan terasa lebih nyata suatu hari. Dan mereka selalu ada. Di hati, di telinga, di rasa, dan di pikiran saya. Bahkan di mimpi.

I don't need a reason
I just want you, baby
Alright, alright
Day after day

Tak terhitung lagi betapa besarnya keinginan saya membuat mereka datang, keinginan saya untuk melihat mereka berada di hadapan saya dengan semua kepribadian yang mereka miliki apa adanya. Dan tak terhitung rasanya berapa banyak rasa sesak di hati yang bahkan tidak bisa diekspresikan hanya karena keinginan mengaktualisasikan harapan yang satu ini..
I hope someday I'll be there to meet you all.. Yes, that's a promise.. :')

Kono saki nagai koto zutto
(We still have a long way in front of us)
Douka konno boku to zutto
(No matter what happens, always)
Shinu made, stay with me
(Until death, stay with me)
We carry on..

Meskipun rasa suka saya terhadap mereka bisa diartikan dengan "silly", saya tidak mau peduli. Apalah kata orang yang merasa saya sudah nge-hang berlebihan. Apalah kata orang yang merasa saya sudah irasional, pada kenyataannya justru saya bisa survive karena mereka. Realita yang terkadang membuat saya mundur perlahan-lahan terlihat lebih mengundang ketika dalam pikiran saya ada mereka. Dan mereka juga yang membuat saya berjalan lebih maju. Mau menetapkan resolusi. Bersedia menetapkan mimpi. Dan berusaha menggapainya meskipun rasanya sulit sekali.. Dan semoga nantinya mimpi-mimpi dalam hidup itu bisa saya jalani. Dan semoga sampai kapan pun, mereka akan tetap memberikan inspirasi.

Bokura ga deatta hi wa futari ni totte ichiban me no kinen no subeki hida ne
(For us, the day we should celebrate the most is the one we first met)
Soshite kyou to hi wa futari ni totte niban me no kinen no subeki hi da ne
(So, the second day we should celebrate the most is the one we call "today")

Saya bersyukur bisa mengenal mereka. Saya bersyukur bisa mendengarkan pesan yang mereka berikan. Dan saya beruntung bisa belajar banyak hal dari cerita-cerita mereka yang meskipun bodoh, selalu saja terselip sebuah perjuangan untuk meraihnya. Silly guys! You make me feel like a fool watching all those ridiculous acts. But the greatest of it all is that I know how to be tough, how to chase something you really want, and how to live your life to the fullest.

Kokoro kara aiseru hito
(Someone I love from my heart)
Kokoro kara itoshii hito
(Someone I can love, from the bottom of my heart)
Kono boku no ai no mannaka ni wa
(In the center of this love)
Itsumo kimi ga iru kara
(Are you, my heart..)

Dan saya mengakui; saya jatuh cinta. Jatuh cinta setengah mati. Pada keserdehanaanya. Pada sikap bodohnya. Pada kejeniusannya. Pada filosofi-filosofinya. Serta semua kerja keras yang ditunjukkannya..

*) Wherever You Are (by ONE OK ROCK)




Dreams aren't just for dreaming, they're for fulfilling. So, a dream that you won't make happen isn’t a dream at all.
(ONE OK ROCK)

Any kind of music, no matter how dark, can help save someone; this is something I believe in.
(Takahiro Morita)


Friday, July 20, 2012

(Weird) Fasting Experience.. :)


Puasa pertama di perantauan.

Rasanya aneh.

Well, sebenernya sih belum terbiasa aja.. Kebiasaan lama yang selalu dimasakin Ibu di rumah baik sahur maupun buka, sekarang harus digantikan dengan usaha untuk mencari makan sendiri buat buka + sahurnya. Bukanya sih gampang ya.. Sahurnya yang agak tricky..
Secara saya ini orangnya males banget sama yang namanya masak (karena males eksperimen di dapur umum kos), pada akhirnya saya harus mikirin gimana beli nasi sama lauk buat makan jam 3 pagi-an begitu.. Oke. Kalau mau cepet, di luar kosan mesti banyak banget abang-abang jualan makanan yang pastinya bisa langsung dinikmati. Tapi masalahnya dengan saya adalah, saya aja bangun sahur kadang "aras-arasen", apalagi suruh keluar beli makanan.. XD Terpaksa lah akhirnya saya beli nasi malemnya. Makan sahur dengan nasi dingin? Sepertinya sudah biasa (semenjak jadi anak kos T.T)..

Ngomong-ngomong, puasa pertama yang berbeda hari ini juga membuat saya agak bingung. Mayoritas temen-temen yang di Jakarta pada ngikutin anjuran pemerintah untuk mulai puasa tanggal 21. Nah, keluarga dan temen-temen saya di Jogja, sebaliknya, mulai puasa tanggal 20, yang mengakibatkan ibu saya langsung sms dan "memerintahkan" anaknya ini untuk mulai puasa tanggal 20. Dan meskipun beberapa teman di kantor juga sama-sama puasa tanggal 20 (termasuk si Bos), pas tiba saatnya sahur, saya jadi satu-satunya penghuni kos yang makan sahur sendirian (dan harus menjaga ketenangan mengingat semua orang masih pada tidur). Mana waktu imsak menjadi kurang jelas karena tidak ada gaung "imsak" dari corong mesjid. Akhirnya saya cuma berpatokan jadwal imsakiyah yang ditempel di dinding kos sambil berpikir apakah jam saya kecepetan atau kelambatan. Di kantor pun sebagian karyawan masih pada makan siang meskipun mereka berkali-kali minta maaf. Hmm.. rasanya cukup aneh..
Dan kebodohan saya, pas sahur lupa minum obat maag yang mengakibatkan puasa pertama hari ini perut agak melilit. Ahh~ Lupa saya kalo punya maag.. -______-

Dan di tengah suasana yang sedang tidak banyak kerjaan begini di kantor, saya jadi super ngantuk. Mupeng mbayangin waktu jaman kuliah, masih bisa curi-curi waktu buat tidur siang sebentar.
Well, change happens all the time.. Hanya perlu membiasakan diri dengan perubahan itu.

Semangat!! Nggak boleh ngantuk meskipun sangat!

Dan terakhir, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.. :)